NADHIRA

NADHIRA
Bab 128: Perubahan (season 3)



Hari berganti bulan.. Leo tidak lagi sehangat dulu, Dia selalu saja pulang terlambat sama seperti malam - malam sebelum nya. atau bahkan Leo tidak pulang semalaman..


Setiap di pertanyakan Leo selalu menghindar dia tidak pernah mau menjawab... "Kau tahu.. aku belakangan ini sangat sibuk.. sehingga aku harus tidur di rumah sakit.." bentak nya pada Dhira.. dan nembuat takut anak -anak.


"Mas kau bisa tidak bicara pelan - pelan saja, tidak perlu berteriak..!! kau mengagetkan si kembar..!!" jawab Dhira berusaha untuk menenangkan si kembar yg menangis ketakutan..


Leo tidak menjawab, dan pergi meninggalkan mereka.. Dhira hanya terpaku melihat nya..


"Ada apa dengan mu mas..!! kau berubah!!" batin nya..


Ke'esokan hari nya setelah mengantar Anak-anak ke sekolah, Dhira mampir ke rumah sakit, berniat ingin mengajak leo untuk makan siang bersama..


Dhira menyusuri lorong dan. pergi ke ruangan leo, saat dia akan masuk terdengar suara leo yg sedang asik berbincang di dalam.. Dhira menunggu sampai suami nya selesai bicara...


Celah pintu ruangan itu sedikit terbuka, terlihat seorang wanita yg berdiri di belakang leo, dan memeluk nya, Dhira tidak percaya dengan Apa yg dia lihat.. Tapi leo terlihat sangat nyaman..


Wanita itu mendekat dan mengecup bibir leo sekilas,. dengan tersenyum leo membalas nya, Dhira melihat nya dengan jelas.. hati nya benar-benar terluka.. "Dia menghianati ku!!" batin nya,. air mata nya tidak sanggup lagi dia tahan..


Dhira tak sanggup lagi berdiri, dia melangkah kan kaki nya masuk dengan susah payah menahan air mata nya dan memaksa kan diri nya untuk tersenyum.


Leo terkejut dengan kedatangan Dhira, Wanita. tadi hanya menatap puas pada nya, "Eh sayang dia siapa?" tanya wanita itu..


Dhira tersenyum... "Aku istri nya..!! tolong lepaskan tangan mu dari suami ku..!!" jawab Dhira lantang..


Andin langsung melepaskan tangan nya, dan duduk di pangkuan Leo.. "Untuk apa kamu ke sini Ra?" tanya nya, Dhira tersenyum sinis..


"Apa tidak boleh aku mengunjungi suami ku?" tanya nya,,. menahan sakit nya..


"Sayang, mumpung dia ada di sini.. lebih baik kau beri tahu saja pada nya siapa aku!!" ucap Andin. "Tidak sekarang Din.." bisik leo.. "Kalo begitu aku yang akan memberitahu nya, kalau kau tidak mau!!" ucap Andin..


Dia berjalan mendekati Dhira, dan berhenti di depan nya, "Nyonya Mahesa, perkenal kan, gue istri nya leo.. lebih tepat nya gue istri ke dua nya leo!!" ucap Andin tanpa ragu,. dan tanpa memikirkan. perasaan Dhira,


Air mata yg dari tadi dia tahan menetes dengan sendiri nya, Dhira menatap wanita itu tajam.. lalu pergi begitu saja, meninggal kan Leo di sana..


Andin hanya tersenyum puas... "Seharus nya kau tidak bicara pada nya..!!" bentak leo yg tidak berupaya mengejar Dhira..


"Sudah waktu nya dia tahu, kau tidak bisa terus sembunyikan aku!!" jawab nya,


Dhira berlari keluar, dan menabrak Sandy dan kalila.. "Tante Dhira?!" ucap Kalila.. Dhira terkejut dan menghapus air mata nya cepat..


