NADHIRA

NADHIRA
Bab 254: bisakah kau berjanji...?



Keesokan hari nya Dhhira sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta dia mendengar ucapan Mai bagaimana pun dia harus menyelesai kan masalah nya, biar pun dia terlihat menghindar tapi dalam hati nya dia tidak ingin jika ini terus berlarut-larut,


"Aku pulang mai, aku akan coba bicara pada nya, ika ini bisa diperbaiki, aku akan memberikan nya satu kesempatan lagi aku tidak akan membiarkan di menyentuh wanita lain lagi selain aku..!!" ucap nya,


"sebenar nya dia itu cemburu tapi dia tidak ingin mengakui nya, kak akui saja bila kau itu mencintai kak ryan kau tidak bisa menyembunyikan perasaan mu,"batin mai melihat kepergian Dhira..


"huuffft...apa keputusan ku ini benar, apa aku siap bertemu dengan nya, bagaimana bila dia lebih memilih wanita itu? dan bukan aku?"batin nya "apa mas ryan masih mencintai aku..? apa dia sudah bosan pada ku, sehingga dengam mudah nya dia mendekati wanita lain!!!" bain nya


"aku tidak akan tau. jika aku tidak menanyakan alasan nya, apa dia memang menyukai nya nya, atau hanya ingin membuat ku cemburu dan menyerah.. tapi mas Ryan bukan orang yg seperti itu..." batin nya bertanya-tanya sendiri.


Dhira termenung sendiri di dalam bus itu, dia bingung dengan perasaan dan fkiran nya sendiri.. "aku merindukan mas Ryan aku rindu senyuman nya, aku tidak rela jika dia di rebut perempua lain, dan dia malah sengaja melakukan nya di depan ku," batin nya


Jakarta#


Dhira berjalan perlahan dia memasuki gerbang rumah itu, "sepi.. apa mas Ryan di kantor? dia tidak mencari ku, dia tidak ada usaha untuk memperbaiki hubungan kami.. dia diam saja..!!!"batin ya.


dengan hati-hati dia membuka pintu nya, "tidak di kunci? kemana dia?" batin nya, dhira masuk kedalam.. "rumah ini berantakan sekali apa dia tidak membersihkan nya? dia benar-bennar jorok...!!" batin nya.


dhira mulai memunguti pakaian yg berserakan.. "rumah ini seperti habis kerampokan saja, dia tau jika auk tidak suka rumah yg berantakan! sekarang dia malah membuat nya seperti kapal pecah!! kurang ajar memang Mas ryan....!" gerutu nya sendiri sibuk membereskan rumah nya sendiri, seolah melupakan dia kesana untuk apa..


Dhira membuka pintu kamar nya, dia terkejut karena di kamar itu Ryan berbaring seorang diri, badan nya terlihat sangat kurus, plastik bekas obat-obatan berserakan di lantai, "astaga dia bahkan asik tidur, semetara rumah nya di buat seperti kapal pecah.."batin nya


dia memunguti sampah yg berserakan di lantai, tapi ryan tidak bangun juga.. dhira mendekati nya, "kau menghancurkan diri mu sendiri, dan juga seisi rumah!!!" ucap nya


"Mas bangun, sampai kapan kau akn tidur? lihat rumah mu itu berantakan sekali, apa tidak bisa kau merapikan nya..!!" gerutu nya mencoba membangunkan Ryan..


Dhira memutar mata malas, "dia bahkan tidak seang aku pulang" batin nya.


