
Grace termenung sendiri.. "Antonio ga pernah melupakan itu!! sekali pun aku sudah menjadi milik nya" ucap nya Sendiri..
"Aku harus mencari Leo, sebelum Antonio yg menemukan nya duluan!!" batin nya.
"Seharus nya aku biarkan dia mati saja dulu, jika tau Leo akan merebut segala nya dari Dika.." batin nya... Grace melangkah keluar, dia mencari asisten nya, "Kemana Indra...!! kenapa dia tidak terlihat!!" batin nya sambil terus mencari..
"Indraaa!!!" panggil nya.. berteriak . Seorang lelaki berbadan kekar menghanpiri.. "Iya nyonya!!" jawab nya terengah-engah..
"Kau dari mana aku dari tadi mencari mu!!" bentak nya,
"Maaf nyonya, saya dari Toilet" jawab nya terbata..
Grace memutar mata malas... "Alasan saja kamu!!" jawab nya..
"Ah sudahlah, Indra kau harus cari Leo!! segera temukan dia, sebelum Tuan yg menemukan dia!!! mengerti!!" ucap Grace penuh penekanan, Indra mengangguk... "Bawa dia ke hadapan ku" ucap nya lagi.. "Baik nyonya..." jawab Indra.. segera dia pergi menuruti perintah Grace..
"Pokok nya harus aku yg duluan menemukan Leo, jika perlu aku yg menghabisi nya,tidak peduli, dia anak ku atau bukan, semua yg ada di sini, harus Dika yg miliki bukan Leo..
jika itu bisa membuat Dika di anggap keberadaan nya oleh Antonio apa pun akan aku lakukan" batin nya.
Indonesia.#
"Bagaimana kabar Rey nad? kau sering menghubungi nya?" tanya Ryan.. Dhira terdiam.. "Sebenarnya beberapa hari lalu Mas Leo menghubungi aku!!" jawab nya berhati-hati..
"Leo? di mana dia sekarang? bagaimana kabar nya?" tanya Ryan..
"Rey tinggal bersama nya di Kanada!! ternyata selama ini Mas Leo ada di Kanada!! dan tidak sengaja bertemu dengan Rey!! dia bertanya pada ku, apa boleh Rey tinggal dengan nya,,? dan aku mengizinkan nya," jawab Dhira
"Mas Ryan tidak marah?" tanya Dhira.. Ryan menggeleng,,
"Engga untuk apa aku marah!! Leo ayah nya, dia lebih berhak .." jawab nya.. Dhira tersenyum.. "Nad, bagaimana bila kita juga berlibur!! kak Rizal menyuruh kita datang ke singapure..!! kau sudah lama tidak keluar kan, kita harus berlibur sesekali" ajak nya.. Dhira tersenyum "baiklah..!!"jawab nya
"Dhira nampak tak bahagia, aku mungkin memiliki ,raga nya tapi jiwa dan hati nya masih milik Leo... dia masih menyimpan Rapi perasaan nya untuk Leo..!! aku belum bisa menyentuh nya,, sudah tiga tahun, sejak kejadian itu, Dhira tidak pernah tersenyum lagi pada ku" batin Ryan.
"Ra, apa kau bahagia bersama ku?" tanya Ryan tiba-tiba..
Dhira menatap nya.. "Aku bahagia mas,!! kenapa menanyakan itu?" tanya nya.. "Tidak, aku hanya bertanya" jawab Ryan kembali melahap makanan nya..
"Mas, kau jangan memikir kan hal yg aneh-aneh pada ku,!! aku tau tatapan mu itu!!" ucap nya.. Ryan terkekeh.. "tidak nad, sudah lanjut kan saja makan mu,!!" jawab nya .. Dhira menyimpan Sendok nya, Dia berjalan mendekati dan duduk di pangkuan Ryan..
Ryan menatap nya menelan Saliva nya dengan susah payah...
Dhira mendekatkan wajah nya pada Ryan, nafas nya saling beradu.. Tuk... jari - jari lentik Dhira menyentil Dahi Ryan..
Dhira tertawa puas... "Maka nya jangan berfikiran buruk pada ku!!" ucap nya, Ryan memegangi Dahi nya..
"Kau sengaja menggoda ku? kau ingin Si joni bangun dari tidur nya? kalau dia bangun, kau akan merasakan lebih dari pada ini...!!" ucap Ryan menggoda, Dhira tidak peduli, dia berdiri dan akan kembali ke kursinya..
Ryan menarik Tangan Dhira hingga Dhira terjatuh lagi di pelukan nya Ryan mendekatkan wajah nya, Lalu dia mencium Dhira...!! ciuman itu semakin dalam.. Dhira dan Ryan larut dalam permainan mereka...
Nafas nya terengah-engah, Hasrat mereka menyatu dalam satu ciuman.. "Tunggu aku pulang dari kantor ya, biar kau merasakan kemarahan Si Joni pada mu, karena kau tadi telah menyentil ku..!!" ucap Ryan sambil berlalu ... Dhira hanya tersenyum usil...
**Bersambung**