
Bab 50
Ke esokan harinya, semua keluarga Adicipta bersiap untuk berangkat ke resort milik Devandra, dimana pesta akan di adakan.
Tin ... Tin.
Suara klakson mobil terdengar memasuki halaman mansion, Adi tampak keluar untuk memastikan siapa yang datang.
" Ayah ..." kata Adi melihat sang ayah keluar dari mobil itu beserta ibu dan juga putranya, Daniel.
Mereka sengaja datang karena mendapat undangan langsung dari Zea.
" Kenapa kau tak memberi tahukan kabar bahagia ini pada ayah mu ini, Adi?" tanya Dipta dengan suara beratnya.
" Maafkan aku, Ayah." Adi langsung mencium tangan Dipta.
Mereka semua masuk kedalam mansion untuk makan pagi bersama, sebelum berangkat menuju resort.
" Gita, apa kau yakin dengan calon mu? Nenek hanya ingin yang terbaik untuk cucu-cucu nenek," kata Rose.
Dia memang tak pernah membeda-bedakan antara Zea dan juga Gita, meskipun Gita bukan cucu kandungnya.
Dan Gita merasa sangat beruntung berada di tengah - tengah keluarga ini, yang sangat menyayangi nya.
" Iya, Nek. Dia pria yang baik," sahut Gita.
" Oiya, Ayah tahu dari mana kabar pernikahan ini?" tanya Adi penasaran. Karena di antara mereka tidak ada yang memberi tahu kabar ini pada ayahnya.
" Zea yang mengirim undangan langsung padaku, dia juga menghubungi ku dan memintaku untuk hadir di acara bahagia nya ini," sahut Dipta.
Adi, Lisa serta Gita tampak terkejut mendengar hal itu sambil saling melempar pandangan.
' Apa Zea sudah mengingat semuanya? Atau Dev yang memberi tahu tentang kakek neneknya?" batin Adi.
Setelah menyelesaikan acara makan paginya. Semua keluarga langsung berangkat ke kota B dimana resort Dev berada.
Selama 2 jam perjalanan dari mansion, Kini mereka tiba di resort milik Devandra yang berada di pinggir Pantai.
Zea tampak berlari menghampiri keluarga nya.
" Beby ... Jangan berlari nanti kamu jatuh!!" teriak Dev di belakang Zea.
Wanita itu terus berlari tanpa mendengarkan perkataan dari Dev.
" KAKEEKK ... I MISS YOU!!" kata Zea sambil merentangkan kedua tangannya.
Dipta tersenyum melihat sang cucu yang berlari ke arah nya dan juga merentangkan tangannya menyambut pelukan dari Zea.
Zea melompat kearah pelukan sang kakek sambil mengapitkan kedua kakinya pada pinggang sang kakek layaknya anak kecil.
Adi, Lisa dan Gita menatap heran pada Zea lalu menatap Dev seolah meminta penjelasan.
Dev membalas tatapan mereka sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
" Heyy, Zea. Berhentilah bersikap seperti anak kecil. Kau ini sudah mau menikah tapi lihat tingkah mu ini," kata Rose sambil menggelengkan kepalanya.
Lalu Zea melepaskan pelukannya dari sang kakek dan berganti memeluk sang nenek.
" Nenek, aku sangat merindukan mu." Zea memeluk Rose dengan sangat erat.
" Zea, aku bisa kehabisan nafas," kata Leni sambil menepuk pundak Zea.
Lalu Zea melepaskan pelukannya dan menatap kearah Daniel. Daniel membalas tatapan dari sang kakak sambil mengerutkan keningnya.
' Ada yang aneh, dari sikap kak Zea,' batin Daniel.
" Hey, anak tengil." Zea menepuk pelan pipi Daniel.
" Kau tak mau memelukku? Apa kau tak merindukanku?" tanya Zea sambil meninju pelan lengan Daniel.
" I Miss you kak," kata Daniel memeluk Zea.
Zea membalas pelukan dari Daniel dan tertawa pelan.
