My Lovely Girl

My Lovely Girl
Bab 45



Kini Dimas dan Gita telah tiba di mansion keluarga Ganendra. Dimas membukakan pintu mobil untuk Gita dan menggandengnya memasuki mansion.


" Selamat datang, Tuan Dimas," ucap salah satu pelayan menyambut kedatangan tuan muda nya.


" Hmmm, Dimana Daddy?" tanya Dimas.


" Tuan sedang berada di halaman belakang," jawab asisten Yosi yang kebetulan berada di sana.


" Baiklah, aku akan menemuinya." Dimas langsung menghampiri Yosi di halaman belakang mansion dengan menggandeng tangan Gita.


" Kenapa suasananya jadi menegangkan begini, Pak Dokter?" ucap Gita yang merasakan ketegangan saat berada di mansion itu.


" Tenanglah, kita hanya akan menemui Daddy." Dimas mencium punggung tangan Gita.


.


" Akhirnya kau datang juga, Dimas," kata Yosi tanpa menoleh pada Dimas.


Dimas melangkahkan kakinya menghampiri Yosi yang sedang duduk membelakangi nya dan menghadap kolam renang.


" Aku datang bersama calon istri ku," kata Dimas berdiri pas di belakang Yosi.


Pria paruh baya itu berdiri dan membalikkan badan, menghadap pada Dimas yang masih menggandeng tangan Gita.


Dia menatap intens pada wanita yang akan menjadi calon menantunya itu, dilihatnya penampilan Gita dari atas hingga ujung kakinya.


Senyum nya tersungging saat melihat pakaian dan perhiasan yang di pakai oleh Gita.


' Jika dilihat dari apa yang dia kenakan, wanita ini bukan dari keluarga sembarangan,' batin Yosi.


" Selamat siang, Uncle. Perkenalkan nama ku Anggita Pradipta." Gita mengulurkan tangannya pada Yosi sembari mengenalkan dirinya.


" Hmmm, aku Yosi Ganendra. Daddy nya Dimas," ucapnya sambil menyambut uluran tangan dari Gita.


" Duduklah, kita ngobrol disini dulu. Aku ingin tahu tentang keluarga mu," kata Yosi mempersilahkan Gita duduk.


" Kau tahu Pak Dokter, aku seperti akan disidang oleh kepala dosen ku di kampus." Gita berbisik pada Dimas.


Dimas yang mendengar itu hanya ber ekspresi datar, karena dia tahu apa yang akan di bicarakan oleh Daddy nya.


' Iishh menyebalkan sekali, aku tidak suka situasi ini,' batin Gita mencebik.


" Ehem ... Ehem." Yosi ber dehem dan kembali menatap wajah Gita dan Dimas.


" Jadi kau putri dari Adicipta?" tanya Yosi datar.


" Iya Uncle, Lebih tepatnya lagi aku putri tirinya," jawab Gita jujur.


" Oh ... Siapa nama ibu mu?" tanya Yosi lagi.


" Lisa Marwy."


DEG ...


" WHAT ... Jadi kau anak dari lisa?" tanya Yosi terkejut.


Yosi mengenal Lisa karena dulu dia pernah menjalin hubungan dengan Lisa, tapi sayangnya hubungan itu kandas ketika dia mengetahui Lisa hamil dengan pria lain.


Dan dia sangat kecewa pada Lisa, Yosi sangat membenci Lisa yang sudah berhianat darinya bahkan sampai hamil dengan pria lain.


" Kalian tak boleh menikah, Aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian!!!" Tegas Yosi lalu meninggalkan Dimas dan Anggita.


" APAPUN ALASAN DADDY, AKU AKAN TETAP MENIKAHI ANGGITA!!" teriak Dimas pada Yosi yang sudah berada di dalam mansion.


Lalu menggandeng tangan Gita untuk keluar dari mansion itu.


Gita masih terpaku dan tampak shock dengan apa yang di dengar. Dan tak terasa air matanya menetes.


Dimas membukakan pintu mobil dan Gita masuk kedalam mobil. Lalu Dimas mengendarai mobilnya meninggalkan halaman mansion.


Dalam perjalanan, Gita sama sekali tak bicara. Dia hanya menatap kearah jalanan dengan tatapan kosong.


Dimas mengusap punggung tangan Gita dan ber kata.


