
Malam hari nya setelah Leo pulang dari rumah Ryan..
dia terlihat nampak bingung.. dengan apa yg Ryan ucap kan.. dia tidak mengerti dengan perasaan nya, dia senditi pun tidak tau.. perasaan yg dia rasakan pada Dhira itu perasaan yg seperti apa..
Sementara Dhira dia lebih memilih berjalan-jalan sendiri di tengah malam.. Angel sudah beberapa hari ini tidak ada, jadi Dhira tidak bisa bertanya apa pun lagi pada nya, Angel hanya akan datang jika Sandy dan Ryan datang ke Rumah dokter Leo..
Dia menyusuri jalanan sepi.. dan mendatangi Rumah ibu nya, yg tidak terlalu jauh dari rumah Dokter leo.."jika saja pada saat itu ibu nya bisa di hubungi.. mungkin dia akan tau tubuh ku ada di mana..!!" fikirnya..
"pergi kau dari sini.. aku tidak ingin lagi melihat mu.." teriak Mai.. dia terlihat mendorong keluar seseorang dari dalam rumah itu.. "Ada apa.. Apa kah preman itu datang lagi?!". fikir Dhira..
"kau tidak merindukan Ayah Mai...!! ayah merindukanmu dan ibu mu..!!" ucap nya.. Dhira terkejut melihat lelaki yg kini ada di depan nya.. "Ayahh.. itu ayah..,!!" ucapnya..
"Rindu... Cuuih.. aku tidak pernah merindukanmu, kau bukan ayah ku.. mana ada ayah yg membunuh anak nya sendiri..!!" teriak Mai.. "Dengar .. aku tidak melaporkan mu pada polisi karena ibu yg meminta nya pada ku... setidaknya kau harus punya perasaan bersalah mu pada kakak ku..!!" teriak Mai sambil menangis..
"Sudah ku katakan pada mu.. aku tidak sengaja membunuh NADHIRA.. dia yg membawa mu kabur dan ayah sangat marah pada nya..!!" jelas pak Burhan..
"kakak ku melindungi ku dari laki -laki brengsek seperti mu..!! jika malam itu kakak tidak mengajak ku pergi.. mungkin aku juga sudah kau bunuh" ucap Mai..
"Baiklah.. baik... gue pergi.. dasar kau anak durhaka... kau tidak pernah tau Dhira itu siapa... aku melakukan ini untuk mu dan ibu mu juga... anak bodoh..!!" ucap nya sambil berlalu..
"Mak-maksud mu apa..!! apa yg aku tidak tau tentang Kakak ku... heei... jelaskan padaku..!!" teriak Mai.. namun pak Burhan tetap berlalu tidak mendengar kata-kata Mai..
"Apa lagi yg kalian sembunyikan dari ku.." lirih Dhira.. aku ini siapa.. kenapa keluarga ku banyak menyembunyikan hal yg tidak pernah aku tahu..!!" ucapnya.. sambil menangis.. "Aku harus mengikuti Ayah..
Mai terduduk di tanah... "Apalagi yg ibuk dan aysh sembunyikan dari ku.. kenapa ka Dhira..kenapa ini begitu tidak adil untuk nya..!! kenapa hidup ka Dhira selalu menderita...!! sekarang di mana ka Dhira.. apakah dia nasih hidup.. atau dia sudah meninggal kan ku sendiri..!!" fikirnya.. air mata nya tidak henti keluar..
"Tuhan.. aku mohon pertemukan lagi aku dengan kak Dhira.. jika dia masih hidup.. tolong jagalah dia... di mana pun kak Dhira berada .!!" lirih Mai..
Sementara itu.. Leo masih memikirkan ucapan Ryan.. tanpa dia sadari Dhira tidak ada di sana.. terdengar suara alat-alat yg menempel pada tubuh Nadhira.. bersuara keras.. dan menyadarkan leo dari lamunan nya.. dia segera berlari masuk ke kamar Dhira.. detak jantungnya melemah.. "Tidak Dhira.." ucap Leo..
**bersambung**