NADHIRA

NADHIRA
bab 362: Aku tidak akan kembali..



Ke'esokan hari nya, Dika berjalan mendekati Sekolah Valen dan Sherin, dia menunggu kedatangan, Mainaka yg pasti akan mengantar kan anak-anak nya ke sekolah.. "Semoga aku bisa bertemu Dengan Valentina.. sebelum aku pergi,.." batin nya..


Tidak lama kemudian Mobil Maaka terlihat memasuki parkiran gedung sekolah itu, Dika perlahan mendekat.. dia mengetuk kaca mobil pengemudi.. Mai terkejut melihat nya..


"Dika.." batin nya..


Mai membuka pintu mobil nya dan keluar, menghampiri Dika.. Dika tersenyum elihat nya,. Valen langsung berlari memeluk nya.. "papa Dika..!!!" ucp nya, Dika langsung menggendong nya.. dia menciumi pipi Gembil Valentina..


"Kau sudah sembuh Mas..?" tanya Mai Datar.. Dika mengangguk.. "Sudah aku sudah tidak apa-apa..!!" jawab nya,


"Valen kau hars masuk kelas mu..!! Ayo bunda Antar ke dalam.." ucap Mai..


Valen menggelengkan kepala nya, "Aku masih ingin bersama Papa Dika..!!" jawabb nya.. Raut wajah Mai berubah kesal.. "Valen jangan membantah.." ucap nya.. Valen hnya mentap pada Dika..


Dika tersenyum.. "Bunda mu itu benar.. ku haus masuk kelas mu..!! nanti jika papa Dika ada waktu lagi, papa akan mengunjungi mu lagi.." ucap nya, Valen terdiam.. ia menuruti perkataan Dika.. Dika menurunkan nya dri gendongan nya.


"Valen kau harus jaga kesehatan mu, ya.. turuti perkataan, Bunda , jangan nakal, dan kau harus rajin belajar ya, biar menjadi anak yg pintar.." ucap nya mengelus rambut Valen..


Mai memutar mata Malas... "Ayo Valen.. masuk..!!" ucap nya, Mai menarik tangan Valen dan Sherin agar mereka mengikuti nya masuk.. Dika hnya enatap nya..


"Mai... Aku kan pamit pada mu, dan Valen.. aku akan ke Amsterdam dan tidak akan kembali lagi ke sini.. tolong jaga anak ku, jangan membuat nya membenci aku.. aku sudah mendapatkan hukuman ku untuk semua kesalahan ku yg sudah aku perbuat.. tidak apa-apa jika kau membenci ku, tapi jangan buat Valen ikut membenci ku juga.. aku masih Ayah nya.. aku juga menyayangi nya.." ucap nya..


Mai berhenti dan memandang nya, "Jika kau mau pergi,. pergi saja.. tidak berpamitan pun aku tidak apa-apa, aku bersyukur kau pergi, agar tidak ada yg mengganggu ku dan Valen lagi.." ucap nya ketus...


Dika tersenyum.. "Baiklah, Aku mengerti.." ucap nya.. Dika pergi meninggal kan tempat itu.. "Aku tahu, Luka mu, tidak mungkin bisa sembuh hanya dengan ucapan Maaf saja dari ku..!!! setidak nya, aku sudah menemui Anak ku, melihatt nya unuk terakhir kali nya.. Mai tolong jaga dia... aku percaya, kau bisa menjaga dan membesar kan nya dengan Baik.." batin nya..


"Aku memang bersalah, aku terlalu jahat pada mu, wajar jika kau membenci ku.. aku menerima nya.." batin Dika.. Dia pergi jauh meninggal kan Mainaka dan juga Valen..


Mai hanya menatap nya.. "pergi lah, dan jangan muncul lagi di hadapan ku, jangan lagi menganggu hidup ku ddan anak ku.. aku akan memastkan jika Valentina melupakan mu.. dia tidak akan pernah ingat memiliki Ayah Bajingan seperti diri mu.." batin nya.. entah kenapa, Air mata nya menetes melihat kepergian Dika.. "Kau masa lalu ku, yg sedang berusaha aku lupakan.." batin nya, dengan cepat dia menghapus air mata nya...


**bersambung**


'