Dimas memutuskan untuk membawa Gita ke apartemen nya, dan kini mereka telah sampai di gedung apartemen milik Dimas.


Dia menggandeng tangan Gita masuk kedalam dan melewati lobi. Ketika melewati lobi, ada seorang wanita yang memanggil Dimas.


Dimas tak menggubris panggilan itu dan terus berjalan menuju lift. Setelah lift terbuka dia langsung masuk bersama Gita dan langsung memencet tombol tutup.


Pintu lift pun tertutup dan wanita yang tadi memanggilnya pun hanya terpaku di tempatnya.


Didalam lift, Dimas menangkup pipi Gita yang basah karena air matanya yang menetes. Dia mengusap air mata itu lalu memeluknya.


Tak ada pembicaraan sama sekali di antara mereka, dan mereka hanya berpelukan sampai lift itu berhenti di lantai apartemen Dimas.


Ting ...


Pintu lift terbuka, Dimas langsung menggandeng tangan Gita keluar dari lift dan berjalan menuju pintu apartemen nya.


Kini mereka sudah berada didalam apartemen Dimas, dia langsung menangkup pipi Gita dan menyatukan keningnya dengan kening Gita.


" I love you, Honey. I love you so much." Kata Dimas lirih.


" Jangan pikirkan perkataan Daddy, kita akan tetap menikah. Dan percayakan ini padaku, oke!" kata Dimas meyakinkan Gita.


Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya, tanpa menatap mata Dimas. Lalu Dimas pun memeluk nya dan mengecup puncak kepalanya.


" Siapa wanita tadi yang memanggil mu? kenapa kau tak menggubris nya?" tanya Gita mencoba memberanikan diri menatap mata Dimas.


" Dia Sandra, wanita yang Daddy jodohkan dengan ku," sahut Dimas jujur.


" Apa kau pergi keluar negeri kemarin bukan karena pekerjaan? tapi karena Daddy mu yang ingin menjodohkan mu dengan wanita itu?" tanya Gita menatap intens pada Dimas.


" Tidak, Honey. Itu murni urusan perusahaan," jawab Dimas menangkup pipi Gita.


" Berarti, aku sudah jadi orang ketiga di hubungan kalian dong?" kata Gita mencebik.


" No, Kau satu-satunya wanita yang ku cintai, dan tidak akan ada orang ketiga di hubungan kita," jawab Dimas.


" Tapi bagaimana dengan Uncle? dia tidak mau merestui hubungan kita, Dimas." Gita berjalan menuju sofa.


" Jangan pikirkan tentang itu, Honey. Serahkan itu padaku," kata Dimas memeluk Gita dari belakang lalu mengecup tengkuk leher nya.


Gita merasa darahnya berdesir saat Dimas menciumi tengkuk lehernya.


Lalu perlahan Dimas membalikkan tubuh Gita agar menghadap kearah nya.


Pria itu perlahan mendekatkan bibirnya pada bibir sexy Gita.


" Can I kiss you?" ucap Dimas dengan menyentuh kan bibirnya pada bibir Gita.


Gita hanya menjawab dengan menganggukkan kepala.


Tanpa basa basi lagi Dimas langsung memagut bibir Gita yang terbuka dan tampak menggoda baginya.


Pria itu merengkuh pinggang Gita dan menekan tengkuk lehernya agar bisa memperdalam ciumannya.


Gita menyambut ciuman itu dengan mengalungkan tangannya di leher Dimas dan sedikit berjinjit agar bisa mengimbangi ciuman nya.


" I Miss you, Honey. I Miss you so much," ucap Dimas dalam ciumannya.


Dia ******* bibir itu dengan nafas yang menggebu dan tangannya mulai menjelajahi punggung Gita yang masih terbalut abaya.


Mereka berciuman lama dengan nafas yang mulai menggebu karena gairah nya yang mulai terpancing dan melampiaskan kerinduannya yang selamat 1 minggu terpisah oleh jarak dan waktu.


" Jika aku meminta nya hari ini, apa kau akan memberikan nya?" tanya Dimas saat melepaskan tautan bibir nya dengan posisi kening yang bersandar di kening Gita.


Dia menatap netra indah itu seakan memohon untuk melanjutkan permainan ini.


Lama mereka terdiam sambil saling menatap dan akhirnya Gita menjawab.


" Entah apa yang aku pikirkan but I want you now," ucap Gita lirih.