NADHIRA

NADHIRA
Bab 384: Kau Akan dapat hukuman. (bag1)



Clara berlari menyusuri lorong rumah sakit.. dia tidak menyangka dengan apa yg terjadi pada Marcel dan Sherina.. Braak... pintu itu terbuka kasar, Mai melihat ke arah nya,, begitu juga dengan Marcel..


"Ti.. tidak mungkin... Sherin Anak ku!! mana anak ku Cel...? mana dia...!!!'' ucap nya tangis nya pecah, saat melihat Marcel benar-benar kecelakaan .. Marcel membuang wajah nya, "Untuk apa kau datang...? ketika kau sudah kehilangan semua nya? apa lagi mau mu...? Ayah mu, membunuh anak ku.. apa salah nya, sehingga dia tega pada Sherina.. dia juga cucu nya, bukan hanya Bryan.. anak mu mati, bukan kesalahan anak ku..!! bukan kesalahan Sherina... kenapa harus anak ku.. kenapa harus mengorban kan anak ku..??!! ibu macam apa kau.. yg membuang anak nya, demi karir mu.. sekarang bila Bryan meninggal karena penyakit nya, itu sudah takdir nya, bukan salah anak ku... apa kau bisa membuat hidup anak ku? bisa mengembalikan nya.." teriak Marcel..


Mai mengelus tangan Marcel.. ''Cel.. tenangkan diri mu.. kau harus tenang, ingat kondisi mu Marcel...'' ucap Mai... Clara menangis... "Aku tidak tahu apa-apa Cel.. sungguh aku tidak pernah tahu, apa yg terjadi.. kenapa Ayah ku, berbuat seperti itu.. aku tidak mengerti..." jawab nya...


"Clara bersimpuh di depan Marcel.. "Maafkan aku cell.. maafkan aku... aku akan menebus nya.. aku ingin bertemu dengan putri ku.. Aku ingin melihat nya..'' ucap nya terbata.. Mai menatap iba pada Clara, dia membantu Clara untuk berdiri..


"Itu semua mungkin bukan salah mu mbak.. Pak Atmaja sendiri yg memang memiliki niatan jahat pada Marcel dan Sherin.. aku akan mengantar mu, ke makam Sherin.. jika Marcel mengizinkan Aku.." ucap Mainaka..


Marcel terdiam... "Pergilah... minta maaflah pada putri mu, katakan pada nya, jika kau ibu nya... kau juga menyayangi nya bukan.. setidak nya, kau harus tahu makam Sherina.." ucap Marcel terbata, dia pun merasakan kehilangan yg sama berat nya..


"Cell, bagaimana jika aku, minta izin Dokter untuk kau, agar kau juga bisa ikut.. setidak nya, Sherin harus melihat ibu dan Ayah nya bersama-sama mengunjungi nya.." ucap Mai... Marcel terdiam.. lalu dia mengangguk..


"Baiklah, jika di izin kan, aku akan ikut dengan kalian.." jawab nya, Mai mengangguk.. dia pergi untuk menemui Dokter, dan meninggal kan Clara dan Marcel di sana...


Tidak lama kemudian Mainaka kembali, "Cell kau di izin kan pergi, tapi hanya satu jam.. jadi kita harus bergegas pergi.." ucap nya, Marcel mengangguk.. dia di bantu oleh Rafa, untuk menaiki kursi roda nya..


mereka bertiga pun pergi ke makam Sherin..


sesampai nya di sana..


Clara bersimpuh memeluk nisan Sherin.. dia menciumi nya, "Maafkan ibu nak.. maafkan ibu.." ucap nya.. Marcel terdiam dia tidak bisa bicara apa-apa lagi.. "Sherin dia ibu mu.. ibu yg selalu kau Rindukan.. yg selalu kau tanyakan pada Ayah.. dia di sini nak... walau pun telat, tapi ayah ingin kalian bertemu.. tolong maafkan semua kesalahan nya," batin Marcel..


Sesekali ia menghapus air mata nya,.. "Sherina Ayah datang nak.. maaf Ayah telat menemui mu.. ayah baru bisa keluar.. maafkan Ayah tidak bisa mengantar kepergian mu.. ayah sangat menyayangi Sherina... Sherina, selalu ada di hati ayah... " ucap Marcel... Mainaka memeluk nya dari belakang...


bersambung