
Marcel membawa Sherina pulang,.. dia menatap gadis kecil itu, "Kau tidak pantas di perebut kan Sherin.. dia yg meninggal kan mu.. dia yg tidak mengingin kan mu.. kenapa sekarang dia muncul dan ingin mengambil mu..!! 6 tahun, aku membesar kan mu sendirian.. tidak seorang pun yg membantu ku, dan mereka tidak peduli pada kita.. tapi ayah peduli pada mu Sherin.. kau mungkin tidak kan mengerti, tapi Ayah tidak ingin Wanita itu merebut mu.. dia yg membuangmu.." batin Marcel, Dia membawa mobil nya cepat..
Marcel membanting pintu mobil ddengan kasar Dia menyeret Sherin yg menaangis untuk ikut dengan nya masuk ke dalam.. Mai berlari, meliat Marcel yg terlihat benar-benar sangat marah..
"Cel.. tunggu.. tunggu.. kau menyakiti Sherina...!! Marcel tunggu..!! dia tidak bersalah..!! Clara yg bersalah.. berhenti Marcel.. kau meyakiti Sherina... " teriak Mai.. Manaka merebut Sherin dari genggaman Marcel..
"Valen ajak kak Sherin ke dalam.. Bunda harus bicara pada Ayah kalian..!!" ucap nya, Valen menganguk. ia menggandeng tangan Sherin yg menangis dan mengajak nya ke dalam Kamar..
"Cel.. kau tidak bisa seperti ini..? apa salah anak itu..? apa dia tau, jika Claraitu ibu nya..? apakeinginan nya pergi ke tempat itu..? di tidak mengerti Cell.. Sherin hanya mengikuti Clara dan pengasuh nya, Bukan keinginan nya untuk pergi ke sana.." ucap mai..
"Kau kasar, kau tidak bisa memperlakukan Sherin seperti itu.. jika kau ingin marah, marah lah pada ku..!! aku yg lalai menjaga Sherin, dan aku yg kurang mengawasi nya.." ucap Mai..
"Kau tidak bisa berbuat sekasar tdi pada anak yg tidakk tau apa-apa.. kau tidak lihat dia ketakutan..? dia ttakut melihat mu.. dia anak kandung mu.. kau tega menyeret nya seperti tadi.." ucap Mai.
"Cell iya aku bersalah.. aku akui itu salah ku..!! tapi emang nya aku tau, jika Mbak irma itu mata-mata yg di kirim Clara untuk kita..!! aku hanya ingin menolong orang, dengan memberi nya pekerjaan.. aku tidak masalah, kau marah pada ku.. asal jangn pada Sherina.. lihat dia ketakutan.. dan mulai sekarang, aku tidak akan sembarangan menerima orang utuk bekerja di sini lagi.." ucap Mai
Marcel terdiam.. "duduklah , biar kau lebih tenang.. aku akan mengambil air minum untuk mu.."ucap Mai, dia pergi mmeninggal kan Marcel yg masih terlihat emosi... Mai membawa segelas air untuk Marcel, agar perasan nya bisa lebih tenang..
"Kau mau kemana..?" tanya Marcel.. Mai mmenghela nafas panjang.. "menenang kan Sherin..!! dia menangis di k amar nya..!! dia benar-benar ketakutan.. cel ingat yah .. kau tidak bisa melampias kan kemarahan mu pada Sherin lai seperti tadi.." ucap Mai.. Dia meninggal kan Marcel sendiri di ruang keluarga..
Mai masuk ke dalam kamar Sherina, dan langsung memeluk nya, yg bergetar menangis karena Ketakutan.. "Tenang sayang..!! sudah ya, jangan menangis lagi.. Bunda ada di sini..! Bunda tidak akan membiar kan Ayah mu melakukan hal seperti ini lagi pada mu.. bunda janji.." ucap Mai, memeluk Sherina..
**bersambung**