My Lovely Girl

My Lovely Girl
Bab 60



Sementara semua orang tampak berkumpul di sekitar ring, tempat pertarungan itu berlangsung.


Seorang psikiater wanita datang dan langsung masuk kedalam resort.


Abel sedang menunggu dokter itu di ruangan loby resort, dia langsung menghampiri nya saat melihat dokter itu datang.


" Mari, Dokter." Abel berjalan di depan dan dokter itu mengikuti nya dari belakang.


Sementara itu, Adi dan Yosi sedang berbincang ringan mengenai masalah itu.


" Apa kau masih menganggap ini hanya omong kosong, Tuan?" kata Adi.


Yosi hanya menghendikkan bahunya, dan tak menjawab pertanyaan dari Adi.


" Bacalah berkas ini dengan seksama." Adi memberikan berkas yang berisi tentang bukti-bukti itu pada Yosi.


Lalu Yosi menerima berkas itu, dia langsung membuka dan membaca apa yang ada di dalam berkas itu.


Disitu sudah tertulis dengan jelas kenapa Lisa dulu pergi dari Yosi dan meminta bantuan dari sahabat Yosi yang bernama Meyer.


Lalu Yosi membuka halaman terakhir dari berkas itu yang isinya sebuah surat kelahiran Anggita beserta golongan darah nya yang berbeda dengan golongan darah dari Meyer.


Yosi meremas berkas itu, dia merasa sangat bodoh karena sudah di kuasai oleh amarah dulu sebelum dia mencari bukti-bukti itu.


Dia tampak melihat kearah Lisa yang masih terbaring di atas ranjang.


CEKLEK


Terdengar pintu di buka, Abel langsung mempersilahkan dokter itu masuk.


" Apa yang terjadi padanya, Nyonya?" tanya dokter Nadin.


Lalu Adi menceritakan apa yang terjadi pada Lisa hingga dia tak sadarkan diri.


Dokter itu mendengar kan dengan seksama sambil memeriksa kondisi Lisa saat ini.


" Aku belum bisa memutuskan sesuatu, karena dia masih tak sadarkan diri. Aku sudah menyuntikkan obat tidur pada nya, agar dia bisa tertidur malam ini dengan tenang," kata Dokter Nadin.


" Lalu apa yang harus kita lakukan, Dokter?" tanya Abel.


" Temani dia, sepertinya ada trauma yang begitu besar hingga dia tak sadarkan diri dengan waktu yang lumayan lama," jawab Dokter itu.


" Baiklah, Dokter. Aku akan menjaga nya," sahut Adi.


" Ini ada beberapa obat, berikan padanya saat dia sudah sadar. Dan bawa dia besok menemui ku di rumah sakit, aku permisi." Dokter Nadin langsung pergi dari kamar itu setelah memeriksa kondisi Lisa.


.


.


Keriuhan masih terdengar di sekitar ring, para tamu undangan tampak bersorak menyaksikan pertarungan antara pasangan suami istri itu.


Dev dan Zea tampak masih bersemangat dengan pertarungan itu, Dev terlihat sangat seksi dengan tubuhnya yang dipenuhi keringat dan itu hampir membuat Zea tak fokus.


" Sudahi pertarungan ini, Beby. Apa kau tak lelah?" kata Dev sambil terus menghindari setiap pukulan yang dilayangkan oleh sang istri.


" No, kalau kau sengaja mengalah, maka kau tak akan mendapatkan jatah di ranjang," kata Zea sambil terus melayangkan pukulannya.


Dev terus menangkis setia pukulan dari Zea, lalu fokusnya terpecah saat melihat seorang dokter wanita yang dia kenal baru keluar dari dalam resort.


" Dokter Nadin?" gumamnya sambil melihat kearah dokter yang berjalan di area itu.


BUG BUG BUG


Zea memukul Dev dengan telak di wajah dan perutnya hingga Dev terjatuh di atas ring.


Dan tanpa basa-basi Zea langsung menindih tubuh Dev dan mengunci pergerakannya.


Lalu para tamu dan MC disana mulai menghitung mundur di menit terakhir pertarungan itu.


" 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 "


" Yeeeahh !!!" teriak orang - orang yang hadir disana.


Zea langsung berdiri dan MC mengangkat satu tangan nya keatas.


" Pertarungan ini di menangkan oleh ... Zea!!!" kata pria itu dengan nada yang tinggi.


Semua yang hadir disana tampak bersorak soraya sambil menyebutkan nama Zea.


Sementara Dev, dia masih termenung dengan apa yang di lihat tadi. Dia berdiri dan tampak melihat kearah parkiran dan benar saja, dia melihat dokter Nadin masuk kedalam mobilnya.