Dhira tidak lagi membangunkan Ryan dia merapikan kamar tidur nya, dia lebih memilih untu menunggu nya bangun, biar dia tidak mengganggu ryan, fikir nya.


satu jam berlalu, Ryan erbangun daari tidur nya, hidung nya mencium sesuatu yg aneh, "siapa yg memasak, apa Renata datang lagi, sudah ku bilang, janga lagi mengganggu ku!!!" batin nya


Ryan keluar daari kamar nya dia melihat semua ruangan sudah rapi dan sudah tersedia makanan di meja nya, baju yg kotor dan berserakan pun sudah d cuci bersih,, "siapa yg melakukan ini," batin nya, "tidak mungkin Renata?" fikir nya


Ryan mencari keberadaan orang yg dia fikir Renata, terdengar gemerincik shower di kamar mandi, "siapa di dalam.. Rena?!"panggil nya , Dhira mematikan shower itu.. "RENA? SIAPA RENA?" batin nya, dia segera mengenakan handuk nya dan keluar..


Ryan terkejut melihat Dhira berdiri di depan nya,


Nad.. kau.. kau pulang!!! kapan kau pulang, jadi semua ini yg membersihkan diri mu?" jawab nya gugup..


"Tidak kau harus katakan padaku siapa rena? kau memangil nya tadi? dia siapa? wanita yg aku lihat di kantor lalu? jawab aku.. kau masih berhubungan dengan nya? kau tidak berubah setelah aku pergi..?" ucap Dhira tidak berhenti..


Ryan bingung harus mnjelaskan nya bagaimana pada dhira, dia juga tidak tau jika dhira datang dan kembali pada nya,


"nad, nanti aku jelaskan pada mu!! lebih baik kau pakai dulu baju mu, kau masih memakai handuk!!!" ucap Ryan mencoba mengalih kan..


Dhira baru menyadari jika dia memang belum memakai baju nya, dia menatap sinis pada ryan, "tunggu kau tidak boleh masuk, aku akan memberi mu pelajaran,," ucap nya,


Dhira bergegas ke kamar untuk mengganti baju nya, 'dia benar-benar kurang ajar,bukan nya mencari aku, dia malah membawa masuk wanita lain ke sini,," ucap nya sendiri


"kenapa tidak menceraikan aku saja, aku sudah tidak tahan lagi," ucap nya, Dhira segera keluar dan menghampiri ryan.


"oke jelaskan pada ku siapa Renata? kau membawa nya ke sini, ke rumah kita?" tanya ya,


Ryan menghela nafas panjang, dia mengangguk, Dhira terdiam dia tidak mengerti suami nya itu


"mas sebenar nya apa mau mu? kau itu kenapa? rumah tangga kita sudah hampir berantakan, kau mau menghancurkan nya mas kau masih mencintai ku mas.. atau wanita itu sudah merebut nya , hati mu?"ucap nya lebih tenang,


Ran teriam,, "aku tidak tau, aku tidak bisa menjawab semua pertanyaan mu, aku tidak tau perasaan ku, aku sendiri bingung, aku mencintai mu tapi kini perasaan ku terbagi nad,


aku selalu mempertanyakan, kau hidup dengan ku apa kau tulus? apa kau maih menyimpan Leo di hati mu, apa aku salah menikahi mu, apa aku salah telah membawa mu ke dalam hidup ku? semua pertanyaan itu ada di dalam otak ku dan itu menganggu ku aku tidak bisa mengatakan nya pada mu" jawab nya,


Dhira menatap nya "aku tidak pernah mengingat Leo ketika aku bersama mu, aku benar-benar membuka hati ku untuk mu, aku menerima mu aku tidak pernah merasa aku hidupdengan mu itu sudah cukup, seharus ny aku yg mempertanyakan mu mas, kau bahagia dengan ku, jangan selalu membawa nama orang lain di dalam masalah ini, mas Leo tidak ada hubungan nya dengan kita, jadi karena alasan itu kau mencari wanita lain? kau tau aku tidak pernah berhubungan dengan mas Leo aku selalu jujur pada mu, tidak pernah aku sembunyikan apapun dari mu" ucap nya,


"jika itu alasan mu , ku bisa pergi dari sini,, aku akan embiarkan mu dengan wanita yg menurut mu bis lebih baik dari aku!!!!" ucap dhira, menatap nanar pada ryan..


***BERSAMBUNG**