
Lisa hanya terdiam sambil terisak. Wanita itu seakan tak mampu untuk berbicara pada pria yang berlutut di hadapan nya.
Adi menghampiri Lisa, sementara Dimas menghampiri Anggita yang juga ikut menangis.
" Bangunlah," kata Adi merangkul bahu Lisa dan membantu nya berdiri.
Lisa pun berdiri, dia masih menatap kearah Ardo yang juga terisak sambil berlutut di hadapannya. Kepalanya tertunduk seakan tak mampu untuk menatap kearah Lisa.
" Kenapa kau baru muncul sekarang? kau baru menyadari kesalahan mu setelah sekian lama. Apa karena kau sudah mengetahui kau punya putri dari perbuatan bejat mu itu padaku?" kata Lisa.
Ardo tak menjawab. Suaranya tercekat dan tak mampu menjawabnya perkataan Lisa.
" JAWAB AKU!!!" APA KARENA ANGGITA KAU INGIN MEMINTA MAAF PADAKU!!" bentak Lisa.
Adi merangkul nya sambil mengusap lengannya.
" Kita bicarakan ini baik-baik, oke?" ucap Adi.
" Tidak. Aku ingin secepatnya menyelesaikan masalah ini. Aku ingin tahu, kenapa dia muncul setelah sekian lama menghilang setelah seenaknya mengambil kehormatan ku," sahut Lisa.
" Kenapa kau tak menjawab pertanyaan ku? kau benar-benar pengecut!!" tegas Lisa pada Ardo.
" Ya. Aku memang pengecut, aku memang pria brengsek. Kau pantas memakai ku," sahut Ardo.
" Berdiri dan tatap aku!!" bentak Lisa.
" Tidak. Aku akan tetap berlutut sebelum kau memaafkan ku," sahut Ardo.
" Moom ... Please," kata Gita.
" Kau tak tahu apa yang Momy alami, Gita. Jadi diamlah!!" tegas Lisa.
" Jawab aku kenapa kau baru muncul di hadapan ku?" tanya Lisa. Meskipun dia sendiri tahu bahwa pertemuan itu hanya sebuah kebetulan.
Dan mungkin ini semua sudah takdir mereka untuk bertemu, setelah sekian lama tak bertemu.
" Aku tidak memiliki keberanian untuk muncul di hadapan mu, aku malu dengan apa yang sudah aku perbuat padamu. Aku cukup tahu diri bahwa aku adalah pria brengsek. Jadi aku hanya ingin meminta maaf padamu," kata Ardo.
" Mohon maaf kan aku," kata Ardo sambil menyentuh kaki Lisa.
Wanita itu kembali menangis. Ardo pun menangis dan menyesali apa yang sudah dia lakukan pada Lisa.
" Maafkan dia, aku tahu ini berat. Tapi setidaknya dia sudah mengakui kesalahannya dan mau meminta maaf meskipun itu terlambat," kata Adi menasihati sang istri.
Lisa masih terisak. Dia tampak berpikir, air matanya terus mengalir mengingat kejadian buruk itu.
Hingga wanita itu menjauhkan kakinya dari tangan Ardo. Dia menyeka air matanya yang mengalir di pipi nya.
" Aku mau memaafkan mu tapi dengan satu syarat," kata Lisa akhirnya.
Ardo mengangkat kepalanya dan menghadap kearah Lisa.
" Katakan apa syaratnya," sahut Ardo semangat.
" Pergi dari sini. Jangan pernah muncul lagi di hadapan ku dan jangan pernah kemari untuk menemui putri ku!!" tegas Lisa.
" Moom ... kau mau aku tak bertemu lagi dengan daddy ku setelah sekian lama kita baru bertemu?" sahut Gita tak terima.
" Hanya itu syarat dariku," ucap Lisa. Lalu melangkah kan kakinya menuju pintu utama mansion.
Tanpa berpikir panjang. Ardo langsung menghentikan langkah kaki Lisa.
" TUNGGU!!! AKU AKAN MEMENUHI SYARAT MU!!" teriak Ardo.
Wanita itu berjalan menuju pintu mansion dan membuka pintunya lebar-lebar.
" Dad ...," lirih Gita sambil terisak.
Dia belum siap untuk berpisah lagi dengan daddy nya.
Ardo bangkit dan berjalan menghampiri Gita. Pria itu menangkup wajah putrinya sambil menghapus air matanya.
" Kita masih bisa bertemu. Kau bisa ke Paris kapan pun kau mau, rumah ku selalu terbuka untukmu," ucap Ardo lirih.
Gita menatap mata Ardo yang masih berair. Lalu mereka berpelukan. Ardo mencium kening Gita sebelum dia pergi dari tempat itu.
" I love you, Dad."
" I love you to, Honey."
Ardo langsung melepaskan pelukannya. Dan berjalan menuju pintu utama yang sudah terbuka lebar eh Lisa.
" Aku tidak akan pernah muncul di hadapan mu, tapi kau tak bisa melarang putri ku untuk menemui Daddy nya. Aku permisi!"
Ardo keluar dari mansion itu setelah mengucapkan kata-kata itu pada Lisa.
Lisa langsung menutup kembali pintu itu dan masuk kedalam kamar yang sering dia tempati jika menginap di mansion Gita.
BRAKK
Dia menutup pintu kamarnya dengan begitu keras. Semua hanya berdiri mematung tanpa ada yang bersuara.
.
.
Dua tahun berlalu.
Selama itulah Gita tak pernah bertemu dengan Ardo. Semenjak kejadian itu, Gita hanya bisa berkomunikasi lewat telepon dengan daddy nya itu.
Dan kini usia Arkana sudah menginjak 2 tahun lebih. Bayi itu sedang sangat aktif-aktif nya.
Zea sudah melahirkan anak keduanya. Dan dia sering mengunjungi mansion Gita karena Beby Dominic sering meminta untuk bermain bersama Beby Arkana.
Anak kedua Zea sudah berusia satu tahun lebih. Dia melahirkan seorang putri yang cantik berambut pirang.
Putri kecilnya itu sedang senang-senangnya berjalan. Bahkan Zea sampai kewalahan menjaga dua anaknya itu.
" Kau merindukan Daddy mu?" tanya Zea yang melihat Gita termenung.
" Ya. Aku sangat ingin ke Paris untuk menemui nya. Apa lagi Momy Wilda bilang, kesehatan Daddy menurun akhir-akhir ini. Dia sering sakit-sakitan karena memang usia nya yang sudah tak muda lagi," kata Gita sendu.
" Lalu apa yang kau tunggu? kenapa belum menemui nya?" tanya Zea.
" Dimas sedang sibuk. Dia tak memiliki waktu untuk mengantarkan ku kesana. Dan dia melarang ku kesana jika tak bersama nya," sahut Gita.
Zea tampak berpikir. Dia melihat kearah anak-anak yang tengah bermain di halaman belakang mansion Gita.
" Aku akan mencoba meminta bantuan Dev. Siapa tahu dia punya solusinya," kata Zea akhirnya.
" Ya. Terimakasih sister."
Mereka pun berpelukan.