
Drt drt drt
Ponsel Zea berbunyi, dia langsung mengangkat telponnya.
" Hallo, Gita. Kau sudah ingin berangkat?" tanya Zea to the poin.
" Ya, Ze. Kau tak ingin ikut honey moon dengan ku?" tanya Gita.
" Tidak. Aku akan melakukan touring menggunakan motor bersama Dev besok," sahut Zea.
" Ya. Aku sudah menduganya. Ya sudah aku ingin bersiap dulu, Ze. Pesawat ku akan terbang satu jam lagi. Bye ..."
Gita langsung memutuskan panggilan telepon nya.
Zea menatap layar ponselnya seakan menunggu seseorang menghubungi nya.
" Aku harus cepat menyelesaikan masalah Cleo sebelum aku pergi besok," gumam Zea.
Harusnya touring itu di lakukan hari ini, namun Zea mengundurkan acara touring itu dengan kekuasaan Dev.
Karena Zea ingin menyelesaikan masalah cleo terlebih dahulu.
Dr drt drt
Ponselnya kembali berbunyi. Zea langsung mengangkat nya karena itu panggilan dari Reza.
" Hallo, bagaimana? kau sudah menemukan informasi nya?" tanya Zea to the poin.
" Aku sudah menemukan nya. Nama pemilik gedung itu Zidane Wilson, dia memang sering bergonta-ganti wanita, Ze. Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Zea.
" Temani aku bertemu dengan nya, Dan aku akan langsung memberinya hukuman," kata Zea dengan nada yang terdengar sinis.
" Baiklah. Dev tahu hal ini?" tanya Reza.
" Tidak. Aku ingin menyelesaikan masalah Cleo sendiri dan tanpa bantuan dari Dev. Kita harus menyelesaikan ini hari ini juga, Reza. Selagi Dev sedang sibuk dengan urusannya di perusahaan dan dia tak mungkin sempat mengawasi ku," kata Zea.
" Bagaimana kalau Dev sampai tahu, Ze. Dia pasti sudah memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi mu dari jauh.Dan dia akan marah padaku karena membantu mu," sahut Reza.
" Aku yang akan menghadapi kemarahan nya. Tunggu aku di pintu samping cafetaria, aku akan langsung berangkat." Zea langsung mengakhiri panggilan itu.
Dia bergegas mengambil pistolnya untuk berjaga-jaga dan meletakkan nya di punggungnya.
Lalu dia memakai jaket kulit nya dan keluar dari kamarnya. Zea langsung naik keatas motornya yang sudah terparkir di halaman mansion.
Zea mengeluarkan ponselnya dari balik saku jaketnya. Dan menulis pesan singkat pada Dev.
" Aku keluar sebentar ke cafetaria menemui temanku, setelah dari sana aku akan langsung menghampiri mu di perusahaan. Love you." Tulis Zea.
Lalu dia memasukkan lagi ponselnya kedalam saku jaketnya. Dan mengendarai motornya keluar dari mansion.
Zea mengendarai motornya dengan kecepatan sedang menuju cafetaria.
Kini Zea sudah sampai di depan cafetaria, dia langsung memarkirkan motornya. Dan langsung masuk kedalam cafe itu kemudian duduk sebentar di kursi yang sudah ada salah satu teman nya disana.
Lalu Zea bangkit dari kursinya dan berjalan menuju arah toilet. Namun bukannya masuk kedalam toilet, dia malah berbelok ke samping yang terdapat pintu keluar samping dari cafe itu.
Zea keluar dari cafe itu lewat pintu samping dan langsung masuk kedalam mobil Reza yang sudah menunggu nya disana.
Dengan cepat Reza mengemudi kan mobilnya meninggalkan cafe itu.
Rencana ini sudah di rencanakan dengan sangat rapih oleh Zea. Dan itu berhasil mengelabuhi anak buah Dev yang memang sedang mengawasi nya.
" Kau yakin dengan hal ini, Zea?" tanya Reza.
" Tenanglah, Reza. Kenapa kau tegang sekali seperti kita ini akan membunuh seseorang saja," celetuk Zea.
Reza hanya menggeleng kan kepalanya.
" Lagian, ini bukan pertama kalinya untuk mu, kan?" kata Zea.
