
flashback off..
"Si Leo bukan nya mengantar kepergian gue, dia malah mengirim pesan seperti ini.." ucap Dika sembari mematikan ponsel nya, Dia memasukan ponsel itu ke dalam saku celana nya..
Dika lalu beranjak dan berjalan menuju loket pemberangkatan.. Di samping nya berdiri dua orang laki-laki bertubuh tegap.. terus memandangi Dika.. tanpa curiga Dika tetap berdiri di samping mereka..
Tiba-tiba saja, Dika merasakan perut nya sakit, karena waktu keberangkatan masih lama dia memutuskan untuk ke toilet terlebih dahulu.. Dika memang tidak membawa apa-apa, selain tiket pesawat dan tanda pengenal lain nya..
Setelah sampai di sebuah toilet, Dika berpapasan dengan dua orang yg tadi berdiri di samping, tanpa menaruh curiga, Dika melewati mereka begitu saja..
tiba-tiba Salah satu dari mereka, mencekal tangan Dika.. dan menyuntikan sesuatu ke leher nya, Dika tidak sempat melawan.. dia langsung tidak sadarkan diri di sana..
Salah satu dari mereka membawa sebuah koper besar, di masukan nya dika kesana.. dan di bawa keluar oleh salah satu dari mereka.. sementara orang lain nya mencuri dompet dan semua barang yg ada di dalam saku Dika, termasuk identitas nya.. dan dia terbang ke Belanda dengan pesawat itu menggantikan Dika..
Karena pesawat yg naiki Dika, pesawat pribadi jadi tidak banyak yg ikut naik di sana, hanya beberapa yg memang menyewa pesawat untuk pergi ke tujuan yg sama, jadi tidak ada yg mencurigai orang itu bukan Dika..
Sementara orang lain nya berhasil membawa Dika yg pingsan keluar bandara, dan memasukan nya kedalam sebuah mobil dan membawa pergi dari sana, "Bagaimana aman..?!" tanya seseorang yg menyetir mobil tersebut..
"Aman bos.. semua sesuai dengan yg bos ingin kan.. anak buah kami, mengganti kan Dika pergi ke Belanda.." jawab salah satu dari orang suruhan itu..
"Cepat keluar kan, dia dari dalam koper.. jika tidak cepat di keluarkan dia akan mati sesak nafas.." ujar nya pada orang itu.. Orang suruhan Itu, segera mengeluarkan Dika dari dalam sana..
Sampai lah mereka di sebuah rumah yg jauh dari mana-mana mereka membawa Dika ke sebuah kamar dan mengurung nya di sana.. "Maafkan gue Dik.. ini demi kebaikan mu.. Si Handoko memang sudah gila, untuk mencelakai Dika, dia harus mengorbankan orang-orang yg tidak bersalah.." batin nya..
"Yang terpenting bagi gue, loe gak kenapa-kenapa dan loe Selamat.. setidaknya loe harus bersembunyi dulu di sini.. sampai situasi aman.." ucap nya lagi..
"Gue harus cari bukti jika Handoko dalang ini semua.. bersabarlah Dik.. gue akan hukum bagaimana pun caranya si Handoko itu.." batin nya..
Dika terbangun dari pingsan nya, pengaruh bius yg di suntikan ke tubuh nya sudah hilang.. "Di mana gue...!!" fikir nya, dia melihat sekeliling nya, dia di kurung di sebuah kamar, dan pakaian nya pun sudah berubah..
"Siapa yg ngurung gue di sini.." batin nya..
tiba-tiba saja pintu kamar itu terbuka, munculah seorang wanita yg masuk ke dalam.. dan Dika langsung saja mengenalinya..
"Kau sudah bangun Dika..?!" ucap wanita itu..
Dika menatap wanita itu.. "Fariza...!!" ucap nya..
"Kau.. mengapa kau lakukan ini padaku..!!" teriak Dika..
"Aku melakukan ini demi kau.. sabarlah dan lihat besok.. kau pasti akan mengerti alasan ku mengurung mu di sini.." jawab nya tanpa Ragu...
Keesokan hari nya Dika melihat berita di tv, jika pesawat akan dia naiki jatuh di perairan Singapura.. dan nama nya ada di daftar korban hilang dan meninggal.. "Kau mengerti maksud ku sekarang Dik..?!" tanya fariza.. "Aku menyelamatkan hidup mu.." ucapnya lagi..
Dika tidak percaya dengan apa yg terjadi.. "Jadi.. ini kerjaan si Handoko..?! dia sengaja membunuh orang-orang itu demi hanya untuk membunuh ku saja.." ucap Dika tidak percaya..
Fariza mengangguk.. "Handoko bahkan membayar pilot yg membawa pesawat itu, untuk sengaja membuat nya jatuh, dan di samarkan seperti kecelakaan pesawat biasa.. gue emang ga bisa membuktikan dia... tapi setidaknya gue dan loe.. bisa membalas perbuatannya, maka dari itu.. diam lah dulu di sini.. bersembunyi lah.. jika sudah waktu nya, kita akan membalas kejahatan Handoko padamu dan aku.." ucap Fariza..
"Berpura-pura lah mati, untuk sesaat Dika.. kita harus membuat Handoko jera dan mendapatkan hukuman yg setimpal dengan perbuatannya..." ucap Fariza..
Dika mengangguk.. menyetui rencana Fariza.
"Tunggulah gue momy.. Mainaka.. Leo.. jika ini sudah selesai gue akan kembali lagi.. gue ga bisa melibatkan kalian...." ucapnya.
**Bersambung**