NADHIRA

NADHIRA
bab 141: Pelakor..( season 3)



Meraka akhir nya sampai di rumah Momy . leo bergegas segera membuka pintu untuk anak-anak nya, Dhira menyusul. mereka di belakang nya, "Rumah ini aku merindukan nya" batin Dhira


"Mom.. lihatlah siapa yg datang.." ucap leo.. Dhira menyuruh anak-anak nya menunggu di ruang tamu.. Leo bergegas mencari ibu nya, namun tidak menemukan nya, terdengar jerit tangis bayi dari salah satu kamar di sana,


"Untuk apa kau di sini?" tanya leo ketika melihat Andin yg berusaha untuk menenangkan anak nya yang menangis.


"Aku hanya berkunjung.. tapi momy meninggalkan ku, Dia juga rindu nenek nya" jawab Andin..


Leo tidak bergeming, Dhira mendekati asal suara itu, Andin terkejut melihat Dhira berdiri di belakang Leo "Kau.. untuk apa kau kemari? kau menemui leo!!?" ucap Andin sinis.. Dhira memutar mata malas..


Dia tidak menjawab pertanyaan Andin dan berlalu, "Jika momy, tidak ada aku dan anak-anak akan pergi" ucap Dhira berlalu.. "Dasar kau pelakor.." ucap andin.. Dhira menghentikan langkah nya, dan berbalik..


"PELAKOR? AKU!!" ucap nya, dia tertawa mengejek.. "KAU TIDAK BERKACA, PADA DIRI MU.. YG PANTAS DI SEBUT PELAKOR, ITU KAU DIA DULU SUAMI KU.. KAU YG MEREBUT NYA, SEKARANG KAU SEBUT AKU PELAKOR? APA AKU TIDAK SALAH DENGAR.." ucap Dhira.. dia melangkah maju..


menarik tangan Andin ke depan kaca, "NGACA DULU SEBELUM KAU MENILAI KU , PELAKOR.. KAU MURAH TIDAK BERHARGA, KAU MEREBUT SUAMI KU.. MENGHANCURKAN KELUARGA KU..!! KAU TIDAK ADA APA-APA NYA DENGAN KU.." bisik Dhira, Dhira mendorong Andin..


Entah dari mana keberanian itu muncul dari diri Dhira, dia bisa melawan Andin dengan bersikap kasar begitu.. "PELAKOR DAN PENGHIANAT.. SUDAH SEPANTAS NYA BERSAMA" ucap nya di depan leo dan Andin.. dia melangkah keluar.. mengajak anak-anak nya untuk pulang..


Dhira tersenyum hangat pada anak-anak.. "Nenek tidak ada, bunda tau nenek dimana!! ayo kesana,!!" ucap nya


si kembar mengangguk.. mereka pun pergi meninggalkan leo di sana..


......................


"Inikah apart nya tante Mai bunda?" tanya Ray.. Dhira mengangguk "Pasti nenek kalian ada di dalam.. ayo masuk!":ucap dhira..


Dhira melangkah masuk.. dan membunyikan Bel.. tidak lama kemudian pintu itu terbuka, "Kak Dhira..!!" ucap mai senang dan memeluk nya, Dhira tersenyum.. mereka masuk ke dalam.. "Nenek..!!" ucap si kembar berlarian memeluk nenek nya Momy menangis tersedu-sedu memeluk.cucu nya, dan juga Dhira, "Nenek sangat rindu kalian.." ucap nya setelah puas menangis..


"Di mana bang Dhika?" tanya Dhira pada Mai.. "Mas Dika di kantor kak, momy kesini karena ada wanita itu di rumah tadi, kaka bertemu dengan nya!" ucap mai.. Dhira mengangguk..


"aku harus memberinya pelajaran" gumam Dhira dengan suara pelan..


Mai menatap.wajah kakak nya, "Ada apa dengan kaka ku? sikap nya aneh..!!" batin nya,. Dhira bersikap manja pada momy yg membuat Mai tidak mengerti.. "Mungkin karena dia Rindu momy" fikir Mai..


Dhira menunggu kedatangan Dika,. untuk berpamitan untuk pulang, "Aku akan menginap di rumah ka Sandy.. tapi aku ingin berpamitan dengan bang Dika dulu! tidak apa kan Mai..!!" ucap nya,. mai menganguk..


Tidak lama kemudian Dika datang, dan sikap Nya semakin aneh.. Dhira memeluk Dika sangat lama. "aku pulang ya Bang.." aku. pasti akan menghukum bang Leo dan juga wanita itu" bisik Dhira sebelum melepaskan pelukan nya


Dika terkejut dengan kata-kata yg di ucap kan Dhira.. Dhira berjalan keluar.. "VEL... VELIA .. !!" ucap Dika.. Dhira berhenti dan berbalik.. lalu tersenyum.. namun tiba-tiba saja Dhira jatuh dan pingsan di hadapan dika dan Mai.. membuat si kembar menjerit terkejut.. mai berusaha untuk menenangkan mereka..


Velia berdiri di samping tubuh Dhira, "Aku akan membalas kan dendam mu dan dendam ku pada Andin..."ucap nya..


"aku akan merasuki tubuh NADHIRA..."


**Bersambung**