"hmm.. kalila, kenapa kau ada di sini?" tanya nya... "Dia bersama ku Ra.. kenapa kau bertengkar dengan Leo?" tanya Sandy yg ada di belakang kalila,


Dhira terdiam.."hmm... tidak kak, aku hanya telat menjemput si kembar..!!" jawab nya menutupi.. "Kalau begitu aku pergi dulu kak..!" ucap nya pergi meninggal kan mereka,.


"pih.. seperti nya Tante Dhira menangis tadi, aku melihat nya menghapus air mata nya!" ucap Kalila... Sandy hanya terdiam.. dia sudah menduga nya, "Sudahlah ayo kita masuk, papi cuma sebentar mengambil file ke om Leo saja kok.." ucap sandy menenangkan putri nya,


Dhira menghela nafas panjang, berusaha untuk menenang kan diiri nya, dia tidak ingin anak-anak nya melihat kesedihan nya,


"Bundaa...!!" teriak rey... yg berlari ke arah nya,


Dhira tersenyum memeluk kedua anak nya..


"Bund.. Ray mau makan ayam goreng..!!" Rengek nya.. Dhira tersenyum.. "Ayo kita beli ayam goreng dulu ya sebelum pulang.." ucap Dhira,. si kembar kelihatan sangat senang mendengar jawaban bunda mereka..


......................


Hari berlalu, malam pun tiba, anak-anak sudah tertidur dengan pulas, Dhira mengedap-endap keluar dari kamar putra putri nya, dia termenung sendiri..


Mengingat apa yg terjadi pada nya hari ini.. Leo pun. tidak menghubungi nya sama sekali, dDada nya terasa sangat sesak, dia menangis sendiri dalam gelap nya malam..


Dhira tertidur di sofa, dia kelelahan menangis, Leo melihat nya dan menggendong nya memindah kan ke dalam kamar...


di hapus nya air mata yg membasahi pipi Dhira..


Dhira terbangun, dia melihat leo tertidur di samping nya, dia menatap suami nya, hati nya semakin bergetar. "Mas benar-benar menikahi nya?" tanya Dhira..


Leo menatap nya, lalu mengangguk pelan, "Maafkan aku Ra, tapi Dia seseorang aku nanti selama ini..!!"jawab nya. Dhira terpaku mendengar jawaban leo..


"Lalu aku? kau masih mencintai ku? jelas kan pada ku...!" ucap nya, Dhira mulai kehilangan kendali nya, "Aku mencintai mu, tapi aku tidak bisa kehilangan dia lagi.. aku memperdulikan mu dan anak-anak ku.!!" jawab leo.


Dhira menghela nafas panjang, Dia sudah tidak lagi bisa bicara,, "Baiklah aku mengerti, Tinggalkan aku. kau harus memilih salah satu di antara kami," ucap Dhira.


Leo termenung.. "aku tidak bisa memilih, aku tidak bisa kehilangan Andin atau pun kau dan juga anak-anak.. tidak akan ada yg aku tinggalkan. aku akan berusaha untuk adil..." jawab nya tanpa memandang wajah Dhira..


"Untuk apa aku hidup dengan orang yg sudah tidak lagi mencintaiku? orang masih ada wanita lain di hati nya!!" jawab Dhira.. dia pergi berlalu dan lebih memilih tidur dengan si kembar.


Malam itu Dhira menangis sejadi nya tanpa suara, dada nya terasa sangat sesak. "Aku harus pergi dari sini jika memang Leo tidak bisa memilih antara aku atau wanita itu.." Batin.nya,,


"Kak tolong pesankan aku tiket ke singapore..!! dan tolong urus surat perceraian ku... nanti aku jelas kan ketika aku sudah sampai di sana!!" tulus Dhira , dia mengirim pesan pada Rizal...


"Sudah kaka pesan kan Ra.. pesawat mu berangkat besok siang, dan pagi ini surat cerai mu akan di kirim ke sana" balas Rizal..


"Terima kasih kak..!! tolong jangan beri tahu siapa pun!!" ucap nya.. Rizal hanya membalas sebuah emotikon.


"Jika kau tidak bisa memilih.. aku yg akan pergi,." batin nya,..


**bersambung**