My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 21



Lama mereka berpelukan dalam posisi itu. Irza merasa lebih tenang dengan kehadiran Valerie hingga muncul pikiran untuk menggoda wanita itu.


Dia semakin menenggelamkan wajahnya di dada Valerie dan menghirup aroma wangi dari tubuh wanita itu.


Valerie merasakan debaran di jantung nya yang semakin kencang dan tentu saja Irza dapat merasakan debaran jantungnya.


Pria itu tersenyum dalam dekapan itu. Dia menjauhkan wajahnya dari dada Valerie dan menatap kearah wajah cantik Valerie yang memerah.


" Dadamu berdebar begitu kencang, apa yang kau rasakan? Hmmm?"


Perkataan Irza membuat Valerie merasakan pipinya yang memanas dan memerah. Dia tak menjawab melainkan mulai menjauhkan diri dari pria itu.


Dia ingin beranjak dari pangkuan sang suami yang belum pernah menyentuh nya itu. Namun Irza menahannya, dia malah mempererat pelukannya hingga membuat wajah mereka saling berdekatan.


" K-kau sudah merasa lebih tenang, kan?" tanya Valerie gugup sambil menahan dada bidang Irza karena wajah tampan itu terus maju dan semakin mendekat kearah wajah nya.


" Hmmm ...," sahut Irza parau. Pria itu terus memajukan wajahnya hingga tak berjarak dari wajah cantik Valerie.


" Eeemm ... Ir. Lepaskan aku, aku ingin melihat Lenski sebentar," ucap Valerie gugup.


Irza tak menjawab dan terus menatap wajah cantik itu dengan intens.


" Lenski akan baik-baik saja," ucap Irza dengan hidung yang sudah bersentuhan dan deru nafas yang menerima kulit wajah Valerie.


" Seperti aku melupakan sesuatu," lanjut Irza dengan bibir yang sudah bersentuhan dengan bibir mungil Valerie.


Wanita itu semakin gugup dan dadanya berdebar begitu kencang saat bibir nya mulai bersentuhan dengan bibir Irza.


" Melupakan a-apa?" sahut Valerie dengan berusaha menjauhkan wajahnya dari wajah tampan Irza.


Namun pria itu menahan tengkuk lehernya.


" Lepaskan aku, Ir. Bukankah kau melupakan sesuatu? Mungkin ... Mungkin itu sesuatu yang penting yang harus kau selesaikan," ucap Valerie.


Pria itu tersenyum miring dan masih menatap wajah gugup Valerie yang memerah.


" Ya. Itu hal yang sangat penting dan harus segera di selesaikan," sahut Irza lirih sambil memainkan hidung mancung nya dengan hidung Valerie.


Hal itu membuat Valerie menggigit bibirnya. Irza melihat hal itu dan langsung memagut bibir mungil itu dengan lembut.


Valerie menahan dada bidang Irza dengan kedua tangannya agar ciuman terlepas. Namun itu berbanding terbalik dengan apa yang di lakukan oleh Irza.


Pria itu semakin menekan tengkuk leher Valerie dan memperdalam ciumannya. Dia memainkan lidah nya di dalam mulut Valerie dan itu membuat Valerie tertegun sambil memejamkan matanya.


Dia mencoba mencerna apa yang di lakukan oleh Irza dan mencoba menikmati nya.


Hingga akhirnya Irza melepaskan pagutannya.


Pria itu menatap netra indah Valerie dan mengusap sisa salivanya di bibir wanita itu.


" Kau tak melupakan sesuatu?" tanya Irza lirih.


Dengan cepat Valerie menggelengkan kepalanya. Irza tersenyum miring dan langsung memijat perlahan tengkuk leher Valerie hingga membuat wanita itu meremang.


" Kau yakin tak melupakan sesuatu?" tanya Irza lirih dengan bibir yang sudah ada di samping telinga valerie.


Valerie memejamkan matanya dan menggangguk kan kepalanya.


" Berarti aku harus mengingat kan mu."


" Suaramu sangat seksi, Beby. Membuat aku ingin menyentuh istri ku lebih dalam lagi," ucap Irza dengan tangan yang terus memporak porandakan pertahanan Valerie.


" Aakhh ..." suara seksi itu terus lolos dari bibir mungil Valerie.


" Kau mengingat sesuatu?" tanya Irza yang masih dengan kegiatannya.


Valerie mengangguk-anggukkan kepalanya secara perlahan sambil menikmati sentuhan tangan dari sang suami.


" Siapa aku bagi mu," tanya Irza.


" Suamiku," sahut Valerie dengan nada yang mendesah.


" Lalu?" lanjut Irza sambil menatap wajah sayu sang istri.


" Aaakhh ... Lakukan itu sekarang karena aku sudah tak tahan, Ir. Kau suami ku dan aku akan memberikan kewajiban ku," sahut Valerie sambil menatap wajah tampan itu.


Irza tersenyum miring mendengar perkataan sang istri. Dan dia langsung menghentikan pergerakan tangannya di bawah sana.


Hingga tak ayal membuat wanita itu merasa kesal karena sebentar lagi dia akan menggapai puncak nya namun gagal.


" Mau melanjutkan nya?" tanya Irza menggoda Valerie.


Valerie menatap tajam kearah Irza yang tersenyum tengil padanya.


" TUDAKK!!" sahut Valerie tegas dan langsung beranjak dari pangkuan Irza. Dia berjalan menjauhi pria itu dengan perasaan kesal nya.


Irza tertawa kecil karena sudah berhasil menggoda wanita nya. Dia beranjak dari kursi kebesaran nya dan berjalan di belakang Valerie.


" Aaaarrgghhhh ... Irza lepaskan aku!!" pekik Valerie saat Irza tiba-tiba langsung menggendong nya.


" Tidak. Karena aku akan membuat mu mendesah seperti tadi di dalam kamar kita," ucap Irza sambil membawa tubuh Valerie keluar dari ruang kerja nya.


Wajah cantik Valerie seketika pias saat mendengar ucapan dari Irza.


' Apa dia akan melakukan nya sekarang?' batin Valerie yang langsung merasakan jantungnya berdetak begitu cepat.


" Turunkan aku, Ir. Aku bisa jalan sendiri," kata Valerie dengan tangan yang sudah melingkar di leher kokoh Irza.


Namun pria itu tak menjawab dan terus melangkah menuju kamarnya.


Tiba-tiba dia melihat sang Momy keluar dari kamar nya.


" Ir ... Apa yang terjadi pada Valerie?" tanya Wilda dengan nada khawatir nya.


Valerie terkejut saat mendengar suara sang mertua. Dia langsung memejamkan matanya dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Irza.


Irza tersenyum miring melihat tingkah Valerie.


" Dia hanya tertidur di dalam ruang kerja ku, Mom. Jadi aku akan memindahkan nya ke kamar," sahut Irza.


Wilda akhirnya bisa bernafas lega saat mendengar jawaban dari Irza. Dia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Dia masih menatap kearah Irza yang kini mulai memasuki kamar nya dengan menggendong tubuh Valerie.


Hingga pintu itu tertutup.


" Semoga kalian selalu bahagia, karena daddy sangat ingin melihat kalian bisa bahagia," gumam Wilda.