
Ting..
Bunyi ponsel berbunyi tanda bahwa ada pesan masuk, pria itu langsung membukanya dan melihat foto yang diterima nya.
"Shiitt, aku harus menyelesaikan masalah perusahaan disini secepatnya," umpat Dimas saat melihat wanita yang kini sedang mengusik pikiran dan hatinya sedang berpelukan dengan seorang pria.
"Dimas ... " Panggil seseorang dari belakang nya, karena Dimas sedang menghadap jendela besar di belakang kursi nya.
Dimas pun menoleh pada asal suara itu.
"Dad??" ucapnya sambil menghampiri pria paruh baya yang sedang berdiri di ambang pintu.
"Duduklah dad," kata Dimas mempersilahkan daddy nya duduk.
"kenapa Dady kemari? seharusnya Dady cukup memanggil ku saja jika ada sesuatu yang penting," kata Dimas duduk di sebelah dadynya.
"Aku hanya ingin menanyakan tentang Sandra," tanya pria paruh baya itu dengan nada yang mengintimidasi.
"Ohh God, daddy kemari hanya untuk menanyakan tentang wanita murahan itu," jawab Dimas beranjak dari duduknya.
"Dimas, jaga bicaramu. Dia calon istri yang sudah daddy siapkan untuk mu!" sahut pria paruh baya itu dengan nada yang tegas.
Kini Dimas berada di antara cinta dan keluarganya.
Ya, selama ini Dimas telah di jodohkan dengan salah satu putri dari kolega sang Daddy.
Yosi Ganendra, sang daddy telah menyiapkan jodoh yang menurutnya terbaik untuk putranya, tapi Dimas sangat keberatan dengan perjodohan itu.
"Dad, aku tidak akan menikahi wanita murahan itu, apalagi perjodohan ini hanya karena perjanjian bisnis semata!" bantah Dimas, lalu keluar dari ruangan nya meninggalkan Yosi yang tampak kesal dengan penolakan sang putra.
.
.
3 hari berlalu.
Zea sedang menatap ponselnya dengan raut wajah yang tak bisa di tebak.
Wanita itu terus membolak balikan ponsel itu menunggu seseorang menghubungi nya.
"Iishh, kenapa dia tidak pernah menghubungiku," gumamnya pelan.
Hingga tak sadar mobil yang di tumpangi nya kini sudah berhenti.
"Nona, kita sudah sampai," ucap pak supir dan langsung menyadarkan lamunan nya.
'Oh my, ada apa dengan ku,' batin Zea. Lalu keluar dari mobil itu dan langsung masuk kedalam perusahaan.
Zea sudah aktif kembali mengurus perusahaan nya.
Dia juga sudah memberi tahukan ini pada Dev lewat pesan singkat, karena Dev tidak mengangkat teleponnya saat itu.
Kini Zea sudah berada didalam ruangan nya, wanita itu langsung di sibukkan dengan berkas-berkas yang sudah menumpuk di mejanya.
Tok tok tok
Suara pintu di ketuk.
"MASUKLAH!!" teriak Zea tanpa melihat kearah pintu.
CEKLEK
Pintu pun terbuka.
"Nona, ada tamu untuk anda," ucap Nita sang asisten.
"Hmm, suruh dia masuk," jawab Zea masih fokus dengan dokumen yang dia periksa.
Lalu Nita mempersilahkan orang itu masuk.
"Hallo, Beby," ucap seseorang itu dengan suara berat nya, perlahan masuk kedalam ruangan itu.
Zea yang mendengar suara yang sangat dia kenal pun langsung melihat kearah asal suara, dan senyum nya tersungging saat mendapati sang suami telah berada di hadapannya.
"Dev ..." ucap Zea beranjak dari kursi kebesarannya. Dan berlari memeluk sang suami dengan erat.
Dev pun menyambut pelukan dari sang istri sambil sedikit mengangkat tubuh Zea dan memutarnya.
"Nita, kau boleh keluar, dan jangan biarkan seseorang masuk ke ruangan ku," ucap Zea memerintahkan Nita.
"Baik, Nona," sahut Nita menundukkan kepalanya dan pergi meninggalkan ruangan itu.
