NADHIRA

NADHIRA
Bab 74: pertemuan



Dhira pergi meninggalkan ruangan Sandy.. perasaan nya berantakan.. seseorang yg selama ini dia. tunggu kedatangan nya, ternyata menyakiti hati nya..


"Jadi dia benar-benar tunangan..!" batin Dhira..


Airmata yg dari tadi dia tahan, akhirnya keluar.. dia berlari keluar dan pergi dari rumah sakit.. Dhira lupa bahwa dia datang bersama Tasya.. dia pergi begitu saja..


"kenapa sakit sekali..!! aku ga ngerti perasaan ku..


dia mau tunangan dan menikah, harus nya aku tidak peduli.. kenapa begini...!!" ucap nya sendiri..


"ini benar-benar sakit..!!" lirih nya..


Dhira terus berjalan, tanpa tau arah yg dia tuju..


dia terus mengikuti kemana kaki nya melangkah..


tiba-tiba saja dia menabrak seseorang di depan nya..


dan mereka saling menatap..


Buuk.. "Maafkan aku..!!" ucap nya, Dhira tidak melihat siapa yang dia tabrak.. "Kak Dhira..?" panggil nya..


Dhira menoleh dan melihat pada suara yg memanggil nya..


"Maai..!!" ucap Dhira... mereka saling berpelukan..


"aku merindukan kakak... aku senang bertemu lagi dengan kakak..!!" ucap Mai..


"kakak mau kemana..? kenapa ka Dhira ada di sini?" tanya Mai.. "aku hanya berjalan-jalan.. saja Mai.. kenapa kau ada di sini?" tanya Dhira..


"kosn aku di daerah sini kak, ayo ke rumah ku..!!" ajak Mai.. Dhira mengangguk..


Dhira pergi ke rumah yg tidak jauh dari rumah sakit tempat Sandy Bekerja.. "Jadi kakak tinggal bersama keluarga kakak sekarang..?" ucap Mai.. ketika mereka sampai di rumah nya..


"iya.. tapi dari mana kau tau Mai..!!" ucap Dhira..


"ibuk.., ibuk sudah menceritakan semua nya padaku.. dan aku membencinya sekarang... aku pergi meninggalkan Rumah.. seminggu setelah Ayah meninggal..!! ibu bilang, aku dan kaka bukan kaka beradik.. jadi ibu membiarkan kakak, dan pergi meninggalkan kak Dhira.. aku sangat marah.. karena ibu menerima uang dari orangtuanya Cindy..!!" jelas Mai..


"Tunggu maksudmu? ayah meninggal!! dan ibu menerima uang dari Cindy... aku tidak mengerti!!" ucap nya.. "Tunggu.. apa Keluarga kaka tidak memberitahu kejadian saat kakak koma dulu ..?!" tanya Mai..


Dhira menggeleng..


"Ketika kakak koma dulu. Cindy dan teman-teman nya mencoba membuat kakak celaka, Cindy menggunting selang oksigen Kaka.. dari kejadian itu, aku tidak pernah bertemu dengan kakak.. sampai suatu hari aku dan ibuk bertemu dengan Dokter yg menangani kakak dan salah satu dari mereka itu teman dari kak Angel.. yg baru Aku tau dia juga kakak ku.. dari situ aku tau.. kau dan aku beda ayah.. dan ibuk baru menceritakan nya padaku.. ibu memilih meninggalkan kak Dhira bersama keluarga kakak.. tapi kesalahan ibuk, dia menerima uang dalam jumlah yg banyak.. dari orangtuanya Cindy... akibat Cindy di penjara karena ulah nya pada kakak.. mereka ingin Cindy di bebaskan.. dan ibu mencabut tuntutan nya.. dengan memberikan ibuk uang yg sangat banyak... dan aku tidak habis fikir .. ibu menerima uang itu.. dan mengajak ku pergi..!! tapi aku memilih untuk pergi meninggalkan nya.. aku KECEWA pada ibuk.. dia bisa berbuat seperti itu pada kakak...!! aku membencinya..!!" ucap Mai..


Dhira menangis mendengar nya.. "aku tidak menyangka.. ibuk begitu menginginkan uang.. sampai dia tega menggantikan aku dengan uang.." ucap nya..


Dhira tidak mengerti mengapa jalan hidup nya seperti ini..


"kak.. lupakan lah masalalu mu.. kau kini memiliki keluarga yg menyayangi mu.. hiduplah bahagia bersama mereka.. lupakan sakit mu kak.." hibur Mai..


Dhira terdiam.. hatinya terlalu sakit untuk menerima semua kenyataan...


**bersambung**