My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 36



Bunyi dering ponsel yang ada di saku celana Irza menyadarkan mereka. Valerie menahan dada bidang Irza dan sedikit mendorong nya agar pria itu melepaskan pagutannya.


Lalu Irza pun melepaskan pagutannya dan mengambil ponselnya yang tak henti-hentinya berbunyi.


Dia melihat kearah layar ponsel nya yang tertera nama Momy disana. Dia langsung menggeser tombol berwarna hijau dan panggilan itu pun lekas tersambung.


" Hallo, Mom."


" Hallo, Ir. Kau sedang dimana? bagaimana kabarnya menantu Momy?" sahut Wilda dari seberang telepon.


" Aku sedang berada di atas balon udara bersama menantu mu, Mom. Wait ... aku akan mengalihkan ke panggilan vedeo saja."


Irza langsung mengalihkan panggilan itu ke mode panggilan vedeo. Hingga nampaklah wajah sang Momy di layar ponselnya.


" Hallo, Mooomm!!" sapa Valerie merebut ponsel milik sang suami.


Wilda tersenyum dan kembali menyapa sang menantu.


" Hallo, Sayang. Bagaimana kabar mu? apa kau menikmati perjalanan mu?" tanya Wilda.


" Ya. Aku sangat menikmati perjalanan ini, Mom. Dan kabar ku baik, bagaimana dengan Momy? apa Lenski merepotkan Momy?" tanya Valerie dengan suara cerianya.


Wilda terkekeh di seberang sana dan mengarahkan ponselnya pada Lenski yang sedang fokus mengerjakan tugas prakteknya.


" Heii ... Lenski!!! kau tak merindukan kakak?" tanya Valerie saat melihat sang adik yang sama sekali tak melihat kearah ponsel Wilda.


Mendengar suara cempreng sang kakak, Lenski langsung mengangkat wajahnya dan melihat kearah layar ponsel Wilda.


" Kabar ku baik, dan sama sekali tak merindukan Kakak! jangan ganggu aku karena aku sedang fokus dengan PR ku," sahut Lenski cuek seperti biasanya.


Bukannya marah, Valerie malah terkekeh mendengar sahutan dari Lenski. Karena itu artinya sang Adik memang sedang baik-baik saja.


" Jangan merepotkan Momy Wilda, Lenski!! dan jangan biarkan Momy Wilda kesepian, Oke?"


Lenski tampak hanya mengangkat satu jempolnya tanpa menjawab perkataan dari Valerie. Bahkan dia kembali fokus dengan prakarya nya.


Lalu Wilda mengarahkan ponselnya pada wajahnya hingga kini Valerie dan Irza bisa melihat wajah cantik sang Momy.


" Mom ... apa kau tak kesepian disana saat tak ada kami?" tanya Irza yang sebenarnya tak tega meninggalkan sang Momy sendiri di mansion.


Meskipun sudah ada Lenski dan banyak pelayan yang selalu menemani sang Momy. Tapi Irza masih saja memikirkan Wilda.


Wilda melihat kearah layar dan tersenyum pada Irza.


" What!! Momy tidur dengan Lenski?" tanya Irza tampak terkejut, karena yang dia tahu Lenski adalah anak yang cuek dengan sekitarnya.


" Ya. Kau tak percaya? aku seperti memiliki putra bungsu yang sangat menyayangi dan perhatian pada Momy. Tidak seperti kamu yang selalu meninggalkan Momy untuk bersenang-senang dengan teman-temanmu di luar sana," sahut Wilda dengan wajah yang pura-pura sedih tapi malah membuat Irza tertawa.


Pria itu tertawa sambil menggelengkan kepalanya. Dia mengingat saat dulu waktu dia masih seumuran Lenski yang selalu saja pergi bermain dan menginap di rumah teman-temannya di bandingkan di mansion karena dia selalu merasa kesepian.


" Ya ya ya. Aku minta maaf untuk itu," sahut Irza.


" Nikmati bulan madu kalian," kata Wilda.


" Dan jangan kembali sebelum Kak Valerie mengandung!!" sahut Lenski dengan nada yang sedikit berteriak dan membuat Wilda tertawa.


Begitu pun dengan Valerie dan Irza yang ikut tertawa mendengar ucapan dari Lenski.


" Oke, Boy!!" sahut Irza.


Dan panggilan itu pun berakhir. Irza meletakkan ponselnya kembali kedalam saku celananya. Dia merangkul bahu Valerie dan mengecup pipi nya.


" Bagaimana? kau belum ingin turun?" tanya Irza.


" Ayo kita turun dan kembali ke villa," sahut Valerie dengan senyuman yang penuh misteri.


Irza tampak mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan sang istri.


" Kau yakin?" tanya Irza memastikan.


" Ya. Aku sudah sangat Lisa sekarang dan aku ingin sesuatu," sahut Valerie.


" Apa yang kau inginkan? katakan padaku," sahut Irza mendekatkan wajahnya pada wajah cantik sang istri.


Valerie tersenyum dan mendekatkan bibirnya pada telinga Irza.


" Aku ingin bercinta dengan mu, di sofa, di ruang makan, di ruang teater dan di kolam renang."


Irza membelalakkan matanya saat mendengar permintaan sang istri yang tak biasa.


" Aku bahkan ingin bercinta dengan mu di rooftop yang ada di villa," lanjut Valerie sambil mengerjapkan matanya.


Mendengar permintaan sang istri membuat Irza langsung menurunkan balon udara itu. Valerie terkekeh dan hanya memeluk sang suami dari belakang.