" Ck, ini berbeda Zea. Kau sekarang adalah seorang istri dari Devandra. Dan kau bertindak tanpa sepengetahuan Dev bersama ku, aku bisa di bunuh jika kau sampai kenapa-kenapa," sahut Reza.
" Ck, dasar keras kepala."
Zea hanya tertawa menanggapi ucapan dari Reza.
.
Kini Zea dan Reza sudah tiba restoran tempat pertemuan nya dengan Zidane. Mereka langsung masuk dan menuju meja yang sudah di pesan oleh nya.
" Sepertinya dia belum datang," kata Reza.
Reza yang berperawakan tinggi besar dengan postur tubuh yang besar karena otot-otot lengan dan dadanya, menjadi pusat perhatian para wanita di restoran itu.
" Ternyata kau cukup bisa menarik perhatian para wanita," kata Zea.
" Ya, aku memang mempesona," sahut Reza.
Reza adalah salah satu teman geng motor yang Zea ikuti. Mereka berteman sejak duduk di bangku SMA dan terpisah saat menempuh universitas.
Tapi mereka cukup sering berhubungan lewat telepon. Sampai akhirnya mereka bertemu dan Zea tertarik untuk bergabung dengan geng motor yang di pimpin langsung oleh Reza.
Dari situlah Zea seakan menemukan jati dirinya. Dia begitu menyukai motor dari pada mengendarai sebuah mobil. Dan kemanapun Zea pergi, dia akan menggunakan motor nya.
" Kalian sudah lama menunggu?" kata seseorang yang berdiri di belakang kursi Zea.
Zea berdiri dan menoleh pada pria itu.
Zidane menatap penampilan Zea dari ujung kaki sampai ujung rambut nya.
Senyumnya tersungging saat bertatapan dengan mata tajam Zea.
' Di balik penampilan nya yang sama sekali bukan tipeku, wanita ini ternyata sangat cantik. Apalagi jika tanpa menggunakan pakaian itu,' batin Zidane langsung berpikiran kotor pada Zea.
" Kita baru saja sampai. Silahkan duduk, Tuan Zidane," kata Reza.
Lalu Zidane duduk pas disebelah kursi Zea.
Tanpa basa-basi lagi, Zea langsung menyerahkan amplop coklat yang sudah di siapkan nya.
" Apa ini? uang?" tanya Zidane dengan seringai tipis di bibirnya.
" Ya," kata Zea singkat.
Pria itu tertawa.
" Aku tidak butuh uang karena uang ku sudah cukup banyak. Mungkin kalian lah yang lebih membutuhkan uang ini," kata Zidane dengan sombongnya sambil mendorong amplop coklat yang ada di atas meja ke hadapan Zea.
Zea dan Reza begitu kesal melihat kesombongan dari pria itu. Tapi mereka masih menahannya.
" Aku memberikan ini bukan cuma-cuma, Tuan," kata Zea dengan nada yang terdengar dingin.
" Lalu? apa tujuan kalian memberikan uang ini padaku?" tanya Zidane.
" Ah ... Aku tahu. Kalian ingin menyogok ku agar aku bisa bekerja sama dengan perusahaan kecil kalian? begitu?" kata Zidane dengan percaya dirinya.
Zea tertawa mendengar perkataan dari pria sombong itu.
" Aku tidak tertarik bekerja sama dengan perusahaan yang di pimpin oleh pria brengsek seperti mu," kata Zea sinis.
Pria itu sangat emosi mendengar dirinya yang di sebut dengan pria brengsek tapi dia masih menahannya. Karena dia ingin tahu apa tujuan dari dua orang itu menemui nya bahkan memberinya uang.
" Kau bilang aku brengsek? bahkan kau baru pertama kali bertemu dengan ku, Nona," kata Zidane dengan tawa sinis nya.
" Aku tak perlu bertemu dengan mu berkali-kali untuk bisa menilai pria seperti mu.
Terima uang ini dan kau harus melepaskan Cleo keluar dari perusahaan mu," kata Zea to the poin.
Zidane langsung meledakkan tawanya saat mendengar nama Cleo. Sekarang dia tahu apa tujuan Zea dan Reza menemui nya.