
Clara mendatangi kantor polisi yg menahan Atmaja disana.. di menatap hampa pada ayah nya, yg terkurung di sel tahanan.. dia terdiam.. "Kenapa Ayah melakukan nya? kenapa Ayah mencelakai Sherina...??? KENAPA ..?? APA AYAH BELUM CUKUP MENYIKSA NYA, DAN APA DENGAN AYAH MELAKUKAN ITU, BRYAN AKAN HIDUP KEMBALI? TIDAK AYAH..!!! BRYAN TIDAK AKAN KEMBALI.. APA YG AYAH LAKUKAN ITU UNTUK APA? DENDAM...? DENDAM APA? ANAK ITU TIDAK BERSALAH... KITA YG BERSALAH... AKU YG MEMBUANG NYA DARI DIA BAYI, AKU MENGIKUTI KEINGINAN AYAH.. WALAU PUN AKU TIDAK BAHAGIA..!! AKU MENINGGALKAN LAKI - LAKI YG AKU CINTAI DEMI AYAH... TAPI SEKARANG APA? AYAH MEMBUNUH ANAK KU... MEMBUNUH SHERINA... GADIS KECIL ITU MASIH SANGAT KECIL.. DIA TIDak MENGERTI APA PUN..DIA BAHKAN TIDAK MENGENAL AKU INI IBU NYA, DIA TIDAK TAU JIKA AYAH ITU KAKEK NYA? DIA TIDAK TAHU ITU!! TAPI AYAH MERENGGUT NYAWA NYA, DAN AYAH TIDAK ADA PENYESALAN TENTANG ITU.. AYAH SEOLAH BANGGA TELAH MELAKUKAN NYA.. AKU MEMBENCI AYAH... AKU TIDAK MAU MELIHAT WAJAH AYAH LAGI.. AKU TIDAK AKAN PEDULI PADA AYAH, AYAH AKAN DIAM DI PENJARA INI SEUMUR HIDUP AYAH.. HINGGA AYAH MENINGGAL NANTI.. RASA BERSALAH AYAH YG AKAN MENGHUKUM AYAH... APA BRYAN MENGINGINKAN INI UNTUK KAKEK NYA?? TIDAK AYAH, AYAH MENGHANCURKAN DIRI AYAH SENDIRI..!!!'' ucap Clara sambil menangis.. dia berlari meninggal kan Atmaja di sana..
"kau jahat.. Sherina anak ku satu-satu nya, kau bunuh dengan begitu sadis... aku tidak akan pernah kembali lagi ke sini.. aku akan melupakan mu, aku tidak ingin mempunyai ayah seperti mu..." batin Clara, sesaat saat meninggal kan nya
Sementara di rumah sakit...
"Clara. terlihat sangat sedih tadi... aku kasihan pada nya..'' ucap Mai... Marcel hanya melirik nya... "mungkin itu sebuah hukuman untuk nya, rasa bersalah nya tidak akan pernah hilang sampai kapan pun... dia bahkan tidak pernah memeluk putri nya, dan sekarang dia hanya bisa memeluk nisan Sherina... penyesalan selalu datang terlambat... jika aku sembuh nanti,. aku akan menemui Atmaja, akan aku pastikan dia mendapat kan hukuman yg berat..." ucap Marcel..
Mai mengangguk.. "Kau benar.. saat aku bertemu dengan nya, dia bahkan tidak menunjukan rasa bersalah nya, dia terlihat puas.. aku benci melihat wajah nya.. bagaimana bisa Sherina memiliki kakek seperti dia..'' ucap Mai..
"Aku bersyukur, Sherina tidak pernah mengenal, dia.. bahkan jika Sherina masih hidup pun, aku tidak akan pernah mengizin kan nya bertemu dengan Atmaja.." ucap Marcel.. Mai mengangguk..
"Dimana Valen..! aku tidak melihat nya datang menjenguk ku?'' tanya Marcel... Mai terdiam.. ''dia di rumah bersama pengasuh nya.. nanti aku akan membawa nya ke sini... dia sedih setiap hari .. dan terus menanyakan Sherina..''. ucap Mai...
Marcel terdiam.. "Valen pasti sangat sedih.. setiap hari mereka selalu bersama, tidak ada yg memisahkan mereka.. tapi sekarang, dia sendiri..'' jawab Marcel...
Mai mengangguk..
''Aku berharap Valen tidak sedih terlalu lama.. aku akan membawa nya besok ke sini, untuk bertemu dengan mu... mudah-mudahan dengan bertemu dengan ayah nya, Valen sedikit terhibur.." ucap Mai... Marcel mengangguk...
bersambung