
Mai sudah berada di tempat yg baru.. dia langsung mulai bekerja di sebuah perusahaan milik Kenedy group.. yg di pimpin langsung oleh Rizal Andrian Kenedy.. jauh dari kota Jakarta.. dan juga jauh dari Dika..
"Hidup ku baru sekarang.. aku akan memulai nya tanpa memikirkan apa pun.. aku harus fokus bekerja, dan jangan membuat malu kak Tasya dan suami nya.." batin Mai, sesaat sebelum memasuki kantor baru nya..
Mai sudah, menghubungi Dhira, dan memberitahu keberadaan nya, Tapi Mai meminta agar Dhira tidak memberitahu pada Dika.. Mai tidak ingin berurusan lagi Dika, dia akan berusaha untuk melupakan Dika..
Perasaan nya pun, belum terlalu dalam.. Jika Dika lebih memilih Fariza, dia tidak akan menghalangi nya, Mai berfikir hubungan yg mereka jalani adalah sebuah Kesalahan untuk Mai, lebih baik menjauh dan pergi, dari pada dia tidak di harfai sama sekali..
"Mai kau hebat hari ini.. pak Rizal sangat senang dengan kinerja mu.." ucap Salsa.. salah satu teman yg baru mai kenal di perusahaan baru nya bekerja..
Mai tersenyum..
"Tidak salah bila pak Rizal memilih mu Mai, memang hasil gambar mu bagus.. kau pintar.." ucap salsa kembali.. "Sudahlah jangan terus memuji ku Sa.. aku jadi malu.. desain mu juga ga kalah bagus dari ku.. kau hebat.." ucap Mai.. mereka saling memuji..
Satu bulan sudah Mai bekerja di perusahaan Desain salah satu cabang milik Kenedy group.. dan semua orang yg ada di sana, sangat senang dengan hasil kerja Mai.. mereka sering memuji pekerjaan Mainaka..
"Akhirnya aku pulang juga..!! aku lelah sekali hari ini.." ucap Mai, dia merebahkan tubuh nya di atas sofa.. mengambil ponsel yg dari tadi tidak di sentuh nya.. dan mulai membuka salah satu media sosial nya..
Beberapa berita di media sosial nya menunjukan foto-foto yg Dhira bagikan.. tentang kegiatan si kembar yg mulai masuk sekolah.. Mai tersenyum di buat nya.."aku rindu mereka.." ucap Mai..
"Jadi si Dika akan menikah..??!" ucap Mai.. "Sudahlah Mai.. lupakan dia.. jangan kau lihat lagi media sosial nya,kau hanya akan terluka.." batin nya.. Mai menyimpan kembali ponsel nya.. dia berusaha menghilangkan Dika di fikiran nya..
"Semudah itu dia melupakan aku,"Batin nya..
"Oke Mai.. kau juga harus memulai hidup baru mu.. meniti karir mu.. tidak perlu memikirkan hal yg tidak penting.. lupakan Dika.." Batin Mai menyemangati diri nya Sendiri..
Tiing... Sebuah pesan masuk di ponsel nya..
..."Mai, apa kabar mu..?! aku sangat merindukan mu.. aku harap kau mau segera menghubungi aku.." ...
isi pesan tersebut.. "Sudah mau menikah juga.. masih saja mengirimi aku pesan.. apa aku blok aja no Si Dika..?!" batin Mai.. dia mengabaikan pesan tersebut..
dan berlalu untuk membersihkan Dirinya..
"Aku sudah melupakan mu.. jangan ganggu aku lagi.." balas mai,, sesaat sebelum nomer handphone Dika dia blok.. "Aku ingin hidup ku Tenang.. aku akan berusaha membalas jasa mu dan mengembalikan uang yg dulu kau beri, agar aku tidak merasa terbebani oleh hutang budi ku" batin Mai.. lalu dia tertidur..
**Bersambung**