NADHIRA

NADHIRA
Bab 151: kau tidak menepati janji mu (Season 3)



Rizal berjalan menyusuri lorong, rumah sakit, sesekali memperhatikan jam di tangan nya, "Aku harus mengurus cabang di jakarta, Ryan juga belum datang..." batin nya, tibalah dia di satu pintu sebuah kamar, dan masuk..


"Ra... aku harus pulang dulu, urusan kantor tidk bisa di tinggal kan, cepatlah sadar Ra, si kembar merindukan ibu nya" ucap nya.. seraya berpamitan.. Rizal pun bergegas pergi... sudah beberapa hari dia di sini, tapi belum sedikit pun dia bertemu dengan Leo..


Leo hendak memeriksa keadaan Dhira dua berjalan bersama Fadly, dan tidak sengaja berpapasan dengan Rizal.. "Kak Rizak, kau di sini?!" tanya nya.. Rizal sebenar nya malas jika harus bertemu Leo.. bagi nya Leo seorang pembohong..


Leo terlihat menghampiri Rizal, dan menjabat tangan nya, tapi Rizal tidak menggubris nya, "Bisa kita bicara" ucap Rizal datar.. "Tentu, Dly tolong berikan suntikan itu pada Dhira" ucap nya, tanpa menaruh curiga.. Fadly mengangguk.. dan pergi meninggalkan Leo dan Rizal..


"Ada apa kak?!" tanya Leo.. Rizal menatap nanar pada Leo..


"Kau masih bertanya ada apa? kau tidak ingat janji mu untuk melindungi Nadhira, kau tidak ingat apa pesan Angel beberapa tahun lalu, kau akan menjaga nya.. membahagiakan dia, tapi Apa? kau menyakiti nya, menghianati nya,? bisa - bisa nya hidup tenang dan tidak merasa bersalah pada nya, kau tidak menepati janji mu,!! kau anggap apa Nadhira,? dia ibu dari anak-anak mu.. istri mu? kau bahkan tidak memandang nya" ucap Rizal tanpa jeda..


Leo terdiam.. "Ya aku memang salah kak, aku bersalah.. aku bodoh sudah melakukan kesalahan itu, aku menyesal, aku ingin kembali pada nya, aku sangat membutuhkan dia kak..." ucap Leo..


"Baru menyesal sekarang? saat kau melakukan kesalahan itu, kau di mana? kemana fikiran mu, terlebih kau menghianati Dhira dengan wanita yg sudah menyebab kan Adik mu meninggal,? kau tidak ingat Rindu..? Rindu Velia, adik perempuan mu yg meninggal secara tidak adil.. sekarang kau menghianati istri mu dengan wanita itu? aku sudah sangat lama ingin bicara ini pada mu!! aku bahkan ingin menghajar mu, namun apa!! Dhira selalu menahan ku.. dia mencintai mu Leo.. kau benar-benar tidak punya hati.. aku tidak menyangka, kau melakukan ini pada nya,!!" ucap Rizal penuh Amarah...


"Ini.. kau harus lihat ini..!! ini kamera yg Rindu pegang samai akhir hidup nya, kau harus menangkap wanita itu, dan menangkap teman nya!! Mereka yg menyebabkan Rindu meninggal..., aku mendapatkan nya, ketika aku membersih kan barang-barang Rindu di Belanda beberapa waktu lalu.." ucap Rizal, memberikan sebuah flashdis pada leo..


"Maksud Ka Rizal? kematian rindu bukan karena bunuh diri?!" tanya leo tidak percaya, "Lihat saja sendiri Le.. kau akan mengetahui nya.." ucap nya meninggalkan Leo ..


...----------------...


Fadly menyuntikan obat yg tadi leo perintahkan.. dia tersenyum licik.. "Selamat tinggal Nadhira...!! kau akan pergi ke neraka, satu suntikan saja akan membawa mu ke tempat yg berbeda, kau sudah bertahan selama ini.. saat nya kau melepaskan semua nya..." batin nya..


Fadly menukar obat yg di berikan Leo dengan obat yg dia bawa, "Andin pasti senang karena kau akan segera Mati.. kau tidak akan bisa melewati hari ini.." ucap nya..


"Bergabunglah bersama Velia di sana.." bisik nya, seraya menyuntikan obat itu pada selang infus Nadhira..


