
Rizal kembali ke indonesia, dia tau keadaan Ryan tidak bisa di katakan baik-baik saja, ada yg tidak beres padanya, dan rizal menyadari itu, "sebenar nya apa yg terjadi, tidak mungkin Ryan bisa semudah itu meluupakan Nadhira, dia tau bagaimana perasaan nya pada Dhira, dan Dhira tidak akan mudah melepas kan seemua nya begitu saja,
sesampainya di sana dia langsung saja, mencari Ryan, "apa pak Ryan ada disini?" tanya nya pada sekertaris nya, "iya ada pak, dia di dalam...!!" jawab nya, Rizal langsung saja masuk ke dalam, dan beertemmu dengan nya,
Ryan memandang sinis pada nya, "ada apa kak? kenapa kau jauh-jauh kesini,? mau menanyakan Dhira?" tanya nya langsun ke inti nya, Rizal mengerti ada sesuatu yg salah pada adik nya,
"apa yg terjadi,? kenapa jadi begini kau yakin dengan keptusan mu?" tanya nya, Ryan terdiam, "dia tidak mencintai ku, untuk apa aku bertahan pada wanita yg sudah jelas cinta nya bukaaan untuk ku, itu menyiksa ku, aku lebih baik meninggal kan nya, dan membiarkan nya hidup dengaan orang yg selalu ada di hati nya," jawab nya.
Rizal terdiam, "kau tiak bisa menyimpulkan itu sendiri Ry, aku tahu ini menyiksa mu, apa kau baik-baik saja? jangan membohongi diri mu sendiri..!!" ucap Rizal,
"aku tahu kau menyembunyikan sesuatu ryan, nanti bila sudah waktu nya pun kau akan menceritakan nya pada ku, aku tau kau juga sama-sama terluka, mata mu tidak bisa berbohong," batin rizal.
"Lalu di mana Dhira sekarang? kau benar-benar tidak bertemu lagi dengan nya?" tanya Rizal, Ryan menggeleng, "aku tidak lagi bertemu dengan nya, sejak dia pergi dua bulan lalu, aku bahkan menitipkan surat cerai kami pada Reyka," jawab nya satai dan kembali pada pekerjaan nya,
Rizal menggelengkan kepala nya, "ada apa dengan mu Ry? apa yg kau sembunyikan?" batin nya. Rizal menata nanar pada adik nya itu, dia menepuk bahu nya, "aku tau perasaan mu, aku berharap kau baik-baik saja, dan semua keputusan mu adalah yg terbaik, tidak ada yg merasakan sakit lagi, aku berharap kau bahagia dengan pilihan mu, dan tidak akan menyesal nanti nya" ucap rizal
"sebenar nya aku merindukan nya, di mana dia sekarang? apa dia baik-baik saja" batin nya
"aku harus mencari Dhira, aku harus bicara pada nya, apakah ini masih bisa di perbaiki aku seharus nya menahan nya dan tidak membiarkan nyaa pergi...! aku tau dia juga mencitaiku, walaupun, perasaan nya tidak sedalam rasa cinta nya pada Leo, tapi aku bisa merasakan nya, mata dan tatapan nya tidak bisa d bohongi," batin nya,
"tapi bagaimana dengan Renata, dia tidak akan membiarkan aku untuk bertemu dengan nya, sekali saja, setidak nya sekali aku ingin bertemu dan bicara pada nya," batin nya
Ryan mengejar Rizal untuk meminta bantuan nya,
"kak tunggu, aku ingin bicara, tapi tidak di sini, dan kita harrus memakai mobil kak Rizal?'' ucap nya, Rizal mengangguk.. ''ayo pergi, kita bicara sambil makan.." jawab nya,
ryan mengangguk.. mereka pergi bersama, ryan sengaja meninggalkan ponsel nya di ruangan nya , agar Renata tidak dapat melacak nya dia tau jika ponsel nya di sadap dan renata bisa tau semua percakapan nya,
**BERSAMBUNG**