"Huuuft ... Romantis sekali mereka," gumamnya saat sudah berada diluar ruangan.
.
.
"I Miss you," bisik Zea di telinga Dev lalu mengesap nya.
"Oh my, bisakah aku membawa mu pulang saat ini, Beby? I miss you so much," ucap Dev sambil menghujani ciuman pada seluruh wajah Zea.
"Dev, stop it," jawab Zea menahan kepala Dev agar berhenti menciumi nya.
"Kau sedang sibuk, Beby?" tanya Dev melihat setumpuk dokumen di atas meja sang istri.
"Ya, aku harus menyelesaikan nya hari ini dan 2 jam lagi aku ada meeting," jawab Zea melepaskan pelukannya dan berjalan menuju kursi kebesarannya.
"Jangan terlalu capek, kau baru sembuh," ucap Dev mengikuti langkah Zea.
"Yaa, Tuan messum," jawab Zea mengambil lagi dokumen yang tadi di periksa nya.
Tapi Dev mengambil dokumen itu dan menaruhnya lagi.
Tanpa basa basi Dev mengangkat tubuh Zea ke atas meja dan langsung memagut bibir sexy yang sangat di rindukan nya.
Zea yang juga merindukan hal itu langsung menyambut ciuman itu sambil mengalungkan tangannya di leher sang suami, dan mereka pun berciuman lama.
"Oh Beby ... I want you now," lirih Dev sambil masih memagut bibir sang istri.
Lalu Zea memencet tombol yang ada di bawah mejanya dan langsung membuat pintu yang tersembunyi pun terbuka.
"Hmm, I like it," kata Dev melihat ruangan rahasia itu dan langsung menggendong sang istri masuk kedalam kamar pribadi Zea.
Dev membaringkan tubuh sang istri ke atas ranjang yang tak terlalu besar itu dengan perlahan, dan langsung memagutnya dengan nafas yang memburu.
Kini Dev mencumbui sang istri dan tidak ada sejengkal pun tubuh sang istri yang dilewatkan nya.
Pria itu kini sedang bermain di daerah dada Zea, membuat sang empunya pun meliukkan tubuhnya.
"Dev ..." gumam Zea sambil meremas rambut tebal Dev.
Lalu mereka pun melakukan percintaan panas di siang bolong ini, dan ruangan yang tadinya sunyi, kini telah terisi dengan setiap lenguhan dan erangan dari dua insan yang sedang memadu kasih, melepas kerinduan yang sudah 3 hari berpisah.
Zea merasakan getaran hebat ditubuhnya, dan Dev yang merasakan denyutan di dalam milik sang istri langsung menuntaskan kegiatannya dan menumpahkan seluruh benih nya kedalam rahim sang istri.
"I LOVE YOU, BEBY," ucap Dev sambil menciumi seluruh wajah sang istri lalu memeluknya.
"I LOVE YOU TO, TUAN MESSUM," bisik Zea di dalam pelukan Dev.
"Katakan sekali lagi," ucap Dev menatap manik mata sang istri dengan intens seakan mencari kebenaran di mata Zea.
"Maaf, tidak ada siaran ulang, Tuan," sahut Zea yang mendapatkan gigitan kecil dari Dev.
Lalu mereka pun mengulangi apa yang tadi mereka lakukan, melepaskan hasrat yang masih membendung dan merajut cinta yana seakan baru mereka rasakan.
.
.
.
Di dalam ruangan lain, tepatnya ruangan tuan adicipta.
"Apakah Zea ada di dalam ruangan nya?" tanya Adi pada Nita.
"Iya tuan, Nona Zea bilang tidak ingin di ganggu terlebih dulu karena sedang ada Tuan Devandra di ruangan nya," jawab Nita sambil menundukkan kepalanya.
'Jadi Dev sudah kembal,i' batin Adi tersenyum penuh arti.
"Hmm, biarkan saja, dan jangan sampai ada yang mengganggu mereka. Karena mungkin mereka sedang membuatkan cucu untuk ku," jawab Adi tersenyum sambil memeriksa dokumen yang tadi diberikan oleh Nita.
Nita dan seorang asisten Adi pun hanya tersenyum mendengar ucapan sang big bos sambil saling menatap.