
Tap.. tap.. Tap... Mainaka berlari menyusuri lorong rumah sakit mencari sebuah ruangan yg tadi di berikan suster pada nya.. dia dengan gelisah dan putus asa terus mencari nomor ruangan satu persatu..
Tiba di sebuah kamar, bertuliskan no 687 di atas pintu nya, Mai menarik nafas panjang.. berharap seseorang yg ada di dalam nya, tidak mengalami luka serius.. dia benar-benar khawatir di buat nya..
Ceklek... pintu itu terbuka.. nampak Leo yg sedang memasangkan selang infus di tangan nya.. "Bagaimana keadaan nya kak Leo?!" tanya Mai..
"Dia sudah melewati masa kritis nya, kami menunggu nya sadar.., tapi dari semalam kondisi nya terus menurun.. !!" jawab Leo..
Wajah Mai memanas.. tidak terasa air mata nya membasahi pipi mulus nya.. "Kenapa bisa jadi seperti ini Dika..??" ucap nya.. "Sebelum kecelakaan itu, Dika sempat membicarakan mu.. dia berharap kau kembali ke sini!!" jawab Leo..
Mai menatap nanar pada tubuh Dika yg terbaring lenah di depan nya.. "Izin kan aku, merawat nya kak Leo..!!" ucap Mai.. "Iya, silahkan Mai.. kebetulan momy baru saja terbang kembali ke Belanda, jadi tidak ada yg merawat bang Dika," ucap Leo.. Mai mengangguk..
"Aku akan merawat nya kak.." jawab Mai..
Leo meninggalkan Mai berdua di ruangan itu..
"cepatlah sadar Dika.. aku di sini.. aku kembali.., aku akan mencari siapa yg sudah mencelakai mu.. hingga kau seperti ini.." ucap Mai, dengan mata yg berbinar..
Sesekali dia menyeka air mata nya.. "Kenapa aku sedih sekali melihat mu begini.." ucap Mai, dia menundukkan kepalanya dan menggefam tangan Dika.. "Aku merindukanmu DIKA.. sadar lah..!!" ucap nya..
"Aku tidak tau, perasaan Apa ini, tapi semakin aku pendam.. semakin membuat ku sesak.. aku Mulai menyukai mu Dika... tapi apa pantas aku untuk mu.." ucap nya.. "Cepat lah sadar Dik. kau tidak boleh pergi meninggalkan aku.." ucap nya lagi, di sela tangis nya..
Dika menahan tawa nya, sebenar Nya dia sudah sadar dari semalam.. tapi karena Mendengar Mai akan datang, Dia sengaja bekerja sama dengan Leo,, agar meyakin kan Mai, jika keadaan Dika belum menunjukan perubahan.. Dika ingin tau, bagaimana perasaan Mai pada nya.
"Dika...!!" ucap Mai ketika melihat Dika tersenyum pada nya.. "Aku merindukanmu Mai..!!" ucap nya.. Dika mendekat kan wajah nya, bibir mereka hampir saja bersatu.. ketika satu ketukan di pintu, menyadarkan mereka..
ketika pintu itu terbuka, terlihat dua malaikat kecil berhamburan masuk.. "Dhira..!!" ucap. Dika...
"Ita bang.. aku ke sini, membawakan abang dika makanan.." ucap Dhira. heran.. melihat kegugupan yg ada di wajah Dika dan Mai..
"Mai.. kau kapan sampaai..!! kakak menunggu mu di rumah, kau malah sudah berada di sini..!!" ucap Dhira...
"HMM.. aku baru saja, sampai kak..!" ucap nya.. mencoba menutupi kegugupannya..
Dika tersenyum.. dan mencoba mencairkan suasana nya... menghilang ksn kecanggungan akibat hal yg tadi mereka perbuat.. Rey.. dan. Ray langsung minta di gendong auty mereka..
"Rey.. Ray.. ayo kita beli permen..!!" ajak Mai..
"Ayuk auty.."Jawab kedua nya.. "mas Dika aku keluar dulu.." ucap Mai.. Dika mengangguk...
mereka pun pergi membeli permen..
.**Bersambung**