" Pasti ada sesuatu yang terjadi, " gumam Dev melihat mobil itu keluar dari area resort.


" See ... aku yang menang. Persiapkan dirimu untuk memenuhi semua perintah dan keinginan ku, Beby." Zea menepuk pipi Dev perlahan dan pergi dari tempat itu.


Dev tak terlalu menggubris perkataan Zea, karena dia yakin istrinya itu tidak akan memerintah dan meminta yang aneh-aneh.


Lalu dia juga turun dari ring itu dan langsung mencari sang Momy.


" Wow ... pertarungan yang sangat seru, Ze. Sepertinya aku harus meminta mu untuk mengajariku bela diri," kata Gita menghampiri Zea.


" Tidak, sepertinya aku tidak akan ada waktu untuk itu. Jadi kau bisa belajar bela diri dengan suami mu," kata Zea lalu berjalan menuju resort untuk membersihkan tubuhnya.


" Kau menyebalkan Ze!!" teriak Gita.


.


Saat Zea memasuki lobby, dia melihat Dev dan Momy Abel sedang berbicara serius. Dia melangkah kan kakinya secara perlahan dan ingin menegur mereka.


Tapi langkahnya terhenti saat mendengar Abel menyebutkan nama Lisa yang tak sadarkan diri.


' Ada apa dengan Momy?' batin Zea.


Lalu Zea bersembunyi di balik tembok dan mendengar kan pembicaraan mereka.


" Bagaimana itu bisa terjadi, Mom?" tanya Dev.


" Lisa memiliki masa lalu yang buruk, dan dia memiliki trauma yang sangat dalam. Aku tidak tahu persis bagaimana ceritanya, Dev."


Abel tampak memijat keningnya yang tak sakit.


" Trauma apa itu Mom?" tanya Dev.


" Dia di perkosa oleh salah satu teman dekat Yosi."


Deg ...


Zea tampak terkejut mendengar hal itu, dan speachless dengan apa yang terjadi dahulu pada Lisa.


Lalu kepingan-kepingan tentang Lisa muncul di ingatannya, Zea memegang kepalanya yang mulai pusing.


Wanita itu berjalan dengan langkah gontai kearah lift. Dia memutuskan untuk pergi kekamar nya.


Ting ...


Pintu lift terbuka, dan tampak alina keluar dari dalam lift.


" Kak, are you Oke?" tanya alina menghampiri Zea.


" Bawa aku ke kamar mu, Alina. Aku sedikit pusing," jawab Zea.


Lalu alina merangkul bahu Zea masuk kedalam lift.


.


.


CEKLEK


Dev membuka pintu kamar yang di tempati Lisa dan langsung masuk kedalam kamar itu.


" Uncle? kau masih disini?" tanya Dev.


Yosi tak menjawab dan hanya tersenyum.


" Bagaimana keadaan Momy, Pah?" tanya Dev mendekati ranjang itu.


" Dokter sudah memeriksa nya, Dev. Dan dokter menyarankan untuk membawa nya ke rumah sakit besok untuk memeriksa lebih lanjut mentalnya," kata Adi menjelaskan.


Lalu Dev mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Dimas untuk datang ke kamar itu.


Drt drt


Ponsel Dimas bergetar dan pria itu langsung memeriksa pesan yang masuk di ponselnya.


" Cepat ke kamar x, ada hal penting dan bawa juga gita." Tulis Dev di pesan singkat itu.


" Pasti ada sesuatu yang terjadi," gumam Dimas yang masih bisa di dengar oleh Gita.


" Ada apa, Honey?" tanya Gita.


" Ikut aku." Dimas langsung menggandeng tangan Gita masuk kedalam resort.


CEKLEK


Dimas membuka pintu itu lalu masuk bersama Gita.


Semua orang yang berkumpul di kamar itu melihat kearah pasangan pengantin baru itu.


Sementara Gita tampak terpaku melihat keadaan sang Momy yang terbaring di atas ranjang dengan selang infus yang melekat di tangan nya.


" Mom ...," lirik nya.


Lalu Gita berlari kearah sang Momy dan memeluk nya.


" Mom ... apa yang terjadi pada mu, Mom. Bangun ...," kata Gita sambil terisak.


Abel menghampiri Gita dan mengusap lembut kepalanya.


" Apa yang terjadi pada Momy, Aunty?" kata Gita melepaskan pelukannya.


" Tidak ada yang terjadi pada Momy mu, sayang. Dia hanya kecapean," kata Abel berbohong.


Lalu Gita menatap pada Adi.


" Benarkah itu, Pah?" kata Gita.