NADHIRA

NADHIRA
Bab 144: Aku tidak takut padamu (Season 3)



"Benarkah bun kita kembali ke Indonesia..!!" ucap Rey.. Dengan senang.. Dhira mengangguk.. "Iya kita tinggal lagi di sana, tapi kita tidak kembali ke rumah Ayah kalian.." jawab Dhira ..


"Tapi kenapa bun? aku merindukan ayah .." jawab Ray.. Dhira tidak menjawab, "mungkin sudah waktu nya dia memberitahu anak-anak tentang perpisahan mereka.." batin nya..


"Nanti jika kita sudah di indonesia, bunda akan jelaskan sesuatu nya pada kalian" jawab Dhira menenangkan..


Berbeda dengan Rey, dia tidak memberi jawaban apa pun, perlahan Rey mengerti apa yg sebenar nya terjadi pada orang tua mereka.. Dia tidak ingin merengek seperti Ray karena itu hanya akan membuat bunda nya sedih..


Dhira terlihat melamun.. "Aku bingung harus menjelaskan apa pada anak -anak ku?!" fikir nya, Rey menatap bunda nya, "Bun.. kenapa? bunda terlihat sedih?!" tanya nya.. Dhira menatap nya lalu tersenyum.. "Bunda tidak apa-apa nak!! Rey tidak tidur nak?!" ucap nya, Rey menggeleng, "Bun ga apa-apa kok kami ga tinggal bersama ayah pun, kami ga ingin melihat bunda sedih.. Rey ga mau lihat bunda menangis lagi.." ucap nya..


Tidak terasa, air mata nya menetes.. tapi Dhira menyembunyikan nya Dari Rey.. dia tidak ingin melihat Rey ikut bersedih.. "Tidurlah nak, sebentar lagi kita sampai!!" ucap nya, Rey mengangguk.. Dhira mengelus pipi gadis kecil nya itu..


Beberapa saat kemudian mereka sampai, Dhira langsung saja membawa anak-anak nya ke penthouse yg Rizal ucap kan, Dhira sengaja belum memberi tahukan kedatangan nya, pada semua orang, dia ingin menyiapkan hati nya agar tidak terlihat lemah, bila bertemu dengan Leo dan Andin ..


......................


"Wah ini Rumah kita Bun?!" ucap Rayna kagum.. ketika dia terbangun dan langsung berlari keluar mengagumi keindahan penthose itu.. Dhira mengangguk.. "Kau suka?" tanya nya.. Ray mengangguk .. "Bunda akan sibuk hari ini, bunda harus mencarikan sekolah untuk kalian, sementara kalian tinggal lah dulu bersama Tante Mai!!" ucap nya..


Rey mengangguk.. "Tidak bisakah kita bersama ayah bun?" ucap Ray.. Dhira terlihat berfikir.. "Jika tidak di izin kan, pasti Rey akan sedih..!!" fikir nya.. "Hmm baiklah bunda akan mengantar kan kalian!!" ucap nya.. Rey hanya terdiam..


Dhira mengetuk Ruangan leo.. "Masuk" ucap Leo, Dhira melangkah kan kaki nya masuk membawa anak kembar nya,


"Dhira..!! Ray rey..!!" ucap leo.. mereka berlari memeluk Leo..


Leo menyambut mereka,


"Bund pergi dulu ya sayang.." ucap Dhira berpamitan..


mereka mengangguk .. Dhira dengan cepat meninggalkan kantor Leo..


"Itu Nadhira!! untuk apa dia di sini? pasti Leo?!" ucap Andin yg tiba-tiba saja ada di Rumah sakit, melihat nya dari kejauhan.. dia segera menghampiri Nadhira.. "Untuk apa kau menemui suami ku!!" teriak nya, Dhira tidak menghiraukan nya dia terus berlalu meninggalkan Andin..


Andin terus mengejar nya, menarik tangan nya "Jawab kalau aku bicara?!" ucap nya, Dhira memutar mata malas, dia menghempaskan tangan Andin.. "Iya kenapa memang nya jika aku bertemu Leo? apa masalah mu,?! dia ayah dari anak-anak ku!!" jawab Dhira lantang..


Andin menjambak Rambut DHIRA.. "kau berani melawan ku Hah..!! kau tidak takut pada ku,?" ucap nya..


Dhira mendorong Andin.. "Aku tidak takut pada mu.. ! minggir!!" ucap Dhira, dia mendorong Andin.


Andin terlihat marah.. dia berlari mengejar Dhira dan mendorong nya ke tengah jalan.. di depan Dhira terlihat mobil yg melaju kencang... "mati saja kau Dhira wanita gila!!" teriak Andin..


Dhira terhuyung ke depan mobil itu.. BUUKKK.... tubuh nya tertabrak.. terpental jauh.. terguling tergeletak di hadapan Andin yg tertawa puas melihat nya..


UKHUUK...Dhira memuntahkan Darah segar.. dia menatap pada Andin sebelum kehilangan kesadaran nya.. "REYNA.. RAYKA.." lirih nya sebelum pingsan..


"Mati kau.." ucap Andin sebelum melarikan Diri...


**Bersambung**