NADHIRA

NADHIRA
bab 298 : DION ALEXANDER ROBITSON [BAG 2]



"Aku memiliki stempel perusahan milik ayah ku, dulu, seminggu sebelum kematian orang tua ku, ayah menngirim kan stempel itu pada ku, mungkin ayah sudah punya firasat buruk tentang ini, dia meminta ku untuk menyimpan nya,.." ucap Dion,


"dan ternyata memang benar, sebelum meninggal pun, ayah seolah memberi ku isyarat bahwa dia sedag di amcam oleh seseorang, dulu aku tidak berfikir pada paman ku, karena hubngan ayah dan paman terlihat baik tidak mungkin jika paman pelaku nya, aku selalu membawa stempel dan buku besar yg ayah miliki,.. kurasa itu akan berguna untuk menjatuh kan paman ku,.. akan ku kirim lagi mereka semua ke penjara"ucap Dion


"iya kita bisa jatuh kan dia lewat itu, aku sudah mengajak nya bertemu dengan nya beberapa saat lalu, tapi dia menolak nya, Gilbert pernah kalah tender melawan perusahan mahesa Grop dan aku berniat untuk mengajak nya kerja sama untuk menjatuh kan nya, tapi dia menolak.. kita bisa lakukan dengan ini, media harus ikut andil dalam hal ini, agar paman mu merasa terpojokan, dan membukti kan dia bersalah,.. tapi..?" ucap Leo berhenti bicara


"Tapi apa..?' tanya Dion, "kita harus lebih melindungi mawar, aku takut Gilbert dan ferolid mencelakai nya lagi,... kita harus menjauhkan mawar dari mereka, selama kau berperang dengan mereka, jauhkan mawar juga dari Andreas agar dia tidak bisa tterus menganggu nya, Andre punya file rekaman itu, aku takut itu bocor ke mediadaan akan lebih menghancurkan mawar nanti nya.." jawab Leo.


Dion terlihat berfikir, "baiklah, mungkin kita bisa mengirim mawar kembali ke kanada..?" jawab nya,. "jangan Kannada, Gilbert tau jika mawar pernah tinggal di sana, kita harus mmencari yg lain,.. yg Gilbert tidak pernah tau keberadaan nya.." jawab Leo.


"aku akan memikir kan nya.." jawab Dion,. "baiklah kita biisa mengancam dulu, mulai besok kau harus menunjukan siapa diri mu, Gilbert pasti mengenali mu..!!" ucap Leo, Dion mengangguk.. "baiklah.." jawab nya


sementara Rey membawa Mawar berjalan-jalan ke sebuah mol.. "kau suka itu..?" tanya Rey ketika mawar melihat sebuah boneka yg di pajang,.. "tidak aku tidak suka boneka..!! kau tau aku alergi bulu-bulu halus seperti itu..!!" ucap nya


Rey terdiam.. "kau mengingat sesuatu..? aku yakin kau pernah mengatakan ini sebbelum nya pada ku..!!" jawab Rey


Mawar terdiam.. dia terus saja berjalan di depan nya, Rey masih termenung memikir kan ucapan mawar tadi,..


"kau mau makan apa?" tanya Rey, "hmm pai coklat, jus jeruk dan spageti keju..!!" jawab nya, "baiklah aku akan pesan itu untuk mu,..!!! tunggu aku di sini..?" ucap Rey, mawar mengangguk..


Sambil menunggu makanan tiba Reyka menatap nya,. "katakan pada ku,.. kau sudah ingat semua nya kan..?" tanya Rey, mawar terdiam.. "jika aku ingat, boleh kah aku melupakan itu,.. semua nya, hal yg mengerikan itu,..?" jawab nya,


Rey terdiam.. "iya lebih baik kau melupakan nya, agar kau tidak terluka, tapi jangan berpura-pura lagi di depan ku, kau kehilangan ingatan mu, jika bersama ku jadi lah dirimu sendiri.." ucap Rey,.. mawar mengangguk.. "terima kasih karena telah mengerti aku,..!!" jawab nya, Rey tersenyum..


ke'esokan hari nya,..


Tap... tap... tap.. Dengan percaya diri nya Dion melangkah maju ke ruang Direktur utama, bersama Leo di samping nya,.. untuk saat ini Dion berpura-pura menjadi asisten dari CEO MAHESA GROP dan mengikuti Leo datang ke sana..


"selamat pagi pak Gilbert..?" ucap Leo.. mereka bertiga saling menatap,.. Dion menatap tajam pada paman nya yg kini berada di depan mereka,.. "akan aku pastikan kau jatuh dan membusuk di penjara bersama istri dan anak mu.. tunggu saja waktu nya" batin nya.. tatapan Dion menyimpan dendam an amarah.. gilbert terkejut meelihat kedatangan mereka pagi itu.


**BERSAMBUNG**