
Ryan kembali ke Rumah, "Nad... aku pulang" ucap nya memanggil Dhira, tapi Dhira tidak menjawab nya, "Kemana istri ku!!" batin nya, dia menaruh jas di atas sofa dan mencari Dhira ke dalam..
Rincik air terdengar dari dalam kamar Mandi.. "Oh dia lagi mandi.. pantas tidak mendengar ku" ucap nya sendiri..
Terlihat ponsel Dhira yg di simpan nya di atas nakas..
"Ini hp Dhira!! apa aku menelepon Leo dari sini!!" batin nya ..
Ryan mengambil ponsel Dhira mencari kontak Leo, dan mencoba untuk menghubungi nya, namun Ryan terkejut, melihat foto yg di pajang di kontak profil Whast up Leo, dia memajang foto keluarga nya, saat dia masih bersama Dhira,
Ryan mencoba mengerti posisi nya.. "Leo tidak mungkin mudah melupakan Nadhira.." batin nya..
Ryan menghubungi Leo melalui hp Dhira, tidak lama setelah panggilan itu terhubung, Leo mengangkat nya..
"Ya Ra.. ada apa?" tanya nya, "ini aku Ryan...!! bisa kita bicara?" tanya nya.. Leo terkejut, dan melihat di layar ponsel nya, nomor siapa yg menghubungi, dia takut jika Ryan salah faham pada nya..
"Oh iya Ryan ada apa?" tanya nya canggung.. "Apa kau bisa kembali ke indonesia, terjadi masalah di sini!!" ucap Ryan tanpa basa basi .. Leo terlihat berfikir.. "Apa yg terjadi? masalah apa?" tanya nya.. "Aku tidak bisa menjelaskan di telepon, yg jelas Dika menginginkan HARTA yg kau titipkan pada ku untuk Rey!!" ucap Ryan..
"Baiklah aku dan kak Rizal menunggu kedatangan mu!!" jawab Ryan.. lalu memutus telepon itu..
Dhira telah selesai mandi, dia mencari ponsel nya, "Di mana hp ku..!! tadi aku menaruh nya di sini!!" batin Dhira sibuk mencari.. Tiba-tiba saja Ryan masuk membawa Ponsel Dhira, "Mencari ini?" tanya nya Dhira mengangguk. "Kenapa bisa ada pada mu,? dan kapan mas pulang!!" tanya nya meraih ponsel nya..
"Aku tadi meminjam nya, untuk menghubungi Leo?!" jawab nya, sambil membuka pakaian nya, "Leo? untuk apa?" tanya Dhira heran.. "Dia harus membantu ku untuk mengurus Dika yg akan mengakuisisi Kenedy group..!! aku menyuruh nya pulang" jawab Ryan..
"Lalu apa dia akan datang?" tanya nya.. Ryan mengangguk.. "Dia bicara seperti itu dia akan datang, tapi dia meminta untuk merahasiakan kedatangan nya" jawab Ryan.. Dhira tidak menjawab, dia sibuk mengeringkan Rambut nya..
"Mas sudah makan? mau aku siapkan makanan!!" tanya nya.. Ryan heran dengan sikap dhira, dia tidak marah ketika Ryan membuka ponsel nya tanpa izin nya.. "Kau tidak marah pada ku?" tanya nya.. Dhira menggeleng... "Marah kenapa? untuk apa?" tanya nya.
"Aku tadi membuka ponsel mu tanpa izin Ra!!" jawab nya heran.. Dhira menatap nya, "Aku tidak marah, tidak ada yg aku rahasiakan... jika kau ingin membuka ponsel ku lagi silahkan saja" jawab nya cuek...
"aku bukan orang yg akan mempermasalah kan itu, tidak penting, kau percaya pada ku pun itu sudah cukup..!! tidak ada yg di rahasiakan di dalam ponsel itu!! mas Ryan itu suami ku, aku tidak menyimpan apa pun di sana!! kau bebas.." jawab nya.. Ryan tersenyum.. "Aku fikir kau akan marah pada ku, ternyata tidak" ucap nya ...
**Bersambung**