My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 54



~ Kenyataan~


Ponsel Irza berdering saat dirinya tertidur di sofa yang ada di ruangan perawatan Leyra. Pria itu mengerjapkan matanya dan merogoh kantong celananya.


Dia membawa benda pipih itu ke depan wajah nya dan melihat nama Momy disana.


" Hallo. Ada apa, Mom? kenapa Momy menghubungi ku di tengah malam seperti ini?" kata Irza saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 12 malam.


" Ir ... apa Valerie menghubungi mu? di tidak ada di kamar nya," Kat Wilda cemas.


Irza langsung bangkit dan rasa kantuknya pun langsung menghilang saat mendengar kabar Valerie.


" Apa Momy sudah mencari nya di semua ruangan di mansion?" tanya Irza mulai cemas.


" Sudah, Ir. Momy juga menyuruh pelayan untuk mencari nya tapi hasilnya nihil. Dia tidak ada di mansion ini," kata Wilda dengan suara yang bergetar.


Irza tampak berpikir dan dia memutuskan untuk pulang dan mencari keberadaan sang istri.


" Aku akan pulang, Mom. Mommy jangan khawatir, aku akan mencari nya," sahut Irza dan langsung memutuskan panggilan itu.


Leyra membuka matanya dan melihat kearah Irza yang tampak mengambil jas nya.


" Kau mau kemana, Ir?" tanya Leyra.


Irza menoleh dan menatap kearah ranjang dimana Leyra masih berbaring.


" Aku akan pulang dulu, Valerie tidak ada di mansion dan aku akan mencari nya," sahut Irza sambil memakai jas nya.


Leyra tampak terdiam dan masih melihat kearah Irza.


" Kau akan meninggalkan ku sendirian?" kata Leyra lirih.


Irza menghampiri Leyra dan menggenggam tangan nya.


" Aku hanya sebentar. Tenanglah, akan ada perawat yang menjagamu disini," kata Irza.


" Tapi bukankah kau sudah berjanji tidak akan meninggalkan ku, Ir?" sahut Leyra seakan tak mengizinkan Irza pergi untuk mencari Valerie.


Irza menatap netra Leyra dengan kening yang berkerut bahkan alisnya pun menyatu. Pria itu menegakkan tubuhnya dan melepaskan tangan nya yang tadi menggenggam tangan Leyra.


" Kita hanya bersahabat dan aku menyayangimu seperti seorang kakak menyayangi adiknya. Aku melindungi mu karena aku sudah menganggap mu Adik, sepertinya kau telah salah mengartikan semua ini," lanjut Irza.


Leyra terdiam dan dia merasa sangat kesal mendengar ucapan itu dari mulut Irza. Hatinya terasa sakit karena lagi-lagi Irza mengingat kan siap dirinya bagi Irza.


" Kau menyakitiku hatiku, Ir. Bukankah kau bilang kau menyayangiku? kau mengatakan itu seolah aku tak berarti lagi untuk mu," sahut Leyra dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


Hal yang sering dia lakukan jika Irza mulai mengingat kan hubungan persahabatan mereka. Dia akan menarik simpati Irza dengan cara menangis dan terlihat menyedihkan hingga membuat Irza tak akan meninggalkanmu nya.


" Apa kau sadar dengan ucapan mu barusan, Leyra? aku sudah menikah dan aku memiliki seorang istri yang selalu menunggu ku pulang. Tapi lihat sekarang? sudah beberapa hari aku berada disini untuk menemani mu, bahkan aku tak mengabarkan pada istri ku kalau ternyata aku sudah kembali!!" tegas Irza yang sudah mulai muak dengan sikap manja Leyra yang seakan tak memberikan kesempatan padanya untuk sekedar menghubungi sang istri.


" Istri ... istri ... istri!!! bisakah kau tak menyebutkan kata-kata itu di depan ku, Ir? aku sangat muak mendengar nya!!" teriak Leyra.


" Aku benci saat kau menyebut kan nama istri sialan mu itu!!! wanita itu sudah merebut mu dari ku!! seharusnya aku yang kau panggil istri, bukan dia!!!" lanjut Leyra yang sudah tak bisa menahan emosinya.


" Aku mencintaimu, Ir! Sejak dulu aku sudah sangat mencintai mu!!! tapi aku tidak pernah mengatakan hal itu karena aku takut kau pergi dari ku!!"


Irza terdiam dan hanya melihat kearah Leyra yang menangis sesenggukan. Dia mengingat saat Valerie dulu pernah mengatakan jika Leyra memiliki perasaan lebih pada nya.


Dan bodoh nya lagi. Irza tak pernah menyadari hal itu hingga terjadilah salah paham ini.


" Kau mau tahu betapa besar aku mencintaimu, Ir? aku mengorbankan nyawa ku agar kau kembali memperhatikan ku!" lanjut Leyra.


" Apa maksud mu?" sahut Irza menatap intens mata merah Leyra.


" Jangan bilang kau merencanakan sendiri kecelakaan ini hanya agar aku memperhatikan mu? begitu?" lanjut Irza yang memang sudah menaruh curiga dalam kasus kecelakaan itu.


Leyra tak menjawab dan hanya menangis. Dia merasa takut saat Irza menatap nya dengan tatapan tajam.


" JAWAB AKU!!!" bentak Irza hingga membuat Leyra tersentak.


" IYA!!! AKU YANG MERENCANAKAN KECELAKAAN INI!!! HANYA AGAR KAU KEMBALI PADAKU!!" teriak Leyra frustasi.


" Kau gila!! kau benar-benar gila, Leyra."


Irza langsung pergi dari ruangan itu setelah mendengar kenyataan itu.