
Hari pernikahan pun tiba.
Semua keluarga Irza sudah berkumpul di ruang rawat Ardo yang sudah di hias dengan beberapa bunga.
Lenski pun juga berada di sana untuk menyaksikan pernikahan sang kakak. Ardo menyambut dengan bahagia pernikahan sederhana itu.
Karena memang itu adalah keinginan nya untuk segera melihat sang putra menikah dengan wanita yang baik seperti Valerie.
Irza hanya mengenakan kemeja putih dengan jas berwarna hitam. Cukup sederhana namun itu tak mengurangi kadar ketampanan nya.
Sementara Valerie memakai gaun sederhana yang berwarna putih. Gaun model Sabrina yang memperlihatkan bahu indah nya serta leher jenjang nya.
Rambutnya di style modern dan ada bunga-bunga kecil yang berwarna putih yang juga menghiasi rambut nya. Dan itu membuat Valerie terlihat lebih cantik dan manis.
Kini mereka sedang mengucap kan janji suci pernikahan dengan di saksikan oleh samua kelurga bahkan dokter pun ikut hadir di sana.
" Sekarang kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Kau bisa mencium istri mu," kata seorang pria paruh baya yang memandu pernikahan itu.
Irza mengangguk dan mulai menatap wajah cantik Valerie dengan intens. Wanita itu mendongak kan kepalanya dan menatap wajah tampan Irza di hadapannya.
Pria itu mulai merengkuh pinggang ramping Valerie dan juga memegang tengkuk lehernya.
Tangan kekar nya membelai tengkuk leher Valerie hingga membuat wanita itu meremang.
Irza menekan tengkuk leher Valerie hingga membuat bibir mereka saling bersentuhan. Dengan lembut Irza memagut bibir mungil itu.
Valerie memejamkan matanya dan tak membalas ciuman itu. Ini kali pertamanya dia berciuman dan dia merasa jantungnya berdegup begitu kencang.
Suara tepuk tangan pun menyadarkan mereka hingga membuat Irza melepaskan ciumannya.
Jarinya mengusap bibir Valerie yang basah karena ciuman nya. Wanita itu menundukkan wajahnya karena merasa malu dengan hal itu.
Lalu Semua keluar tampak menghampiri mereka dan memberikan selamat untuk pasangan pengantin baru itu.
Wajah Valerie terlihat bahagia. Dia tak menyangka akan menikah dengan pria tampan dan kaya seperti Irza. Bahkan keluarga besar Irza menerima nya dengan baik.
" Selamat Kak. Aku bahagia akhirnya kakak menikah dengan pria yang baik tapi menyebalkan seperti kak Irza," ucap Lenski.
Semua tampak terkekeh melihat perdebatan kecil antara kakak dan adik ipar itu.
" Ya. Kau memang memberikan semua yang aku minta tapi dengan syarat yang tak masuk akal," sahut Lenski.
" Kauu ... benar-benar anak tengil," sahut Irza.
" Cukup, Ir. Kenapa kau menjadi kekanakan!" tegas Gita sambil menggelengkan kepalanya.
" Kemarilah, Nak." Ardo mengulurkan tangannya pada Valerie dan Irza.
Pasangan pengantin baru itu berjalan mendekati ranjang dan Valerie menggenggam tangan Ardo.
" Aku bahagia karena akhirnya, Daddy bisa menyaksikan pernikahan kalian," kata Ardo.
Pria paruh baya itu juga mengambil tangan Irza menyatukan dengan tangan Valerie.
" Jaga dia untuk ku, Irza. Jika kau menyakiti nya maka kau juga menyakiti daddy. Dia amanah yang besar bagi daddy dan daddy juga akan mengamanahkan dia pada mu," lanjut Ardo.
" Aku berjanji akan menjaga nya meskipun itu bukan permintaan daddy. Dia sudah menjadi tanggung jawab ku dan Dady sudah tak memiliki tanggung jawab apapun terhadap nya," sahut Irza sambil melihat kearah Valerie yang kini mulai menetes kan air matanya.
" Bahagia kan dia, Irza. Meskipun nanti daddy sudah tiada, kau tidak boleh meninggalkan nya. Atau Daddy akan menghantui mu seumur hidup mu," sahut Ardo.
" Apa yang Daddy bicarakan!! Jangan bicara seperti itu," kata Valerie.
" Daddy akan baik-baik saja. Dan daddy harus segera sembuh karena kita akan segera memberikan cucu yang banyak untuk daddy," sahut Irza yang langsung mendapatkan cubitan dari Valerie di perut nya.
Semua tersenyum melihat kebahagiaan itu. Dan akhirnya Ardo sudah mendapatkan keinginan nya.
Tanpa mereka sadari. Ada seorang wanita yang mengintip kebahagiaan itu.
Leyra yang sejak tadi berdiri di ambang pintu hanya bisa mengusap air mata yang terus mengalir di pipinya.
Dia tak bisa menahan tangisnya saat mendengar bahwa pria yang dia cintai kini sudah resmi menikah dengan wanita yang baru saja dia kenal.
Karena tak kuasa menahan rasa sakit di dadanya, Leyra memutuskan untuk pergi dari tempat itu.