
Satu bulan berlalu, keadaan Dhira sudah jauh lebih baik... dia mulai menata kembali hidup. nya, dia harus bertahan demi rey... berusaha untuk membahagiakan Rey..
Dhira meminta Rizal agar dia bisa kembali bekerja, di singapura, dia tidak ingin ada di sini... pinta nya..
"Hari ini kau cek up dulu ke rumah sakit, aku akan mengantar mu!! bila keadaan mu sudah benar-benar pulih kita akan kembali ke singapore,!!" ucap Rizal.. Dhira hanya bisa mematuhi Rizal, sekarang..
Dhira menggandeng Tangan mungil Rey, menyusuri rumah sakit itu, menemui dokter yg menangani nya dulu.. untuk cek up.. "Keadaan bu Dhira sudah lebih baik, jadi kau bisa bepergian jauh..." ucap nya, Dhira tersenyum lalu berpamitan..
"Kau tau, Dokter leo mengundurkan diri dari rumah sakit ini, kemarin.. hari ini dia kemari untuk mengambil barang-barang nya!!" ucap salah satu perawat yg berbincang di samping dhira..
"Oh mungkin karena kejadian itu, tapi itu bukan kesalahan nya, " jawab yang lain nya.. "Entah lah..!!" jawab nya..
Dhira tidak sengaja mendengar nya.. "Rey mau bertemu ayah?" tanya nya.. Rey mengangguk.. tapi rey mengalami trauma akibat kejadian itu,, jiwa nya terguncang karena melihat Rayna tertembak di depan nya, kini Rey tidak mau bicara, dia diam seribu bahasa,
Dhira mendatangi Ruangan Leo.. terlihat Leo yg tertunduk Lesu .. di meja nya, sampai dia tidak mendengar seseorang masuk ke ruangan nya, kotak-kotak besar di letakan di atas meja nya, Leo benar-benar mengundurkan diri dari rumah sakit itu..
"Mas..!!" panggil nya, namun leo tidak menjawab dia bahkan tidak mendengar panggilan Dhira.. Dhira mendekati nya menyentuh nya dengan tangan nya, tapi leo tetap tidak bergeming..
Mata nya tertutup rapat.. Dhira menyentuh Dahi Leo.. "badan nya benar-benar panas" batin nya.. Rey menatap sedih pada ayah nya.. "Le...!! mas leo?" panggil nya berkali-kali.. namun leo tidak membuka mata nya..
Dhira memanggil para perawat yg ada di luar, untuk membantu Leo.. membawa nya ke ruang perawatan..
"Sepertinya Leo tertekan.. hingga membuat nya jadi seperti ini, sejak kematian anak nya dan kau menghilang, dia menutup dirinya" jelas nya. Dhira hanya terdiam..
Dhira menunggui nya sampai leo sadar, dia tidak bicara apa pun.. menatap nya hampa.. "Kenapa jika kau tersiksa, kau melakukan itu .. menyakiti aku, menghianati aku, jika saja kau tidak bertemu dengan Andin, kau tidak tergoda pada nya, Rayna masih bersama kita!! keluarga kita bahagia, sebelum kau bertemu dengan wanita itu!! kau tahu aku sangat membenci mu, sulit untuk ku bertemu dan berhadapan dengan mu, aku kehilangan anak ku.. putri ku .!! yg ku jaga, yg ku urus dari dia kecil... tidak dari dia masih dalam kandungan ku, aku benar-benar menyayangi nya... aku masih belum dan tidak bisa melupakan nya, melupakan mu..." ucap nya terbata sambil menangis tersedu-sedu...
"Tapi melihat mu seperti ini, aku terluka... kita sama -,Sama kehilangan.. kau tetap ayah nya, Bangkit lah, Rayna tidak ingin melihat ayah nya menghancur kan diri sendiri seperti ini ..
kau juga masih punya Rey, dia membutuhkan mu..!! rey sama terguncang nya dengan mu, dia melihat kematian kakak kembar nya di hadapan nya, sampai sekarang dia tidak mau bicara... aku tidak kuat menahan ini sendirian.." isak nya . tangis nya pecah. .
Dhira berdiri dan meninggalkan leo .. dia berlari menahan Air mata nya, Rey menunggunya di mobil.. bersama Rizal.. Dhira berlari menyusul nya.. dan meninggalkan rumah sakit..
Leo mendengar semua nya, dia membuka mata nya, sesaat setelah Dhira meninggalkan kamar perawatan nya...
hatinya sama-sama terluka, semua salah nya, kebodohan nya, dia menghancurkan diri nya dan keluarga nya sendiri..
"Maafkan aku... maafkan AYAH ray..." Lirih nya . "Aku tidak pantas mendapat maaf mu, benci lah aku sampai luka hati mu menghilang, semua memang salah ku.. " ucap nya sendiri..
**bersambung**