My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 60



Irza bangkit dari kursinya dan langsung pergi dari restoran itu dengan langkah yang terburu-buru.


" Heii ... Ir!! kita belum membicarakan pekerjaan kita!!" teriak Jay berdiri sambil melihat kepergian Irza.


Dia hanya melihat kepergian Irza dan menggeleng kan kepalanya.


" Kenapa dia terburu-buru sekali?" gumam Jay yang langsung duduk kembali dan melanjutkan menyantap makanannya.


.


.


Irza melakukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, wajah nya terlihat tegang karena perasaan senang dan juga tegang yang dia rasakan.


Tatapan nya fokus pada jalanan yang lumayan ramai karena sudah memasuki jam makan siang. Tiba-tiba ada seorang pejalan kaki yang akan menyeberang jalan dan hal itu membuat Irza langsung menginjak pedal rem nya.


" Shiitt!" umpat Irza sambil memukul kemudi setirnya.


" Heii Tuan!! apa kau tak melihat lampu merah?" teriak seorang pria yang menyeberang jalan sambil menunjuk kearah lampu lalulintas.


Irza membuka kaca jendela mobilnya dan meminta maaf pada pejalan kaki itu. Setelah lampu menunjukkan warna hijau, Irza langsung menginjak gas mobilnya hingga mobil itu melaju dengan cepat.


20 menit berlalu. Irza sudah sampai di mansion nya, dia keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam mansion.


Suasana mansion tampak sepi karena Wilda sedang istirahat di kamar nya. Irza langsung menuju kamarnya dan menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan pesawat untuk keberangkatan nya menuju negara dimana Valerie bersembunyi.


Lalu Irza masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Pria itu langsung keluar dari kamarnya setelah mengambil paspor dan visa nya.


Dia tidak membawa apapun selain dokumen penting nya beserta handphone dan dompet. Karena yang ada di otak nya hanya ingin menemui Valerie dan membawanya kembali ke mansionnya.


.


.


Sementara itu. Valerie sedang berada didalam sebuah mobil bersama salah satu pegawai nya. Dia ingin menjemput Rani yang sudah ada di bandara karena setelah dari bandara, Rani ingin langsung mendatangi tempat WO yang sudah di rekomendasikan oleh Bibik Nuri.


Valerie merasa gugup dan hanya diam sambil melihat kearah luar jendela. Ini kali pertamanya dia keluar dari penginapan terpencil nya karena dia sangat takut jika ada anak buah sang suami yang masih mencari nya.


Sebelum mengiyakan ajakan dari Rani, Valerie tampak berpikir keras dan mencoba meyakinkan diri nya bahwa tidak akan ada yang bisa menemukan keberadaan nya.


Hingga akhirnya dia menyetujui ajakan Rani setelah cukup lama berpikir.


.


.


Malam menjelang.


Irza turun dari mobil Range Rover nya yang sudah di siapkan oleh anak buahnya. Pria itu menatap kearah bangunan kuno yang masih berdiri kokoh di depannya, dia membuka kacamata hitamnya dan melemparnya kedalam mobilnya.


Dia menatap papan nama yang bertuliskan Archer In. Lalu dia mulai melangkah kan kakinya menuju beranda depan penginapan yang sudah beberapa kali dia kunjungi sebelum dirinya menikah dengan Valerie yang kini sudah menjadi penerus penginapan itu.


" Hallo ... Selamat malam, Tuan Irza," kata Bibik Nuri yang sudah mengenal Irza karena sudah beberapa kali menginap disana.


Irza tersenyum dan membalas sapaan dari Bibik Nuri yang menyambut nya dengan hangat.


" Selamat malam, Bibik. Lama kita tak bertemu, bagaimana kabar mu?" tanya Irza sopan.


" Kabar ku sangat baik, Tuan. Silahkan masuk, aku akan langsung menyiapkan kamar yang biasa anda booking," sahut Bibik Nuri sambil berjalan menuju ruang tengah.


Irza mengikuti langkah Bibik Nuri dan langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


" Tunggu, Bibik!" panggil Irza saat melihat Bibik Nuri berbalik dan akan meninggalkan nya.


" Iya, Tuan? Apa kau ingin aku buat kopi terlebih dahulu?" tanya Bibik Nuri saat sudah menghadap kearah Irza.


" Tidak. Duduklah dulu, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu," sahut Irza.


Bibik Nuri tampak heran tapi dia langsung duduk di sofa yang ada di hadapan Irza.


" Ada apa, Tuan? apa ada masalah yang penting?" tanya Bibik Nuri.


Irza hanya tersenyum lalu dia mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celananya. Dia menunjukkan foto pernikahan nya dengan Valerie pada Bibik Nuri hingga membuat wanita paruh baya itu terkejut sampai menutup mulutnya.


" Aku ingin menjemput Istri ku yang sudah lama bersembunyi dari ku."