
"Leo.. papi ingin bertanya sesuatu pada mu, apa kau tahu, soal buku besar milik DG COMPANY yg di miliki momy mu..? kau nampak tidak terkejut, ketika papi mengatakan Dika bukan lah Abang mu?" tanya Antonio..
Leo berfikir sejenak, "Iya aku tahu, aku yg mengambil buku besar itu, saat aku di Amerika dulu, ketika Momy memalsukan kematian ku, Aku menemukan nya, dan membawa nya bersama ku, aku sudah melihat isi dari buku itu.. dan aku sudah mengetahui jika Bang Dika bukan kakak kandung ku, aku berfikir aku harus menemukan pemilik yg seharus nya dari buku itu, dan di situ tertulis jika pemilik sah dari DG COMPANY berada di Kanada, putra dan putri dari keluarga Robitson.. jadi aku ke sana, untuk mencari mereka, niat baik selalu membuahkan hasil.. aku datang ke Kanada pada awal nya ingin mengembalikan buku itu, pada tuan Mahendra Robitson. karena ku fikir, momy pasti mencuri nya, tapi pada saat yg sama, aku menemukan jika Tuan Mahendra Robitson dan nyonya Elena Robitson tewas karena kebakaran Vila di sana, aku bertemu dengan putri kecil nya, Mawar Gracia Robitson, karena aku kasihan pada nya, aku membawa nya pulang dan mengadopsi nya, lalu aku menetap di Kanada, selama beberapa tahun, untuk mencari putra tertua keluarga itu, Dion Alexander Robitson.. satu tahun aku mencari, akhir nya aku juga berhasil menemukan nya, aku merawat mereka berdua, untuk bisa melawan Gilbert.. pada saat bang Dika ingin menguasai seluruh aset yg sengaja aku tinggal kan untuk Reyka aku baru kembali ke sini, karena aku tidak bisa membiarkan Dia merebut milik anak ku, saat itu aku sudah tahu, jika bang dika bukan kakak kandung ku, sehingga aku berani menentang nya," jelas Leo..
Antonio terlihat berfikir, "Kau merahasiakan ini dari papi..?" tanya nya, Leo mengangguk.. "Iya pih.. karena papi tidak memberi tahu ku, ku fikir papi sengaja merahasiakan ini agar hubungan persaudaraan kami tidak hancur, tapi pada kenyataan nya, Bang Dika yg menghancurkan nya..." jawab Leo.
Sementara di luar ruangan Leo, Rey datang dan langsung saja masuk ke dalam "Mba Via, ayah ada di dalam..?" tanya nya pada sekertaris Leo.. "Ada mas Rey.." jawab nya Reyka tersenyum. lalu berlalu masuk..
Tanpa mengetuk pintu dia masuk begitu saja, "Ayah mobil itu mo-gok..!!" ucapan nya tertahan saat melihat Antonio di depan nya, Leo menoleh nya.. "Astaga Rey kau tidak sopan...!! beri salam pada opa?" ucap Leo sinis..
Antonio tersenyum simpul, Rey menggaruk kepala nya yg tidak gatal, dia bingung dan malu, "Hallo opa!!" ucap nya canggung..
"cucu ku sudah besar, sini peluk opa..!! semakin besar kau semakin mirip Leo..!!" ucap Antonio, Rey memeluk nya, memecah kecanggungan di hati nya,
"Kau mau mobil yg seperti apa Rey? biar opa yg belikan untuk mu.." ucap Antonio... Rey menatap pada Leo.. "Ayo katakan saja kakek mu mau membelikan mu mobil baru!!" ucap Leo..
Rey terlihat berfikir..
"Hmmm .. mobil Sport model terbaru...!!" jawab nya, Leo terkejut.. "itu mahal sekali Reyka...!! tidak bisa jangan itu!!" ucap Leo.. Antonio tersenyum.. "Baiklah.. ayo kita beli.. opa akan memberi mu sebagai hadiah.." jawab nya...
"Tapi pih, itu terlalu mahal..?" ucap Leo.. Antonio tertawa.. "Tidak apa-apa.. papi tidak pernah memberikan sesuatu pada nya, lagi pula dia menang butuh mobil untuk nya kuliah.." jawab Antonio... Reyka tertawa penuh kemenangan..
"Ya ampun Nad, jika kau lihat Senyum menyebalkan itu.." batin Leo..
**Bersambung**