My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 50



~Kepergian Lenski dari mansion~


" Aku sudah menghubungi Uncle Kiki untuk mengurus semua keperluan Lenski disana. Kau tak perlu repot-repot mengurusnya dan cukup fokus dengan Leyra, dia lebih membutuhkan mu!" kata Valerie dan langsung bangkit dari kursinya.


Valerie juga mengajak Lenski dan akan mengantar kan Lenski ke depan karena akan berangkat ke sekolah dengan supir.


Irza terdiam dan hanya melihat kepergian Valerie saat mendengar ucapan dari Valerie. Dia merasa tersentil dan tersinggung dengan ucapan sang istri yang memang benar adanya.


" Jangan terlalu fokus dengan Leyra, Ir. Aku tahu kau juga menyayangi nya tapi kau harus ingat, ada Valerie yang harus kau perhatikan dan jaga perasaan nya," kata Wilda menasehati Irza.


Pria itu tampak menghela nafasnya.


" Tapi Valerie sedang baik-baik saja dan dia aman disini, Mom. Berbeda dengan __"


" Dia sedang tidak baik-baik saja," potong Wilda dan langsung meninggalkan ruangan makan karena ingin menghampiri Lenski.


Irza menghela nafasnya yang berat dan menyandarkan tubuhnya di kursi. Pria itu memijat batang hidungnya karena merasa pusing dengan situasi ini.


Entah kenapa dia merasa sangat iba pada Leyra hingga dia tak bisa meninggalkan atau tak memperhatikan wanita itu. Namun disisi lain dia juga harus menjaga perasaan sang istri.


*


" Belajar yang giat dan aku ingin melihat adikku ini sukses di kemudian hari. Buat Kakak bangga padamu, Hmmm?" Valerie mencium kening Lenski saat sudah ada di halaman mansion.


" Aku berjanji akan membuat kakak bangga," sahut Lenski.


Lalu Valerie membukakan pintu mobil untuk Lenski. Dan saat itu juga Wilda muncul dan menghampiri Lenski.


" Sayang ..."


Lenski menoleh pada Wilda sambil tersenyum. Wanita paruh baya itu langsung menangkup wajah Lenski dan mencium keningnya.


" Belajar yang baik, dan pikirkan lagi keputusan mu tadi. Aunty akan sangat merindukan mu jika kau pergi dari mansion ini," kata Wilda.


Lenski menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Lalu dia berpamitan pada Valerie dan juga Wilda dan masuk kedalam mobil.


Tampak Irza berjalan dengan langkah terburu-buru. Pria itu berjalan dengan ponsel yang masih menempel di telinga nya.


" Tunggu aku disana! aku akan langsung kesana!!"


Wilda dan Valerie menoleh dan melihat kearah Irza yang berjalan menghampiri mereka.


Hingga pria itu berhenti dan berdiri dihadapan mereka.


" Ada apa, Ir? kau terlihat khawatir," kata Wilda.


" Aku akan ke rumah sakit, Mom. Kondisi Leyra kembali kritis," kata Irza dengan raut wajah yang memang terlihat sangat khawatir.


Valerie tak mengatakan apapun dan hanya memperhatikan ke khawatiran Irza yang menurut nya tidak wajar.


" Aku akan ikut dengan mu, Ir. Momy ingin melihat kondisi nya. Tunggu aku akan mengambil tas ku," kata Wilda berjalan masuk kedalam mansion.


Irza melihat kearah Valerie yang hanya terdiam di depan nya.


" I love you. Kau tahu itu, aku hanya ingin melihat keadaan nya."


Irza mencium kening Valerie dan langsung masuk kedalam mobilnya karena Wilda sudah keluar dari mansion dengan membawa tasnya.


" Sayang ... Momy ingin melihat kondisi Leyra sebentar. Jaga dirimu disini, hmmm?"


Valerie mengangguk dan tersenyum tipis. Lalu Wilda langsung bergegas masuk kedalam mobil Irza.


Valerie terdiam dan masih terpaku di tempatnya sambil melihat kepergian mobil Irza.


.


.


Seharian itu Valerie hanya berdiam diri di mansion. Dia juga mengurus semua keperluan Lenski yang akan pindah ke asrama.


Uncle Kiki sudah menghubungi nya dan urusan Lenski yang ingin tinggal di asrama sudah di selesai. Uncle Kiki juga mengatakan bahwa Lenski bisa pindah ke asrama esok hari.


Semua biayanya di tanggung sendiri oleh Valerie dengan menggunakan tabungan dari mendiang orang tua nya.


Dia tidak mau menggunakan uang Irza dalam urusan Lenski karena dia ingin Lenski menggunakan uang dari tabungan orang tuanya yang sudah di persiapkan untuk mereka.


*


Sore menjelang.


Valerie tampak sudah mulai bosan karena sendirian di mansion besar itu. Hingga terdengar suara langkah kaki seseorang memasuki mansion dan dia melihat Wilda yang baru saja datang dari rumah sakit.


Wajah nya terlihat lesu dan Valerie langsung menghampiri nya.


" Mom ... kau terlihat lelah," kata Valerie merangkul bahu Wilda berjalan kearah sofa.


Mereka duduk di sofa dan Valerie memberikan air minum untuk Wilda.


" Terimakasih, Sayang."


Valerie tersenyum dan memberanikan diri untuk membuka suara.


" Bagaimana keadaan Leyra, Mom?" tanya Valerie.


" Dia masih belum sadarkan diri. Dan tadi memang kondisinya memburuk, tapi sekarang sudah stabil," sahut Wilda.


" Syukurlah," sahut Valerie singkat.


" Orang tua nya terlalu sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing dan mereka sama sekali tak melihat kondisi Leyra di rumah sakit. Saat ini sudah ada Irza yang menjaganya disana dan mungkin Irza akan pulang sedikit larut. Kau tak masalah kan, sayang?" tanya Wilda.


Valerie hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.


.


.


Ke esokan harinya.


Semua tampak sudah berkumpul di halaman untuk mengantarkan Lenski yang akan pergi dari mansion dan tinggal di asrama.


Wilda masih memeluk erat Lenski seakan dia sangat berat untuk melepaskan kepergian Lenski yang selalu menemani nya di mansion.


" Jaga dirimu baik-baik disana, Sayang. Aunty akan sering mengunjungi mu kesana," kata Wilda melepaskan pelukannya.


" Iya, Aunty. Tapi sepertinya Aunty hanya bisa mengunjungi ku satu bulan sekali," kata Lenski.


" Ya. Dan itu pasti akan membuat Aunty sangat merindukan mu," sahut Wilda.


" Belajar dengan baik dan buat Aunty bangga, Hmm?" Lenski menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


Wilda mencium Kening Lenski dan melepaskan dia untuk pergi. Lenski akan di antar kan oleh Irza dan juga Valerie ke asrama.


Lenski membuka jendela mobil dan melambaikan tangannya pada Wilda ketika mobil itu sudah mulai pergi dari halaman mansion.