NADHIRA

NADHIRA
Bab 14: Dhira di mana kamu..??



"Buk.. Dhira sudah tidak bisa lagi bertahan... Dhira harus pergi.. bukan tempat Dhira lagi di sini..!!" ucap Dhira pada ibu nya.. "Tidak nak.. ibu belum siap kehilangan kamu..!!" jawab nya..


Namun tiba-tiba saja Dhira menghilang dari pandangan ibu nya.. "Nadhiraaaa!!!!" teriak ibu nya, dia terbangun dari tidur nya.. "ah, cuma mimpi.. sudah berapa hari ini aku tidak menjenguk Nadhira..!!" ucapnya..


"Jam berapa ini.. kenapa Mai belum juga pulang.. sudah larut malam.." ucapnya mencari keberadaan Mai. "Mai, jika kaka mu melihat ini.. dia pasti sangat sedih.. kenapa kau jadi seperti ini nak..!! aku tidak bisa mendidik anak-anak ku..!!" batin nya..


Terdengar pintu di buka oleh seseorang.. dan dia masuk ke dalam.. "Mai.. dari mana kamu.. ini sudah malam, kau baru pulang..!!" tanya nya..


Mai tidak menjawab.. dia berlalu masuk kedalam kamar nya, tampa memperdulikan ibuk nya.. "Anak itu.. selalu tidak menganggap ku..!!" batin nya..


ke'esokan hari nya..


Dhira sudah stabil keadaan nya, dan pihak Rumah sakit, sudah tau jika Cindy dan Dina yg memotong selang oksigen Dhira.. pihak Rumah sakit, telah melaporkan nya pada polisi.. dan kini mereka akan menangkap Cindy dan juga Dina..


Dhira telah di beri izin, untuk keluar dari rumah sakit, dan di rawat secara husus oleh Leo dan Sandy, alasan mereka membawa nya tentu untuk melindungi nya dari orang-orang macam Cindy..


Tujuan awal mereka Adalah menolong Dhira si Arwah penasaran.. Agar dia bisa kembali ke tubuhnya..


namun sudah seharian ini, dari dia di pindahkan.. Leo atau pun Sandy tidak melihat.. Dhira masih terjebak, dalam tubuh nya .


Ryan yg bergabung bersama mereka, menunggu Dhira bisa keluar dari tubuh kona nya, mereka bertiga tidak mengerti mengapa sampai saat ini arwah Dhira belum juga nampak pada mereka..


"Mungkin keadaan Dia sangat lemah.. atau mungkin, dia tidak bisa keluar dari tubuh nya..kita tunggu saja, sampai besok.. semoga besok Dhira bisa muncul di hadapan kita.." ucap Sandy Leo mengangguk..


Sementara di sekolah..


Anak-anak lain terkejut melihat polisi yg datang ke sekolah mereka.. seluruh siswa dan siswi di sana di mintai keterangan.. soal insiden Nadhira..


Cindy dan dina nampak ketakutan.. karena memang mereka yg membuat Dhira hampir kehilangan nyawa.. mereka tidak menyangka bahwa pihak Rumah sakit membawa ini ke jalur hukum..


"Gimana jika kita di tahan ndy..!!" ucap Dina..


"tidak, jangan khawatir.. papi gue pasti nolongin kita... lu jangan keliatan panik.. nanti para polisi itu mencurigai kita...!!" jelas Cindy..


jam istirahat pun tiba,. polisi mulai mengeledah tas milik siswa lain nya.. mereka mencari barang bukti,.yg mungkin masih di simpan pelaku yg mencoba membunuh Dhira..


tiba saat Cindy yg di periksa tas nya..


polisi itu tidak menemukan apa-apa.. tas nya kosong .. hanya beberapa buku yg ada di dalam tas nya..


Cindy tersenyum licik.. Rupanya semua barang bukti, sudah dia buang.. dia berharap polisi tidak dapat menemukan nya . senyuman yg terlihat di wajah Cindy, nampak jelas, "pasti,.. yg berbuat seperti itu adalah Cindy,.. " ucap Riza...


**bersambung**