Arwah Velia melihat semua nya, "Bagaimana ini..!! bagaimana aku menolong nya, menolong kakak ipar ku? bagaimana cara nya.." ucap nya sendiri.. Velia berusaha untuk mencegah Fadly, dia berupaya untuk menyentuh seelang itu, tapi usaha nya sia-sia..


Velia berlari mencari Leo.. dia ingin memberitahu leo jika Dhira dalam bahaya, "Abang... abang... tolong ka Dhira bang... tolong dia.." ucap nya sambil menangis, tapi Leo melewati nya begitu saja "Ada apa? kenapa dia tidak bisa melihat ku? dulu dia bisa melihat Roh seperti ku, kenapa sekarang tidak bisa!!" ucap nya,


Leo pergi menemui Dhira.. ketika dia membuka pintu itu Dhira berdiri di hadapan Leo.. terlihat Velia mengikuti leo dari belakang.. Dhira tersenyum pada Velia.. mereka bertiga saling berhadapan...


Tubuh Dhira kejang.. Detak jantung nya semakin melemah.. leo terkejut melihat nya, Dia berusaha menolong nya, Darah terus keluar dari Hidungnya..


TIIIIIIIITTTTTT.... suara mesin yg menghubungkan pada jantung Nadhira berhenti.. Jantung nya tidak lagi berdetak..


beberapa kali Leo menekan bel berusaha untuk memanggil perawat untuk membantu nya, mereka berlari menyusul Leo..


Sandy yg baru saja datang, terkejut melihat kegaduhan yg terjadi. segera dia menyusul para perawat itu..


Brak... Sandy membuka pintu kamar Dhira.. dia melihat Dhira berdiri di samping tubuh nya, yg sedang leo tangani, "Tidak Ra.. kau tidak bisa meninggalkan anak-anak... mereka membutuhkan mu!!" ucap Sandy, yg ikut menolong Dhira..


Leo sudah melakukan yg terbaik... ketika si kembar yg tiba-tiba saja berlari masuk menangis melihat Keadaan bunda mereka yg benar-benar akan meninggal kan nya..


suster lain berusaha menghalau si kembar dan membawa nya keluar.. "Bundaaa... bundaaa..." tangis mereka pecah...


Tiba-tiba saja cahaya putih menghampiri.. dan menarik tangan Dhira, wajah Dhira terlihat Sedih.. "Kau akan meninggalkan mereka kak!!" ucap Velia... "Lihat mereka menangis, kau tega!! kak tolonglah, jangan meninggalkan mereka!!" teriak Velia...


Dhira menatap hampa pada tubuh nya, "AKU INGIN HIDUP... KU MOHON AKU INGIN HIDUP, AKU INGIN MEMBESARKAN ANAK-ANAK KU, AKU INGIN MENJAGA DAN MERAWAT MEREKA, TOLONG BERI AKU KESEMPATAN SEKALI LAGI.. AKU INGIN HIDUP..." ucap nya, tangis nya pecah... ketika melihat si kembar memberontak.ingin melihat bunda mereka..


Leo dan Sandy ssudah berupaya, kaki mereka melemas, ketika seluruh usaha tidak bisa membuat Dhira kembali... leo berjalan gontai .. menggandeng putra putri nya, membawa nya masuk...


"Anak-anak... peluk lah bunda kalian" ucap leo menahan tangis nya... si kembar berhamburan memeluk Nadhira... menangis di pelukan nya,


Keajaiban terjadi Roh Dhira kembali pada tubuh nya, dan detak jantung nya kembali ... Untuk sekian Detik Dhira membuka mata nya... melihat anak-anak nya... lalu kembali tidak sadarkan diri nya...


"Bundaaa..." teriak nya... memilukan semua orang yang ada di sana..


Sandy memeriksa keadaan nya, "Le kita harus mengangkat tumor nya, lakukan operasi nya, aku tidak ingin Dhira seperti kejadian Tadi.. kita harus menyelamat kan nya" ucap Sandy...


Leo terhentak, kejadian tadi membuat nya hilang akal dia hampir kehilangan Dhira, untung nya Dhira berhasil di selamatkan walaupun detak jantung nya masih sangat lemah..


"Ya.. ayo lakukan... kita harus menyelematkan nya" ucap Leo..


"Aku tidak ingin kehilangan mu Ra.. aku ingin kau hidup.." batin nya.


Tingg... ponsel nya berdering, sebuah vidio, terkirim ke ponsel nya, rekaman CCTV yg memperlihat kan kejadian kecelakaan Dhira hari itu... "ANDIN...". geram nya...


**Bersambung**