" Kau terlihat seperti pria dewasa, Daniel," kata Zea melihat postur tubuh Daniel yang tinggi kekar.
" Ayo kita kedalam," ajak Zea menggandeng tangan Daniel.
Lalu mereka semua masuk kedalam resort yang cukup mewah itu.
Adicipta menarik lengan Dev ke halaman belakang mansion untuk mendengar kan penjelasan tentang Zea.
" Bagaimana bisa Zea mengingat kakek dan neneknya? Apa kau yang menceritakan semua nya?" tanya Adi.
" Tidak, Uncle. Dia hanya bermimpi masa kecilnya yang berada di kebun bersama kakek neneknya, lalu dia bertanya padaku."
" Lalu kau menceritakan semua nya?" tanya Adi penasaran.
" Ya, Uncle. Karena dia juga mengingat nama kakek nenek serta Daniel," sahut Dev menjelaskan.
" Lalu apa dia mengingat tentang aku dan Momy?" tanya Gita yang tiba-tiba muncul, karena memang sedari tadi dia menguping pembicaraan Dev dengan Adi.
" Tidak, dia tidak pernah membicarakan itu," sahut Dev.
" Aku memang tidak mengingat semuanya, tapi aku mengingat bagaimana kau datang dan menjebak papah dalam pernikahan ini." Semuanya menoleh pada asal suara dan tampak terkejut.
" Zea ..." kata Gita lirih.
Zea tersenyum sambil melangkah kan kakinya, menghampiri Gita.
" Dan aku tak mau mengingat semua kenangan buruk itu, yang aku tahu kau adalah saudariku yang sangat menyayangi ku saat ini," kata Zea menggenggam tangan Gita.
Gita tersenyum sambil meneteskan air matanya mendengar perkataan Zea.
Lalu mereka berpelukan.
Di balik pintu pembatas halaman, tampak Daniel melihat kearah mereka. Dia mendengar semua pembicaraan mereka.
' Apa yang mereka sembunyikan dari ku? Ada apa dengan ingatan kak Zea?' batin Daniel.
Lalu perlahan melangkahkan kakinya menghampiri mereka.
" Ehem ... Ehem,"
Semua menoleh ke sumber suara.
" Daniel ..." kata Adi lirih.
" Ada yang bisa menjelaskan pada ku? Apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Daniel.
Semua tampak terkejut dan saling menatap.
" Ayo kita masuk, papah akan menjelaskan semuanya," kata Adi dengan tenang.
Lalu mereka semua masuk dan bergabung dengan samua keluarga yang sedang berkumpul di ruang tengah.
Adi dan Dev menceritakan semua yang terjadi pada Zea.
" Kau keterlaluan Adi, kenapa kau menyembunyikan hal ini dari kami?" tanya Rose.
" Aku minta maaf, ibu. Aku tidak ingin membuat kalian khawatir," kata Adi berlutut di depan Rose.
" Sudahlah nek, aku sudah baik-baik saja, bahkan aku akan menikah dan sangat bahagia dengan kehadiran kalian," kata Zea.
" Tapi kak, ini hal yang besar. Kecelakaan itu membuat kau mengalami koma dan kehilangan ingatan mu. Tapi kalian menyembunyikan ini semua dari kami," sahut Daniel tak terima.
" Heyy, anak tengil. Lihat aku." Zea menangkup wajah Daniel agar menghadap kearahnya.
" I'm oke, right," kata Zea dengan tersenyum menyebalkan pada Daniel.
Daniel tersenyum melihat senyuman dari sang kakak, lalu memeluknya.
" Sepertinya ada hikmah di balik kecelakaan itu," kata Dipta.
" Ya, Ayah. Kau pasti bisa melihat itu," sahut Adi sambil melirik kearah tangan Zea yang bertautan dengan tangan Gita.
Dipta tersenyum melihatnya, dia sangat bersyukur keluarga Adi kini terlihat sangat harmonis dan baik-baik saja.
Lalu mereka melanjutkan obrolan mereka dengan di selingi candaan dari Zea dan juga Daniel.