My Lovely Girl

My Lovely Girl
Bab 78



Dimas dan Anggita jalan-jalan di kota Paris. Mereka menikmati honey moon nya disana.


Sudah dua hari mereka berada di Paris namun baru hari ini mereka keluar dari mansion karena Dimas selalu mengurung Gita di dalam kamar nya.


Pria itu terus menghajar sang istri di ranjang bahkan dimanapun didalam area mansion.


Dan ini kali pertamanya Dimas membawa Gita keluar dari mansion.


" Honey. Aku ingin ke kedai es cream itu," kata Gita menunjuk kedai es cream yang ada di pinggiran jalan.


" Baiklah. Ayo," sahut Dimas menggandeng tangan sang istri kearah kedai itu.


Dimas langsung memesan satu es cream gelato jumbo untuk mereka berdua dan Gita yang memilih rasanya.


" Merci," kata Dimas berterima kasih dalam bahasa Prancis.


" Je vous en prie," kata pelayan yang menjual es cream itu.


(sama-sama) dalam bahasa Prancis.


" Kita makan di taman itu, Honey," kata Gita menunjuk kearah taman yang sangat luas.


" Itu taman Jardin du Luxembourg, taman yang cukup terkenal di kota Paris," kata Dimas menjelaskan sambil menggandeng tangan Gita kearah taman itu.



Jardin du Luxembourg atau dikenal sebagai Taman Luxembourg ini yang terletak di Paris, awalnya dibuat pada tahun 1612 oleh Marie de’ Medici, janda dari Raja Henry IV dari Perancis.


Taman yang indah ini mempunyai luas 25 hektar lahan terbagi menjadi kebun Perancis dan Taman Inggris.


Antara keduanya terletak hutan geometris dan kolam besar.


Kemudian, terdapat sebuah kebun tua dengan berbagai kebun apel.


Terdapat tempat pemeliharaan lebah, terutama untuk belajar tentang cara memelihara lebah dan rumah kaca dengan koleksi bunga anggrek dan taman mawar.


Kebun di sini memiliki 106 patung-patung yang tersebar di seluruh Taman, monumental Medici air mancur, Orangerie dan Pavillon Davioud.


Selain itu, ada banyak kegiatan dan fasilitas untuk anak-anak untuk bermain di taman.


.


Dimas mendudukkan Gita di kursi yang menghadap langsung ke area taman.


" Disini sangat indah, Honey," kata Gita terpesona melihat keindahan taman itu.


" Ya. disini juga ada kebun apel dan Budi daya lebah. Kau mau kesana?" tanya Dimas.


" Ya ya ya ... aku ingin memetik dan memakan buah apel langsung disini," sahut Gita excited.


Dimas tertawa pelan mendengar jawaban dari Gita yang tampak senang.


" Baiklah. Kita habiskan dulu es cream raksasa ini," sahut Dimas sambil mengacak rambut coklat Gita.


Mereka menikmati es cream itu sambil berbincang hangat dan menikmati pemandangan di sekitar taman.


Karena bukan hari weekend, tak banyak wisatawan disana. Hanya beberapa orang saja dan itu membuat Gita betah berada di taman itu.


Setelah beberapa menit. Mereka sudah menghabiskan es cream nya.


" Ahh ... Aku sangat kenyang, Honey," kata Gita sambil mengelus perut nya yang tak membuncit.


Dimas tertawa sambil mengacak rambut Gita.


" Masih ingin duduk, atau langsung jalan?" tanya Dimas.


"Tunggu 5 menit lagi, Honey. Perut ku masih terasa begah," kata Gita menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi.


" Baiklah." Dimas menatap sang istri yang tampak fokus dengan pemandangan indah di hadapan nya.


Lalu dia mengambil ponselnya dan membuka pesan yang masuk dari anak buah sang Daddy.


" Ini nomor ponsel dari istri tuan Ardo, Bos. 08****."


Pria itu langsung menghubungi nomor itu dan benar saja. Nomor itu tersambung lalu Dimas mematikan panggilan nya.


Dia langsung mengirim pesan pada Wilda. Istri dari Ardo.


