
Satu minggu berlalu.
Setelah kematian Ardo tepat setelah pernikahan Irza dan Valerie di laksanakan.
Semua keluarga masih merasakan duku yang teramat dalam. Bahkan sampai saat ini Irza belum menyentuh wanita yang sudah resmi menjadi pasangan hidupnya.
Valerie tak mempermasalahkan hal itu karena dia juga sibuk dengan menemani Wilda yang tengah bersedih atas kematian sang suami.
Gita pun masih ada di negara itu. Semua keluarga nya bahkan ikut terbang ke Paris saat mendengar kematian Ardo.
Lisa pun turut bersedih atas meninggalnya pria itu. Dev dan Zea pun juga ke Paris untuk memberi semangat berbela sungkawa pada Gita dan keluarga yang di tinggalkan.
Semua terlihat sangat shock. Bahkan Irza yang terlihat sangat frustasi saat melihat kematian sang Daddy.
Hari bahagia itu langsung berubah menjadi duka. Ketika Ardo menutup kedua matanya setelah menyaksikan pernikahan sang putra.
Dia benar-benar pergi untuk selamanya setelah melihat keinginan terakhir nya sudah terkabul.
.
.
Malam hari, di mansion keluarga Ardo.
Pria tampan itu tengah berada didalam sebuah ruangan yang luas dan sedang berusaha untuk fokus dengan lembaran kertas yang berjejer di atas meja nya.
Dia berusaha keras untuk melupakan rasa dukanya dengan melampiaskan kedalam semua pekerjaan nya.
Namun lagi-lagi dia gagal. Dia menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi kebesaran nya sambil menutup kedua matanya.
Kepalanya menghadap ke atas dengan mata yang terpejam. Kedua tangannya terangkat dan meremas kuat rambut kepalanya.
" Aaaarrgghhhh!!!" teriak Irza frustasi.
Pria itu benar-benar membutuhkan seseorang yang dapat menghilangkan rasa frustasinya kehilangan sosok daddy yang selalu menjadi panutan nya.
Valerie mendengar teriakkan pilu itu. Dia berjalan mendekati pintu tempat dimana teriakan itu berasal.
Dia mendengar tangis pilu seseorang dari dalam sana. Dan dia nekat untuk membuka pintu itu secara perlahan.
Valerie begitu terkejut saat melihat pria yang sudah menjadi suami nya itu menangis pilu seorang diri di dalam ruangan itu.
Irza tak menyadari kehadiran Valerie karena dia sibuk dengan tangisnya dan menutup kedua matanya.
Lalu tiba-tiba ada sebuah tangan lembut yang mengusap sisa air matanya dan hal itu membuat dirinya tersadar.
Pria itu langsung menepis tangan Valerie dengan kasar hingga membuat wanita itu terkejut dengan sikap Irza.
" Keluar dari ruangan ini!" kata Irza dengan nada dingin nya tanpa menatap kearah wajah Valerie.
" Tidak," sahut Valerie kembali mendekati Irza.
" KELUAR DARI SINI!!" bentak Irza dengan tangan yang menunjuk kearah pintu.
" TIIDAAKK!! AKU TIDAK AKAN KELUAR DARI SINI!!" bentak Valerie dengan air mata yang sudah menetes.
Irza tak menatap kearah Valerie. Wanita itu langsung mendekat dan membawa Pria yang tengah rapuh itu kedalam pelukannya.
" Aku tahu perasaan mu, aku mengerti perasaan mu. Kau tak harus menyembunyikan rasa duka mu, menangis lah dan aku akan selalu disini menemani mu," kata Valerie dengan suara lembutnya yang bisa meluluhkan hati Irza.
Wanita itu memeluk sang suami dan mendekapnya dengan erat. Irza yang awalnya tak merespon kini mulai membalas pelukan hangat itu.
Pelukan yang sangat dia butuhkan untuk saat ini. Pelukan yang biasanya dia dapat kan dari Wilda, namun sekarang Wilda tengah sibuk menata hati dan mentalnya.
Dan saat ini yang mampu memberikan pelukan hangat itu adalah Valerie. Sang istri yang sudah seminggu dia abaikan.
Akhirnya Irza menangis dalam pelukan wanita itu. Tangisan pilu itu kembali terdengar di telinga Valerie dan dia pun ikut menetes kan air matanya.
Pria itu terlihat sangat rapuh dan lemah. Dia kehilangan sang daddy yang sudah lama menjadi panutan nya.
Valerie sangat mengerti hal itu. Dia hanya ingin menenangkan sang suami yang sangat membutuhkan seorang teman untuk saat ini.
Dia mengusap rambut kepala Irza dan membiarkan pria itu menangis dalam dekapan dada nya.
Hingga akhirnya dia merasakan kram di kakinya karena terlalu lama berdiri. Irza merengkuh pinggang Valerie dan membawa nya duduk di atas pangkuan nya.
Dia kemari memeluk tubuh wanita itu dan membenamkan wajahnya di dada Valerie. Sungguh posisi yang sangat nyaman untuk nya saat ini.
Valerie merasakan gugup. Dadanya berdebar namun dia berusaha untuk tetap tenang, namun Irza masih bisa merasakan debaran di jantung nya.