
Hari ini Dhira sudah boleh pulang ddari rumah sakit, dengan syarat dia harus memberi tahu tentang penyakit nya pada Leo, agar Leo bisa mengobati nya, jika penyakit nya tiba-tiba saja dia kambuh, setidak nya Leo tau apa yg harus di lakukan bila hal buruk terjadi..
"Ingat ya bu Dhira, bu Dhira harus memberi tahu Dokter Leo, tentang ini, meskipun dia sudah tidak bekerja sebagai dokter lagi, setidak nya dia tau, jika hal buruk terjadi pada mu, dia bisa menangani ini.." ucap Dokter Farhan..
"iya dok akan aku beri tahu dia nanti, jika kami sudah berada di rumah.." ucap nya,
Leo bergegas masuk kedalam, "maaf aku telat menjemput mu..?" ucap nya Dhira tersenyum, "aku bisa pulang sendiri mas, kau tidak usah berlari dari kantor ke sini..!!" jawab nya, Farhan hanya tersenyum.. "bro jagain istri lu, perhatiin dia, jangan sibuk bekerja terus..!!!" ucap Farhan.. Leo mengangguk, "terima kasih sudah merawat istri ku Han..!" jawab nya, mereka lalu berpamitan untuk pulang, "aku tidak yakin jika Bu Dhira akan memberi tau Leo tentang ini, mungkin nanti aku yg akan memberitahu nya,!" batin nya.
"bisakah kita ke makam Rayna dulu..? aku merindukan dia!!" ucap Dhira,Leo mengangguk.. "baiklah, kita kesana Nad.. aku juga rindu.." jawab nya, Dhira memicingkan mata nya, "kau tidak pernah menjenguk nya? kau tidak ingat tentang dia,? kau sbuk dengan pekerjaan mu saja, apa nanti jika aku menyusul Rayna kau juga akan melupakan aku?!" ucap Dhira,
Leo terdiam.. "jangan bicara seperti itu Nad, kau tidak akan kemana-kemana.. menyusul Rayna apa? kau mau meninggal?kau sehat nad, ucapan mu membuat ku takut..!!" jawab nya,
"Aku selalu ke sini jika waktu ku luang, pada saat kau menghilang juga, Rayna yg menuntun ku dan membawa ku ke sini hinggga aku menemukan mu di sana,..!! jangan asal bicara Nad, tidak akan terjadi sesuatu pada mu, aku akan memastikan nya, dan menjaga mu.. apa pun yg terjadi.." ucap nya lagi.
"kau menyembunyikan sesuatu dari ku.. entah apa, tapi aku yakin itu, hanya saja kau belum siap bicara pada ku, aku akan menunggu mu," batin nya, "kau itu orang yg tidak bisa berbohong..!" fikir nya. Nadhira terdiam tidak bicara apa-apa.. menatap hampa pada langit di sana yg menurut nya indah, senyuman Rayna selalu terbayang-bayang di sana.
mereka sampai di makam Rayna, Dhira tersenyum pada nisan yg bertuliskan RAYNA LIANA itu "Ray bunda datang, bersama ayah mu, bunda merindukan mu, nanti bunda akan menyusul mu Ray, tunggu bunda ya," batin nya,
"Ray, ayah akan meminta bunda mu kembali pada ayah, tapi dia selalu menolak nya, apa ayah kurang tampan, atau ayah sudah tua..?" ucap nya, Dhira memicingkan mata nya,
"kau itu bicara apa mas,? masa begitu? lihat kan ayah mu itu, Ray, sikap nya sama seperti Rey sekarang, rey mengikuti sikap ayah nya yg terlalu percaya diri.." ucap Dhira, Leo terkekeh,
mereka terdiam.. "Ray, bunda mu selalu berbicara aneh, ayah yakin dia menyimpan sesuatu dari kami, Ray, jangan mengambil bunda mu dari ayah, ayah tidak akan bisa hidup tanpa nya, Rey juga masih membutuhkan nya.." batin Leo,
......................
