My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 25



Kini Valerie dan Irza sudah ada di dalam pesawat pribadi keluarga. Irza kembali di sibukkan oleh pekerjaan nya saat ada di dalam pesawat.


Pekerjaan dadakan yang dikirim oleh sang asisten dan harus segera di selesaikan. Tapi Valerie tidak keberatan dengan hal itu, dia sangat memahami ke sibukkan sang suami yang langsung mengurus dua perusahaan sekaligus.


Wanita itu menyandarkan kepalanya di bahu sang suami dan Irza menoleh pada sang istri.


" Sorry," kata Irza lirih sambil mengusap lembut pipi halus Valerie.


" It's oke, Honey. Aku sangat memaklumi ke sibukkan mu," sahut Valerie tersenyum sambil memegang tangan Irza yang ada di pipinya.


Dia membawa tangan itu ke hadapannya dan mencium punggung tangan Irza.


" Sekarang lanjutkan pekerjaan mu, karena aku ingin ke belakang sebentar," ucap Valerie menegakkan posisi duduknya.


" Hmmm ..." sahut Irza melihat wanita nya bangkit dan meninggalkan nya. Lalu matanya kembali fokus dengan angka-angka yang ada di layar laptop nya.


Valerie berjalan ke belakang. Dia ingin ke toilet untuk membasuh mukanya yang terasa mengantuk.


Setelah keluar dari toilet, sayup-sayup dia mendengarkan obrolan ringan dari dua pramugari yang ada di kabin belakang.


Dia mendekati gorden dan menyingkap nya secara perlahan.


Dua pramugari yang tengah asik mengobrol itu langsung menegakkan tubuhnya dan berdiri.


" Ada yang bisa saya bantu, Nyonya?" tanya pramugari itu dengan sopan.


" Tidak. Aku hanya bosan berada disana dan mengantuk karena suamiku sedang sibuk dengan laptopnya," sahut Valerie dengan ramah.


Dua pramugari itu tampak saling menatap dan sedikit gugup.


" Boleh aku bergabung disini dengan kalian?" lanjut Valerie.


" T-tapi disini sempit, Nyonya. Lebih baik anda di depan, setelah ini kami akan menghidangkan camilan beserta minuman untuk Anda, agar anda tak bosan," sahut Pramugari itu.


Valerie menghela nafasnya dan masuk kedalam kabin itu. Dia juga mengedarkan pandangannya kesegala sudut di ruangan itu.


" Disini tidak terlalu buruk. Jadi ... apa aku boleh berada disini? aku bosan karena tak ada yang bisa ku ajak mengobrol disana," kata Valerie masih berdiri.


Dua pramugari itu kembali saling menatap seolah sedang berdiskusi.


" Baiklah. Silahkan duduk, Nyonya."


Valerie tersenyum dan mendarat kan bokongnya ke kursi yang ada di sana.


" Namaku Valerie," kata Valerie dengan senyum cantiknya.


" Namaku Sila," ucap salah satu pramugari.


" Dan aku Yenni," ucap Pramugari lainnya.


" Senang berkenalan dengan kalian," sahut Valerie.


" Bagaimana jika Tuan mencari mu, Nona Valerie?" kata sila yang sedikit takut.


" Dia sedang sibuk dengan pekerjaan nya, tenang saja. Jika dia kemari dia tak akan memecat kalian, tenang saja," sahut Valerie menenangkan teman baru nya itu.


" Dan panggil aku Valerie, karena aku pun sama seperti kalian," lanjut Valerie.


" Tapi nasib kita berbeda, Val. Kau sudah menjadi seorang istri dari tuan billioner muda seperti Tuan Irza," sahut Yenni.


Valerie terkekeh dan kembali melanjutkan perkataan nya.


" Kalian selalu bekerja di pesawat ini?" tanya Valerie mengalihkan pembicaraan.


" Tidak selalu, dan biasanya berganti-ganti," sahut Sila.


Valerie menganggukkan kepalanya memahami pembicaraan itu.


" Pasti sangat menyenangkan, karena kalian selalu terbang dan ada di negara yang berbeda - beda," sahut Valerie.


" Ya. Kami selalu menikmati perjalanan kami, karena kami juga suka traveling. Kami berusaha masuk kedalam pekerjaan seperti ini meskipun resikonya cukup besar," sahut Sila.


" Kalian berteman dekat?" tanya Valerie yang melihat kedekatan dia pramugari itu bahkan sebelum dirinya bergabung dengan mereka.


" Kita saudara sepupu," sahut Yenni.


" Pantas saja, kalian terlihat sangat dekat," sahut Valerie tersenyum.


" Ya. Dan kami sama-sama berusaha dengan begitu keras hingga bisa bekerja disini," sahut Sila.


Tiba-tiba Gorden tebal itu tersingkap dan muncullah Irza dari balik gorden itu.


" Honey ... aku mencari mu ternyata disini," kata Irza.


Valerie menoleh dan tersenyum pada sang suami. Sementara itu Sila dan Yenni tampak menundukkan kepalanya.


" Kalian berdua!" panggil Irza.


Hingga membuat dua pramugari itu sontak mengangkat wajahnya dan berdiri.


" Iya, Tuan," sahut keduanya.


" Siapkan makanan untuk kami, karena aku lapar!" Irza langsung keluar dengan menarik tangan Valerie.


" Aku ke depan dulu, terimakasih sudah mau mengobrol dengan ku," kata Valerie sebelum keluar dari ruangan itu.


" Baik, Nyonya," sahut kedua pramugari itu sopan.


Dan Valerie pun keluar dari sana.


" Mereka pasangan yang serasi," bisik Sila.


" Iya. Valerie tidak sombong dan tak menyebalkan seperti wanita konglomerat pada umumnya. Dia juga sangat cantik," sahut Yenni.


" Ayo kita siap kan makanan untuk mereka," kata Sila.


.


.


" Kau seperti nya menikmati obrolan dengan mereka," kata Irza menarik pinggang Valerie agar duduk di pangkuan nya.


Valerie menuruti apa mau suaminya itu dan duduk di pangkuan Irza.


" Ya. Mereka menyenangkan dan sangat ramah," sahut Valerie.


" Hmmm ... sampai kau melupakan suami mu ini," ucap Irza sambil mengecup bibir Valerie.


Valerie tertawa pelan dan melingkar kan tangan nya di leher Irza.


" Sorry ... itu karena aku tak ingin mengganggu konsentrasi mu," kata Valerie sambil mengusap dagu Irza.


Mereka saling menatap sejenak dan tak ada yang membuka suara.


" I love you," ucap Valerie lirih.


Irza tersenyum dan menatap netra indah Valerie.


" I love you to," sahut Irza dan langsung memagut mesra bibir mungil yang tepat berada di hadapannya.