My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 58



Acara lamaran di penginapan Valerie pun berjalan dengan lancar dan meriah. Valerie dapat bernafas dengan lega saat melihat kebahagiaan di raut wajah sepasang kekasih itu yang bernama Jay dan Rani.


Valerie tersenyum pada pasangan itu yang kini sedang berjalan menghampiri nya. Wanita itu berdiri dan menjabat tangan Rani yang sudah berdiri di depan nya untuk memberikan selamat.


" Selamat atas pertunangan kalian, semoga tuhan selalu melindungi hubungan kalian hingga pernikahan nanti."


Rani tersenyum dan memeluk tubuh Valerie karena dia sangat ingin berterimakasih pada wanita yang tengah hamil itu.


" Terimakasih, Val. Kau sudah mau di repotkan dengan mempersiapkan pesta kejutan ini, aku sangat bahagia dan sangat menyukai dekorasi nya," kata Rani dan melepaskan pelukannya.


" Duduklah, kita lanjutkan obrolan kita. Kasihan ibu hamil ini jika terus berdiri," kata Jay yang membuat dia wanita cantik itu tertawa.


Mereka pun duduk di kursi yang tadinya untuk tamu undangan yang hadir. Namun karena acara sudah selesai, maka para tamu pun juga sudah pulang.


" Sudah berapa bulan kandungan mu ini, Val? perut mu sudah sangat besar," tanya Rani sambil mengusap perut buncit Valerie.


Valerie tersenyum dan ikut mengelus perut nya.


" Masih 6 bulan, Ran. Aku mengandung bayi kembar, jadi perut ku memang sudah terlihat sangat besar," sahut Valerie.


Rani pun tersenyum dan merasa takjub sambil terus mengelus perut Valerie. Jay menggeleng kan kepalanya saat melihat Rani yang terus fokus dengan kandungan Valerie.


" Sayang ... katakan jika kau ingin segera hamil maka aku akan segera menabur kan benih premium ku di dalam rahim mu," kata Jay yang langsung di sambut tawa oleh dua wanita itu.


" Aku memang sangat ingin memiliki anak yang banyak darimu, tapi kau harus bersabar karena kita belum menikah," sahut Rani yang langsung membuat wajah kau berubah lesu.


Dua wanita itu kembali tertawa saat melihat wajah Jay. Valerie melihat kearah Rani dan mulai membuka suara nya.


" Kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" tanya Valerie.


" 2 bulan lagi, Val. Karena aku ingin menunggu kepulangan ayah ku dari Jerman. Aku ingin semua keluarga dan saudara ku berkumpul di acara pernikahan ku. Dan itu bisa baru terlaksana dua bulan lagi," sahut Rani sambil mengambil minuman yang baru di hidangkan oleh salah satu pegawai Valerie.


" Lalu dimana kau akan melaksanakan pesta pernikahan mu?" tanya Valerie.


" Eeemm ... aku sangat ingin melakukan pesta pernikahan ku di penginapan ini, Val. Jika kau mengijinkan," sahut Rani.


" Kalian serius? kenapa harus tempat ini? karena masih sangat banyak tempat-tempat serta gedung megah di luar sana," tanya Valerie.


Rani tersenyum dan menatap kearah wajah Jay yang tersenyum pada nya. Dua sejoli itu saling melempar pandangan dan itu membuat Valerie sangat penasaran.


" Karena di penginapan inilah kita bertemu, berkenalan, dan menjadi sepasang kekasih. Bahkan hari ini kita juga melakukan pertunangan di penginapan ini, Val. Jadi aku juga ingin melangsungkan acara pernikahan kita di penginapan ini," sahut Rani.


Valerie tampak terkejut bahkan dengan mulut yang terbuka. Dia menutup mulutnya dan menatap wajah cantik Rani yang masih tersenyum bahagia.


" Jadi tempat ini adalah tempat yang bersejarah bagi kalian?" tanya Valerie dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Rani.


Rani memegang tangan Valerie dan menatap matanya.


" Jadi ... apa kau mengijinkan kita memakai penginapan ini untuk acara pernikahan kita? aku mohon Valerie," kata Rani dengan tatapan memohon nya.


Valerie tertawa dan ikut menggenggam tangan Rani.


" Kenapa tidak? bahkan aku merasa sangat terhormat karena kalian mau melaksanakan acara sakral kalian di penginapan kecil ini," sahut Valerie dengan senyum tulusnya.


Rani tampak sangat bahagia dan langsung memeluk Valerie.


" Terimakasih, Val. Nanti aku akan menghubungi mu lagi kapan tanggal pernikahan kami."


Rani langsung mengambil ponselnya dari tas kecilnya. " Dan sebelum itu kau harus memberikan nomor ponsel mu padaku," lanjut Rani.


Wajah Valerie tampak berubah dan melihat kearah ponsel yang di berikan oleh Rani. Dia tampak ragu untuk mengambil benda pipih itu.


" Aku tidak bisa menghubungi mu jika kau tak memberikan nomor ponsel mu, Val," lanjut Rani saat melihat Valerie yang hanya menatap kearah ponselnya.


Valerie menatap kearah wajah cantik Rani dan tersenyum padanya. Lalu dia mengambil ponsel Rani dan mulai mencatat nomor ponsel nya yang baru di ponsel itu.


' Hanya pada Rani, dan ini tak mungkin sampai pada Pria itu.'