"Mawar...!!" panggil Andreas, Mawar menoleh, "oh hai kak Andre..!!" jawab nya, "mau kemana kau Mawar..?" tanya nya,
"ke perpus kan, mau ngerjain tugas, ada apa kak..?" jawab mawar,
"nanti malam kau sibuk tidak? bagaimana jika kita jalan keluar, kau mau tidak menemani aku?" tanya Andre..
Mawar terlihat berfikir.. "aku ga sibuk sih kak, tapi mau kemana kita kak,?" tanya mawar,
"oke, berarti nanti aku yg menentukan kita akan jalan kemana.. baiklah kak, sekarang aku mau ke perpus dulu.." ucap mawar, Andre mengangguk, "nanti aku akan menjemput mu ya war.." teriak nya, mawar melaimbaikan tangan nya,
Andre tersenyum.. "langkah awal aku akan mendekati nya dulu, membuat nya percaya pada ku, setelah itu....!!" batin nya, dia tersenyum licik,.. "tunggu saja, aku akan membalas mu mawar gracia..!!!"batin nya,
Rey menjemput mawar pulang, "tumben kau bisa menjemput ku,?" tanya nya, "Dosen ku tidak masuk, jadi aku bimsa menjemput mu, maafkan aku bila aku sibuk ahir-akhir ini, aku tidak tau jika kuliah kedokteran akan sesibuk ini,,!!" jawab rey..
Mawar terdiam, dia sibuk dengan handphone nya tersenyum sendiri, dia mengabaikan ucapan Rey, Rey menatap nya, "kau sedang apa...?" tanya nya, mawar masih tidak menjawab,
Rey terlihat kesal, Dia mengambil hp yg di pegang Mawar,
mawar terkejut... "Rey, apa yg kau lakukan..? kembalikan ponsel ku..!! ucap mawar geram.. Rey melihat isi Chat mawar bersama Seseorang ,
"siapa Andre? kau akan keluar bersama ya? tanpa memberi tahu ku?" tanya Reyka terlihat kesal, "dia teman ku.. dia yg menolong ku dulu, saat aku kecelakaan..!!" jawab mawar,
"memang nya jika dia penolong mu, kaian harus sedekat ini? kalian chattingan setiap hari? bahkan kau akhir-akhir ini mengabaikan aku..!!" ucap Rey kesal..
"seperti tadi, kau sibuk membalas chat nya, sementara aku yg terus bicara tidak kau dengar..? kau mengabaikan ku lagi.. bahkan saat kita bersama..?" ucap Rey,
"kau terlalu sibuk dengan kuliah mu, lagi pula aku dan kak Andre tidak ada hubungan apa-apa dia hanya sebatas teman, apa kau kini melarang ku untuk memiliki teman lain..? aku saja tidak pernah melarang mu," jawab nya ketus,
"AAku tidak pernah melarang mu, setidak nya jika kau bersama ku, jangan membalas Chat dari pria lain, dan kau jangan mengabaikan aku, sesibuk apa pun aku, aku selalu menghubungi mu, dan tidak pernah mengabaikan mu, seperti yg kau lakukan pada ku sekarang, memang nya aku pernah berkirim pesan dengan wanita lain selain diri mu..? aku tidak pernah melakukan nya..!! aku menghargai mu..!!" ucap Rey,
mawar, mendelik kesal, "kau boleh berteman dengan siapa pun dan saling chatng dengan siapa pun, kau bebas, aku tidak melarang mu, silhkan saja..!!" ucap mawar asal, "oh baiklah.. aku bisa melakukan nya juga dengan wanita lain selain kamu,,? baiklah.. mulai sekarang aku akan membuka hati untuk wanita lain, aku akan biarkan jika akan ada yg mencoba mendekat pada ku!!" ucap Reyka kecewa..
"hmmm..." jawab mawar tidak meladeni Rey,
Rey menatap marah.. "itu mau mu, baiklah.." jawab Rey,
mawar merebut lagi ponselnya, dia kembali membalas Chat dari andreas..
**BERSAMBUNG**