
JAKARTA...
Rey bersiap untuk pulang, sudah tiga hari dia di rawat di sana, "kau sudah siap..? kau mau langsung pulang ke bandung...?" tanya Mawar.. Reyka terdiam.. "aku tidak tahu, tapi seperti nya aku kan tetap di jjakarta dulu hingga luka ku sembuh, bunda tidak tau jika aku terluka, jika tiba-tiba saja bunda melihat luka ini, nanti dia khawatir.." jawabb nya,
"Tapi bang leo sekaranng berada di bandung, lalu kau akan tinggal sendiri dan tiddak akan ada yg merawat mu di sana..?" tanya mawar, "kan ada kau, kau yg bisa merawat ku, kau saja yg menginap di rumah ku ya, rumah sakit ini dekat dengan rumah ku. jika aku yg menginap di rumah mu, terlalu jauh..!!" ucap Rey.. mawar mengangguk.. "baiklah, ayo.. !!" jawab nya,
mereka bergegas pulang, "hati-hati.." ucap mawar ketika rey masuk kedalam mobil nya, "aku saja yg menyetir.. kau duduk manis saja.." ucap mawar, rey mengangguk.. dert.. dert.. dert.. ponsel nya berdering.. Rey melhat nya, ''Sinta..!!" ucap nya,
mawar hanya melirik nya,
"ehh.. halo sinta..?" jawab nya, "Dokter reyka di mana? kenapa tidak melihat ku beberapa hari ini,?" ucap Sinta, Reyka tersenyum.. "Saya di jakarta, ada apa sin...? banyak dokter lain di sana, kenapa mencari ku ?" tanya nya, "aku tidak mau di perksa dokter lain, aku ingin dokter Rey yg memeriksa ku,..!!" jawab nya, "iya nanti saya segera balik kesana secepat nya ya, sinta tunggu saja saya datang.." jawab nya. reyka menutup telepon nya. dia tersenyum sendiri..
mawar mendelik, "siapa sinta?" tanya nya, "kau sampe tersenyum sumringah begitu, mendapat telepon dari nya.." ucap nya, rey tertawa... "dia pasien ku, catik lucu juga imut...!" jawab nya,
"ohh.. sekalian saja, jadikan dia pacar mu,..!!!" jawab mawar..
Rey tertawa semakin keras.. "kenapa.. kau cemburu, sinta lebih cantik ddari mu, seperti nya dia akan aku jadikan pacar ku..!! menggantikan mu." ucap rey menggoda.
mawar terlihat kesal, "iya silahkan saja, aku juga tidak penting untuk mu.." ucap mawar ketus... "aku bercanda sayang dia hanya seorang pasien umur nya baru sembilan tahun dia tidak ingin jika orang lain yg merawat nya, dia hanya mau dengan ku, lain kali aku akan mengenal kan nya pada mu..!!" jawab rey,
Mawar terdiam.."aku tidak percaya pada mu,..!!" ucap nya,
rey tertawa, "ya sudah terserah pada mu saja.." ucap Rey,
"apa ayah tidak menghubungi mu,?" tanya Rey, mawar menggeleng, "tidak, aku saja tidak bisa menghubungi nya," jawab mawar..
"Ada apa, tidak biasa nya ayah mematikan ponsel nya, apa terjadi sesuatu di sana.?" batin rey, yg mencoba menghubungi Leo, "coba telepon dhira?" ucap mawar.. rey mengangguk.. dia mencoba menghungi Dhira, tapi ponsel nya juga tidak bsa di hubungi. .
"ada apa.. perasaan ku tidak enak, kemana ayah bunda ku,?" batin nya, "war, kita sebaik nya ke bandung, perasaan ku tidak enak, terjadi sesuatu pada bunda atau ayah ku, akhir-akhir ini, bunda memang tidak sehat.." ucap nya,
"tapi bandung itu jauh Rey, kau tidak apa-apa jika harus kesana sekarang..?" ucap, Mawar.. Rey mengangguk, "tidak aku tidak apa-apa..!!" jawab nya, "baiklah, aku akan membbawa mu ke sana..!!!" jawab nya, mereka berdua menyusul ke bandung..
