NADHIRA

NADHIRA
bab 274: Bandung



Rey menatap pada gedung Rumah sakit yg akan di tempati nya, "aku akan magang di sini, aku tidak akan pulang ke jakarta sebelum selesai, dan jika tidak ada urusan di sana, aku akan tinggal di sini bersama bunda saja" batin nya,


"Reyka.. kau sudah datang , kenapa tidak langsung masuk kedalam..?" ucap Sandy yg tidak sengaja bertemu dengan nyaa di depan rumah sakit,


"ini baru saja aku akan masuk om.." jawab nya, "aku akan mengenalkan mu pada seluruh tm rumah sakit di sini, dan pada dokter yg lain nya, di sini juga ada beberapa dokter maganng saama seperti mu, tapi mereka dari kampus dan universitas dari bandung, hanya kau y g magan di ssini dan dari jakaarta..!!" ucap sandy, Rey tersenyum..


"tapi kenapaa proses nya di percepat om..? seharus nya aku baru inggu depan mulai magang di sini?" tanya nya,


"kami kekurangan dokter Rey, maka nya aku mempercepat kau dansupaya kau cepat belajar.." jawab nya,


"Ayah mu itu, dulu jenius.. dan pintar sama seperti mu, dia bekerja di sini dulu, lalu setelah menikah dia pidah ke jakarta.." ucap sandy, Rey hanya mengangguk.. "sudah ayo masuk, kia akan sibuk mulai sekarang,,!!" ucap Sandy, reyka mengikuti sandy di belakang nya,


Sandy memperkenal kan Reyka pada semua orang di sana, "baiklah, semoga kalian semua bisa bekerja sama mulai sekarang, jangan salinng membedakan antara sesama dokter, dan ajari Reyka," ucap sandy.. yg di setujui semua orang.


Hari demi hari Reyka di sibuk kan oleh pekerjaan nya di rumah sakit itu, dia bahkan jarang pulang ke rumah, dia memilih untuk tidur di rumh sakit karena kesibukan nya..


diasedikit melupakan mawar, sejak malam itu, dia tidak menghubungi mawar lagi,


Hari ini Leo mendatangi Reyka di bandung, dia merindukan putra dan Dhira.. si reyka itu.. dia tidak inngat aya nya atau bagaimana?, sudah satu bulan dia tidak mennghubungi aku sama sekali,!! sesibuk apa sih dia?" ucap leo sambil menyetir mobil nya,


"kakak tidak tau, Kak Ryan sudah menikah lagi..?" tanya mai, yg hari itu ada di apart Dhira, Dhira menggeleng, "aku tidak lagi tau tentang dia,terakhir aku bertemu dengan nya saat aku di rumah sakit dulu..!! hingga sekarang aku belum bertemu lagi, biarlah mai, itu sudah keputusan nya," jawab Dhira..


Leo datang tidak memberi tahu dulu pada dhira, dia mengendap-endap masuk kedalam berniat untuk mengejut kan Dhira. tapi malah da yg terkejut mendengar uccapan Dhhira pada mai,


"maai aku mau memberi tahu mu sesuatu, tapi kau harus berjanji jagan memberi tahu siapa pun termasuk padda Reyka dan mass leo.." ucap nya, Mai terdiam .. "ada apa kak..?" jawab nya,


"Sebenar nya kondisi ku tidak baik-baik saja, makanya aku lebih memilih untuk diam di sini sendiri.." ucap nya


"aku tidak ingin mas leo dan Reyka tau tentang kondisi ku yg sebenar nya, sebenar nya aku terkena penyakit MENGITIS.... itu yg diucap oleh Dokter Farhan.. ketika aku di rawat dulu, dan itu bisa kapan saja mengambil nyawa ku, dia bilang, jika aku terluka lagi di kepala, maka otak ku akan mengalami peradangan yg di sebut menginitis.. itu bisa terjadi kapan saja, penyakit itu bisa merenggut nyawa ku kapan saja,"jelas nya


"Aku takut terjad sesuatu pada mu kak, lbih baik au memberi tahu mereka, kembali lah pada kak Leo, biar dia merawat mu kau jangan menyimpan sakit mu sendian kak" ucap nya,


Leo terdiam,, dia tidak percaya dengan yg dia dengar.."kenapa dia menyembunyikan ini sendirian..dia tidak tau bagaimana perasaan ku bila tiba-tiba saja kau pergi?" batin leo.


Dia keluar dan mencoba menghubungi farhan.. "benarkah Dhiraa terkena menginitis? seperti yg kita takut kan dulu?" tanyaa leo melalui sambunngan telepon ya, "iya, aku sudah bicara padda bu Dhira agar dia memberi tau mu..?" ucap nya,


"apa istri mu tidak memberi tau mu? aku sejujur nya menghawatirka dia, kau tau mengitis bhingga saat ini belum ada obat nya, ddan kecil kemungkinan pasien akan sembuh" jawab farhan.. Leo terdiam.. dia benar-benar terkejut, dan langsung menutup telepon nya


Leo masuk ke apart nya dia menghampiri Dhira, dan langsung memeluk nya, dengan erat.. "mas kapan kau datanng? kenapa tidak memberi tahu ku jika akan datang,,?" tanya dhira..


Leo tidak menjawab apa-apa.. dia hanya ingin memeluk nya,


"mas ada apa?" tanya nya, Leo tetap terdiam, "kembali pada ku, jadi istri ku hidup lah berama ku hingga waktu yg memisahkan kita, kau masih mencintai ku, aku pun sama, sudah tidak ada lagi yg memisahkan kita atau pun yg menghalangi kita, ryan sudah menikah.. lalu kau mau menungggu apa lagi? aku ingin hidup bahagia bersama mu nad..!!" jawab nya..


Dhira terdiam.. "aku tidak bisa..! aku tidak bisa kembali lagi pada mu, jika wakttu ku cuma sebentar,, kau mendengar ucapan ku tadi pada mai kan? aku tidak mau membuat mu sedih, bila kita kembali, aku yg akan pergi lalu meninggalkan mu lagi dan lagi..!!" jawab nya.


"aku tidak ingin itu terjadi, aku tidak ingin ada penyesalan di hidup ku.. bila aku harus tiba-tiba pergi untuk selama nya, itu akan membat mu semakin terluka, mass kau harus cari wanita lain yg bisaa membuat mu bahagia.. yg bisa menemani mu selama nya, aku tiddak bisa mas.. hidup ku tiddak lama lagi, RAyna akan menjemput ku" jawab nya..


"kau itu bicara apa? kau tidak akan pergi.. kau aka tetap di sini, bersama ku, kau lupa aku ini seorang dokter, anku tau cara untuk mengobati mu..aku tidak ingn kehilangan mu lagi di hidup ku sekalipun aku harus kehilangan mu, tuhan yg akan bisa memisahkan kita,," ucap nya,


"kenapa kau sembunyikan itu? kau fikir dengan kau menyembunyikan ini dan terjadi sesuatu pada mu, semua akan baik-baik saja? bagaimana dengan ku? bagaimana reyka? apa kau fikir kami akan baik-baik saja bila kau tiba-tiba saja pergi?" ucap Leo


Dhira terdiam.. "kau akan membuat kami mengalami rasa bersalah seumur hidup kami, dengan tindakan mu.. kau mau itu terjadii? apa kau akan tenang bila terjadi hal seperti itu..?" ucap Leo.. Dhira menangis Leo memeluk nya erat..


"jangan melakukan lagi hal bodoh seperti ini lagi nad..!!" ucap Leo.


*BERSAMBUNG**