NADHIRA

NADHIRA
Bab 148: Dia mungkin sudah mati (season 3)



Sudah beberapa hari sejak Dhira kecellakaan.. Andin terlihat tenang.. dia tidak banyak memberontak pada Leo.. hari ini Leo membawa si kembar ke rumah nya, "sebenar nya aku hawatir jika dia membawa nya kesana, wanita itu benar-benar sudah gila" batin Sandy saat mengizin kan leo membawa si kembar..


"Kau sudah datang?" ucap andin melihat kedatangan Leo.. tapi Leo tidak menggubris nya, dia membawa anak-anak nya masuk.. ray terlihat takut melihat Andin.. "ayah.." ucap nya menarik ujung baju Leo..


Leo tersenyum.. "Tidak apa-apa sayang, ayah hanya mandi, lalu kita akan pergi lagi, tunggulah sebentar ya Ray.." ucap Leo mereka mengangguk dan menunggu di ruang tamu..


Andin mendekati mereka, "Kenapa kalian ikut ke sini?" tanya nya, Ray tidak menjawab, dia terlihat takut.. "Kami ingin bersama ayah, lagi pula dulu ini rumah kami!!" jawab Rey lantang..


"Anak ini, sama seperti ibu nya" batin Andin.. "anak manis, sekarang ini adalah rumah ku.. kalian harus sopan pada ku, aku yg akan menggantikan ibu mu!!" ucap nya, membuat si kembar Takut..


"Apa maksud mu..? bunda kami..? kami tidak mau punya ibu seperti mu!!" jawab Rey.. Andin tersenyum.. "Anak manis, ibu mu mungkin sudah mati, hanya saja ayah kalian tidak memberitahu kalian.. ingat ya, mungkin dia sudah mati sekarang!!" ucap andin.. tersenyum Licik..


Si kembar menangis, berlari keluar.. menunggu leo di dalam mobil, "Bagus, kalian tidak akan pernah berani datang lagi kesini.." batin nya..


Leo selesai membersihkan diri, dan bersiap untuk mengantarkan anak-anak bertemu bunda mereka.. "Di mana anak-Anak ku?" tanya Leo ketika melihat ruang tamu itu kosong..


Andin tertawa puas, "Lihat itu sayang mereka menangis ketakutan.." ucap nya pada bayi nya.. Leo menarik tangan nya dia tidak menghiraukan anak yg andin gendong..


Andin tertawa.. "Aku mengatakan pada mereka yg sebenar nya,!! kalau ibu mereka telah meninggal" jawab Andin.. Leo terlihat sangat marah "Kau gila.. pergi dari sini.. kenapa kau masih di sini, ingat kita sudah bercerai .. cepat kemasi barang mu jika tidak aku akan mengegeret mu keluar" ucap nya .. mendorong Andin keluar dari rumah itu..


Leo mengemasi barang Andin dan anak nya, dan melemparkan nya ke wajah andin.. "Pergi...!;" teriak nya.. mengusir Andin.. "Apa yg salah? dia memang sudah mati.. tidak akan ada yg menggoda mu lagi, kita akan bahagia" ucap nya..


Leo benar-benar marah .. dia menarik tangan andin dan membawa nya keluar. "Pergi..." teriak nya.. Leo mengunci pintu rumah nya, dan menghampiri si kembar yg menangis,


Leo menenangkan si kembar.. "Tidak akan ada yg terjadi pada bunda kalian, ayah janji ayah akan membuat bunda kalian sehat dan kembali pada kalian lagi" ucap nya menenangkan..


"Tunggu dulu, dari mana Andin tau jika Dhira sakit .. aku tidak pernah membicarakan nya" batin nya. "Mungkinkah? tidak mungkin.." fikir nya.. leo terlihat menghubungi teman nya..


"Tolong cari tau tentang Andin, satu minggu yang lalu, kemana dia pergi dan apa yg dia lakukan.. laporkan pada ku secepat nya, juga periksa CCTV yg ada di sekitar rumah sakit, temukan penyebab istri ku celaka.." ucap nya pada orang itu lalu menutup telefon nya..


**Bersambung**