NADHIRA

NADHIRA
bab 271: tidak tau malu...



Rey tertawa mentupi kecanggungan nya, "Bunda.. bunda sudah siuman, aku bawakan baju ganti untuk bunda..?" ucap nya, Dhira tidak menjawab.. "kalian itu masih terlalu kecil untuk berpacara, apa lagi bermesraan... kalian tidak tau malu, ini di rumah sakit, kalian tidak bisa lakukan hal itu..?" ucap Dhira menatap tajam pada Rey..


"Bun.. maaf kan aku, aku tidak akan mengulangi nya," jawab Rey, mecium bunda nya, "sudahlah Nad, mereka sudah minta maaf, jangan marah lagi pada nya, mereka baru merasakan di mabuk asmara.." ucap leo terkekeh.. Dhira memutar mata malas, "kau selalu membela mereka," ucap Dhira..


Mawar merasa kikuk dengan keadaan ini, "Tante bagaimana keadaan tante? apa sudah lebh baik...?" tanya nya


Dhira tersenyum.. "sudah mendingan mawar, terima kasih sudah datang, mawar, kau harus hati-hati pada Reyka, dia hanya tukang gombal, seperti ayah nya..!!" bisik Dhira.. mawar terkekeh.. mengedipkan mata nya,


"bun.. kenapa bunda bersikap baik pada mawar, sementara pada ku, tidak..!!" ucap Reyka.. "kau genit.. bunda tidak suka.." ucap nya.. Rey terdiam.. cemberut, leo tertawa terkekeh..


"mas lihat, anak mu, sudah sama seperti mu, dulu genit... lihat tatapan mata nya, sangat menyebalkan,,, jika Rayna melihat mu, kau akan di tertawa kan oleh nya.." ucap Dhira..


"baiklah bun, aku tidak akan genit lagi.. selain pada mawar..!!" ucap Reyka, dia mengedipkan mata nya dan mengangkat kedua alis nya, membuat Dhira semakin kesal, "ya ampun mas.. anak mu itu...!!!" ucap nya semakin kesal


Leo tertawa terbahak-bahak rey dan mawar pun tertawa terbahak, "ya tuhan panjang kan umur ku agar aku bisa terus bersama mereka, aku ingin melihat senyum dan tawa mereka.." batin Dhira.. "aku tidak akan beri tahu siapa pun apa yg di katakan oleh doker hari itu, aku tidak ingin membuat mereka menghawatirkan aku, biar saja aku akan menyimpan nya sendiri.." batin Dhira "sudah jalan takdir ku aku harus menerima nya," fikir nya


waktu berlalu hari sudah malam.. Rey berpamitan untuk pulang, dia akan menginap di rumah mawar, hingga Dhira keluar dari rumah sakit, "aku pulang dulu bun, besok kami ke sini lagi.." jucap Reyka.. Dhira mengangguk.. "hati- hati di jalan Rey, jangan ngebut bawa mobil nya, kau harus menjaga mawar..!!'" ucap nya, Reyka mengangguk.. lalu pulang,


"anak kita, sudah besar mas dia tumbuh di tengah konflik keluarga kita, da juga harus kehilangan saudara kembar nya, dia sempat trauma dan tidak mau bicara, saat dia kecil dulu, aku merawat nya dengan hpenuh kasih, walau pun kami sempat terpisah dulu, tapi ikatan antara aku dan dia, sangat kuat mas, mas jika terjadi sesuatu pada ku, tolong jaga dia, rawat dia.. hingga dia mengerti arti dari kehidupan yg sesugguh nya, buat ia bahagia..!!" ucap Dhira..


Leo tidak mengerti yg di ucapkan Dhira, "aku akan menjaga nya, kau itu bicara seolah-olah kau akan pergi dan tidak akan pernah kembali.. Nad, jangan menyembunyikan sesuatu dari ku, jangan pernah pergi meninggalkan aku, kau tahu, aku tidak pernah bisa hidup tanpa mu.!! jangan berfikir untuk menghlang dan menjauh dari ku, aku akan mengejar mu hingga kau bosan dan kembali pada ku, jika kau menghilang tiba-tiba" ucap Leo..


Dhira memutar mata malas "kemana pun aku pergi kau pasti menemukan aku..!!"jawab nya malas, "tapi kau ttdak akan bisa mengejarku jika pergi di jemput Rayna..." batin nya, dia melihat Leo tertawa.. "jika sudah saat nya nanti, Rayna pasti akan menjemput ku.." batin nya,


......................