Dhira menjalani perawatan intensif di sana, leo salah satu dokter yg menangani nya, dan mengawasi nya,"dulu di tempat ini aku pertama kali bertemu dengan mu, sekarng aku di sini lagi untuk menyelamat kan mu, kita sama-sama akan berjuang, bertahan lah ra.. aku akan menungu mu hingga kau sembuh total dan kembali pada ku" ucap nya, ketika melihat Dhira yg mulai melakukan pengobatan radiasi..
Leo mengangguk, "kau harus kuat, tegar, agara dhira bisa bertahan, tapi apakah rey tau keadaan nya?" tanya Sandy,
"dia belum tau, aku belum memberitahu nya.." jawab nya,
"sebaik nya kau memberi tahu nya, agar dia tau kondisi bunda nya Le, jangan sampai kau menyesal, Dhira di rawat di sini, dan Rey juga dia dokter magang di sini, lambat laun dia pasti akan tau," ucap sandy, leo mengangguk "baiklah san.." jawab nya.
Reyka dan mawar telah sampai di bandung, dia langsung mendatagi apart leo.. mengetuk pintu nya namun tidak ada yg membuka nya, dengan berjalan tertatih rey terus mencari bunda nya, "reyka pelan-pelan.. ingat luka mu..!!" ucap mawar khawatir,
"ada yg ga beres war, bunda tidak pernah meatikan ponsel nya, dan dia tidak pernah tidak menghubungi ku, ini aneh sudah tiga hari bunda tidak menelepon ku," jawab nya,
"iya aku mengerti, tapi kita mau mencari bunda mu kemana.." jawab mawar bingung..
reyka berfikir.. "om sandy,..!! kita ke rumah sakit saja mencari om sandy,,.." jawab nya mawar mengangguk.. "baiklah ayo kesana..!!'' ucap nya REy mengangguk.. "rey sudah ku bilang hati-hati.. ingat lukamu.." ucap mawar kesal.
Leo sibuk mengurus dhira, dia melupakan Reyka, sampai saat ini dia belum memberitahu nya, Rey memasuki loby rumah sakit, mencri Sandy.. tapi dia tidak menemukan nya, "itu bukan nya bang leo..?" ucap nya menunjuk pada Leo yg memakai jas putih nya,
"ayah..!!" panggil nya, Leo terkejut melihat kedatangan Rey, dia menghampiri nya, "Rey, kau udah sembuh..?" tanya nya kaget...
"apa yg ayah lakukan di sini..? ayah juga bekerja di sini..? ahh itu tidak penting.. aku mencari bunda, tadi aku pulang ke rumah, tapi bunda tidak ada,..?"tanya nya..
Leo menghela nafas, "bunda mu ada di sini.. dia di rawat di sini..!!" jawab nya, "di rawat..? bunda kenapa yah, kenapa ayah tidak mmemberitahu ku..!!" ucap Rey,
"bunda terkena menginitis,.. akibat cidera di kepala nya dulu.. dan sekarang bunda mu, ada di ruang ICU, ayah yg khusus merawat nya..!" jawab Leo.. Reyka terkejut..
"aghh..." rintih nya, dia tidak sadar jika luka nya kembali terbuka.. "ya ampun Rey..." ucap leo.. diaa memapah Reyka.. dan mawar membantu nya , "kau itu harus berhati-hati dokter Reyka.. kau berlari ke sini dengan luka mu yg belum mengering.." ucap Leo membalut lagi luka nya,
"keadaan bunda bagaimana yah..?" tanya nya,
Leo terdiam.. "bunda mu sudah mulai membaik... dengan radiasi terapi.." jawab nya menutupi keadaan yg sesungguh nya..
**BERSAMBUNG**