
Italy#
Ryan melamun memandang foto Nadhira, sudah beberapa bulan sejak kematian nya, dia diam-diam. pergi meninggal kan indonesia, Rizal pun tidak mengetahui keberadaan nya, dia ingin melupakan hal paling menyakit kan untuk diri nya.
"Padahal kita dulu bahagia, tapi aku terlalu bodoh berfikir kau masih mencintai Leo, aku meninggalkan mu karena, aku berfikir Leo kembali untuk merebut mu lagi dari ku, hingga aku lakukan kesalahan itu, tapi hingga kau pergi pun, kau tidak memilih siapa-siapa aku atau pun Leo masih tersimpan di hati mu..!! kau tidak kembali pada nya, dan kau menuruti ku untuk pergi meninggalkan aku.." ucap nya.
"Kau tau nad, penyesalan ini tidak akan pernah hilang, jika bisa aku menyusul mu, aku ingin ke sana, memohon maaf dari mu, hidup ku tidak berguna, aku hidup dengan dia yg telah membunuh mu, aku terjerat selama nya, dengan dosa yg ku tanggung sendiri.." ucap nya Sendiri..
"Reyka membenci ku, itu wajar kan.. aku yg membuat nya kehilangan bunda, yg baik seperti mu, Rey masih membutuh kan mu, dan kau juga pergi meninggalkan nya, tidak apa jika kau tidak akan muncul lagi di hadapan ku, tapi kenapa kau harus pergi dari dunia ini, tempat yg tidak bisa aku jangkau, kau pergi terlalu jauh.. aku tidak bisa menyusul mu.. Air mata mu membuat ku terus terbayang pertemuan terakhir kita, kau meminta ku kembali, dan aku dengan bodoh nya meninggalkan mu, jika aku tau saat itu terakhir kali melihat mu, aku tidak akan pernah meninggalkan mu... aku akan memeluk mu.." batin nya,
"hanya surat ini yg kau tinggalkan untuk ku, sebuah perpisahan yg menyakit kan.. aku tidak berusaha mencari mu, aku hilang dari padangan mu, dan kau membalas itu, kau pergi lebih jauh dari ku.. benar apa yg kau katakan, kau pergi bukan untuk meninggal kan, aku tidak pernah merasa aku kehilangan mu, rasa nya kau hidup dan ada di hati ku.. aku baru bisa merasakan nya, hangat cinta mu hangat.. yg aku pungkiri selama ini, yg aku hindari, yg aku sangka kan bila kehangatan cinta ini masih untuk Leo.. ternyata aku baru merasakan nya sekarang.. setelah kau pergi untuk selama nya" batin nya..
Renata memperhatikan nya dari jauh.. "Iya Tuhan sampai kapan dia terus menangisi wanita yg sudah mati itu?" ucap nya kesal.
Dia menghampiri Ryan.. "Sudah hentikan.. dia sudah mati..? untuk apa terus meratapi kepergian nya, untuk apa terus mengingat nya? dia tidak akan mungkin hidup kembali... kau harus melanjutkan hidup mu?!, istri mu itu sekarang aku, bukan dia yg hanya meninggal kan nama..!! kau harus melupakan nya" ucap Renata..
Ryan menatap nya tajam .. "Karena siapa dia MATI? KARENA SIAPA?? ITU ULAH MU..!! KAU YG MEMUKUL NYA kau yg membunuh nya, kau yg memberi nya penyakit itu, jika kau tidak melukai nya saat itu, aku tidak akan kehilangan nya , dan dia masih ada di sini hingga sekarang!! kau penyebab kematian nya, jika aku bisa membawa mu untuk menghadap. nya aku akan membuat mu berlutut dan memohon maaf pada nya, dengar Rena, aku sudah menikahi mu.. aku sudah kehilangan semua nya berkat kau.. kau tidak berhak untuk mengatur aku..!!! aku tidak akan pernah melupakan nya!!" ucap Ryan..
***Bersambung***