" Honey. Ayo kita jalan, aku sudah tak sabar ingin memetik buah apel," kata Gita beranjak dari kursi dan menarik tangan Dimas.


Dimas beranjak dan langsung memasukkan ponselnya kedalam saku celana nya.


" Ayo ... ayo. Kemana pun kau ingin pergi, aku akan menemani mu. I love you," ucap Dimas merangkul bahu sang istri.


Lalu mereka berjalan beriringan menuju kebun apel di taman itu.


Setibanya di area kebun apel. Gita melepaskan tangan Dimas yang merangkul bahu nya.


Wanita itu langsung berlari ke tengah-tengah kebun yang terdapat banyak buah apel dengan berbagai jenis disana.


" Honey ...." Panggil Gita sambil merentangkan kedua tangannya pada Dimas.


Dimas tersenyum lalu berlari ke tengah kebun apel dan memeluk tubuh sang istri sembari mengangkat dan memutar-mutar tubuh sang istri.


" Kau senang?" kata Dimas menurunkan Gita tapi tangannya masih melingkar di pinggang sang istri.


" Aku sangat sangat senang. Thank you. I love you," kata Gita mengecup bibir Dimas.


" I love you to," sahut Dimas.


Mereka berciuman di tengah kebun apel.


Ciuman yang semulanya lembut kini menjadi ciuman yang menggebu. Gita menyadari hal itu dan langsung melepaskan ciumannya.


" Cukup," kata Gita menutup mulut Dimas dengan tangan nya.


" Aku tidak mau kau kehilangan kendali dan bercinta di kebun ini," lanjut Gita.


Dimas tertawa dan membuka tangan Gita yang menutupi mulutnya. Lalu mencium telapak tangannya.


" Kita bisa mencoba hal-hal baru yang menantang, Honey," kata Dimas menggoda sang istri.


" Iya. Tapi tidak untuk bercinta di tengah kebun seperti ini. Jika ada orang yang melihat itu akan menjadi hal yang memalukan," sahut Gita.


" Tapi disini terlihat seppi, Honey. Disini tidak ada orang lain selain kita," bisik Dimas sambil menyesap kuping Gita.


" Tidak. Sekali tidak, tetap tidak!" tegas Gita.


Lalu melepaskan tangan Dimas yang melingkar di perutnya nya dan pergi meninggalkan pria itu.


Dimas tertawa lalu mengikuti langkah sang istri. Gita berhenti pas di bawah pohon apel yang buahnya sangat lebat dan matang.


Wanita itu melompat-lompat sembari mengulurkan tangannya ke atas untuk mengambil buah apel yang berada di atas kepalanya.


Dimas datang dan memegang kedua pinggang Gita lalu mengangkat nya. Gita mengulurkan tangannya keatas dan yupp ...


Dia akhirnya bisa memetik buah apel yang paling besar dari buah yang lainnya.


" Terimakasih, Honey," kata Gita tersenyum pada Dimas dan langsung ingin memakan buah apel tapi Dimas menahan tangan nya.


Gita menatap sang suami.


" Kenapa? aku ingin memakannya, Honey," kata Gita.


" Cuci dulu buah itu, Honey," sahut Dimas mengambil buah apel dari tangan Gita dan mencucinya di karan yang ada di sekitar itu.


" Ini, makanlah."


Gita langsung mengambil buah apel itu dari tangan Dimas dan langsung memakannya.


Dimas mengambil ponselnya yang bergetar.


Pria itu melihat kearah sang istri yang kini sedang fokus memakan buah apelnya sembari menatap ke atas pohon buah apel.


Pria itu langsung melihat pesan yang masuk dan ternyata itu pesan dari istri Ardo.


" Hai ... Aku Wilda istri dari Ardo. Aku sudah melihat paket yang dikirim oleh ayah mu. Bisa kita bertemu dan berbicara?" Tulis Wilda.


" Ya. Kami sedang berada di kebun apel di taman Jardin du Luxembourg. Kalau anda punya waktu, kita bisa bertemu di restoran dekat sini," Tulis Dimas.


" Honey ... Ayo foto aku!!" teriak Gita yang kini sudah ada di atas pohon apel yang tak terlalu tinggi.