My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 8



Valerie sedang menyuapi Lenski dengan bubur karena dokter menyarankan agar Lenski memakan makanan yang mudah di cerna terlebih dahulu.


Dengan telaten dan penuh kasih sayang. Valerie terus menyuapi bubur itu kedalam mulut Lenski sampai bubur itu habis tak tersisa.


" Aku benar-benar kekenyangan kak," kata Lenski sambil mengusap sedikit bagian perut nya.


Valerie hanya tersenyum dan mengambil kan air minum untuk Lenski. Saat dia sedang memberikan obat untuk sang Adik.


Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu dengan kuat. Hingga membuat Valerie tersentak dan Lenski tersedak.


" Minum dulu, Lens."


Valeri kembali memberikan air minum untuk Lenski dan menoleh kearah pintu.


" IRZA!! KAU MENGEJUTKAN KAMI HINGGA LENSKI TERSEDAK!!" teriak Valerie saat melihat wajah pria tampan masuk dengan tiba-tiba.


" Sorry ... sejak tadi aku mencari ruang perawatan ini dan baru menemukan nya," sahut Irza.


Valerie hanya mampu menggelengkan kepalanya. Dia melihat kearah sang adik yang kini sudah meminum semua obat nya.


Dia mengambil gelas yang sudah kosong dan meletakkan kembali di meja nakas yang ada di samping ranjang.


" Siapa dia, Kak?" tanya Lenski menatap kearah seorang pria yang berdiri di samping Valerie.


Valerie menoleh dan pandangannya bertumpu dengan mata tajam Irza.


" Kenalkan, aku Irza. Calon kakak ipar mu."


Valerie membelalak kan matanya pada Irza karena pria itu memperkenalkan diri dengan menyebut nya sebagai calon Kakak Ipar lenski.


" Kau ini apa-apaan, Irza!" tegas Valerie.


" Kenapa? bukankah itu memang kenyataan nya?" sahut Irza.


Lalu Valerie menginjak kaki pria itu hingga membuat nya terpekik.


" Itu sakit, Beby," ucap Irza lirih.


Valerie terus menatap nya dengan tatapan tajam nya.


" Ehemm ... ehemm."


Irza dan Valerie menoleh pada Lenski saat anak itu berdehem.


" Bisa kakak jelaskan padaku siapa laki-laki ini?" tanya Lenski dengan nada yang penuh selidik.


Valerie tersenyum dan menggenggam tangan sang Adik.


" Baiklah. Bukankah kau ingin tahu siapa yang sudah menolong mu?" tanya Valerie dengan suara lembutnya.


" Hmmm ... Lalu?"


Wanita itu tersenyum dan mengusap puncak kepala sang Adik.


Anak itu menoleh dan menatap kearah pria tampan yang masih saja berdiri di samping sang kakak.


" Benarkah itu, Om?"


Irza langsung mengerutkan keningnya saat mendengar anak itu memanggil nya Om. Sementara Valerie tampak cekikikan geli mendengarnya.


" Apa aku setua itu?" sahut Irza dengan memicingkan matanya.


" Ya. Jika kau berdampingan dengan kakak cantik ku. Kau terlihat sangat tua dan pantas di panggil om," sahut Lenski cuek.


Irza menoleh dan menatap kearah Valerie yang masih menertawakan nya.


" Itu tidak lucu, Beby. Dan adik mu cukup menyebalkan juga," kata Irza.


" Aku memang seperti ini. Kenapa? kau tak terima?" sahut Lenski.


" Ssst ... Lenski! seharusnya kau berterima kasih pada nya," ucap Valerie menatap kearah sang Adik.


" Hmmm ... Terimakasih, Tuan," kata Lenski tanpa menatap kearah Irza.


Pria itu hanya mampu menggelengkan kepalanya. Saat melihat sikap anak itu.


" Tapi jangan harap kau bisa membeli kakak ku dengan uang yang sudah kau berikan untuk pengobatan ku." lanjut Lenski yang cukup membuat Irza mengerutkan keningnya.


" Lenski ... apa yang kau bicarakan?" kata Valerie.


" CK. Dia bilang tadi bahwa dia kakak ipar ku, aku yakin dia pasti sudah memaksa kakak, kan?" sahut Lenski dengan pemikirannya sendiri.


" Itu memang benar. Kakak mu sudah sepakat ingin menikah dengan ku, apa kau keberatan?" tanya Irza.


" Ya. Aku tahu akal busuk mu, Tuan. Kau hanya memanfaatkan uang mu agar bisa membeli kakak ku, kan? kau pasti hanya ingin mempermainkan kakak ku!" tegas Lenski sambil mengalihkan pandangannya kearah lain.


' Shiitt. Anak ini benar-benar cerdik,' batin Irza.


" Sayang ... Kakak ini hanya menolong kita. Kakak menerima lamarannya karena dia sudah baik pada kita," kata Valerie dengan suara lembutnya sambil mengusap puncak kepala Lenski.


" Dan kakak tidak boleh mempercayai nya begitu saja. Aku tidak setuju!!"


Anak itu menatap tajam kearah Irza.


" Heii Tuan ... Kau bisa mencatat semua uang yang sudah kau keluarkan untuk biaya ku di rumah sakit ini. Setelah aku sembuh nanti, aku akan kembali bekerja dan mengembalikan uang mu itu!!" lanjut Lenski yang cukup membuat Irza tertegun.


' Boleh juga anak ini,' batin Irza.


" Tapi kau juga harus pergi dan jangan mengganggu kakak ku!!" tegas Lenski.


Anak itu membaringkan tubuhnya dan membalik tubuhnya hingga membelakangi Valerie dan Irza yang tampak saling menatap.


" Huuffft ... ternyata tidak segampang itu mendapatkan mu, Nona!"


Valerie terkekeh. Sementara Lenski juga menyinggung kan senyumnya.