Dokter farhan menangani Dhira ketka rey membawa saat dhira pingsan itu, Dhira sempat tersadar sesaat.. sebelum para dokter membius nya, "bu Dhira sudah siuman..?" tanya farhan.. Dhira mengangguk.."jangan banyak bergerak dulu bu dhira, kepala mu masih terluka.." ucap farhan.. Dhira tediam..


"bagaimana kondisi ku dok, apa aku tidak apa-apa..?" tanya dhira, farhan terdiam.. "bu sebenar nya, kepala mu pernah cedera parah, dan dulu kau sempat di operasi pengangkatan tumor di kepala mu,!! aku sudah mengatakan pada dokter leo dulu, jika kau jangan sampai terluka lagi di kepala, terbentur pun kau tidak boleh, ini akan menjadi peradangan di dalam otak, akibat cidera yg parah.. kami menyebut nya megnitis...itu yg selalu aku khawatirkan bila bu dhira terluka kembali di kepala, yg bersangkut autkan dengan otak, dan sekarang setelah pemeriksaan ibu dhira, terjangkit menginitis peradangan otak di dekat tulang belakang.. itu dapat membahayakan nyawa bu Dhira, sebaiknya bu Dhira di rawat di sini untuk waktu lama.. jika perlu..!!" jelas farhan..


Dhira terdiam.. "dokter farhan tolong jangan beri tahu siapa pun tentang kondisi ku, aku tidak ingin membuat leo dan anak ku khawatir.. aku akan fikir kan untuk di rawat di sini, aku tahu menginitis tidak mudah untuk di sembuhkan.. aku pasrahkan pada Tuhan.. jika memang tuhan harus memanggil ku, aku sudah siap.. tolong jangan beri tahu siapa pun, entah itu leo.. atau kakakk ku, dokter sandy, aku tidak ingin membuat mereka sedih dengan kondi ku.. aku mohon dokter, babtu aku.." ucap Dhira.. farhan hanya terdiam.. "baiklah bu Dhira, saya akan merahasiakannya, tapi tolong fikirkan lagi tentang perawatan mu..!!" ucap nya.. dhira menganguk..


"menginitis... penyakit memtikan ada di dalam otak ku..!! apa aku tidak pernah di beri kesempatan untuk hidup.. tapi biarlah, biar tuhan yg mengatur semua nya..! batin Dhira..


"aku pasrakan semua nya pada tuhan, hidup dan mati ku.." batin nya..


tiga hari kemudian,


"Dokter,apa aku boleh pulang, aku bosan di sini.. lagi pula keadaan ku sudah mulai membaik,..!" ucap Dhira,


"tapi bu Dhira, masih dalam pengawasan kami, menginitis bukan penyakit yg main-main.. nyawa bu Dhira terancam.. dan jadi taruhan nya,,!!" jawab nya


"tapi aku sudah benar-benar baik-baik saja, aku ingin pulang dok, aku berjanji akan meminum obat ku secara teratur.." jawab Dhira.. "bu Dhira menginitis, itu bukan penyakit biasa, itu bisa kumat kapan saja, dan itu yg membahayakan bu Dhira, jika tidak di awasi dokter kami takut terjadi apa-apa pada bu Dhira" jawab nya, Dhira terdiam.. "kecuali jika..?" ucapan nya terhenti, "jika apa dok..?" tanya nya, "jika bu Dhira memberi tahu kadaan bu Dhira pada Dokter Leo, dia akan mengawasi bu Dhita walau pun bu Dhira tidak di rawat di sini..!!" ucap nya, Dhira terlihat berfikir.. "baiklah dok, nanti aku akan memberitahu nya, tapi izin kan aku untuk pulang..!!" jawab nya,


"bu dhira bisa berjanji..? akan langsung memberi tahu dokter leo tentang ini..?" tanya farhan.. Dhira meengangguk..


"baiklah, saya akan urus prosedur kepulangan bu Dhira, saya harap bu Dhira benar-benar menepati ucapan dan janji bu Dhira..!!" ucap Farhan, Dhira mengangguk.. "iya dok nanti saya yyg akan bicara pada nya," ucap nya..


**BERSAMBUNG**