My Lovely Girl

My Lovely Girl
Bab 61



Adi berjalan menghampiri Gita, dan mengusap lembut puncak kepala nya.


" Jangan khawatir, Momy baik-baik saja. Dia hanya kelelahan dan tekanan darah nya rendah," kata Adi menyembunyikan kebenaran tentang kondisi mental Lisa yang sedang tidak baik-baik saja.


Lalu Gita melihat kearah Yosi yang sedang menatapnya.


Dia berdiri dan berjalan menghampiri Yosi, tapi Dimas menahan tangan nya sambil menggelengkan kepalanya.


Gita melepaskan tangan Dimas sambil menatap mata pria itu dan tersenyum.


Lalu Gita kembali melangkahkan kakinya menghampiri Yosi, dia berhenti tepat dihadapan pria paruh baya itu.


" Maafkan kesalahan Momy di masa lalu, Uncle." Gita langsung berlutut di hadapan Yosi.


Dimas menghampiri sang istri dan merangkulnya agar berdiri. Tapi Gita tetap berlutut sambil menangis.


" Maaf, jika karena kehadiran ku membuat Uncle membenci Momy. Aku tidak tahu apa kesalahan Momy tapi aku mohon maaf jika Momy sangat menyakiti hati Uncle."


Yosi merasa sangat bersalah karena kesalah pahaman ini. Dia masih tidak bisa memaafkan Lisa, karena wanita itu menyembunyikan hal besar itu darinya.


Tapi satu hal yang membuat nya lega. Bahwa Gita bukanlah anak hasil dari penghianatan Lisa, dia berpikir untuk menerima gadis itu sebagai menantu nya.


Yosi memegang kedua bahu Gita dan membawanya untuk berdiri.


" Kau masih memanggil ku dengan sebutan uncle? di saat kau sudah resmi menjadi istri dari putra ku," kata Yosi sambil mengangkat dagu Gita agar menatapnya.


Gita tak langsung menjawab, dia masih bingung dengan perkataan Yosi sambil menatap lekat mata sang mertua.


" Kau masih tak mengerti juga?" kata Yosi sambil mengusap lembut pipi Gita.


Gita hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil melihat wajah Yosi yang sedang tersenyum. Lalu Yosi melihat kearah Dimas yang sedang menatapnya dan berkata.


" Jelaskan pada istri mu ini, Dimas."


Dimas maju menghampiri Gita dan merangkul bahunya.


" Panggil dia Daddy, Honey. Karena dia adalah mertua mu," kata Dimas.


" Tapi ...," kata Gita menggantung.


Yosi mengambil tangan Gita dan Dimas, lalu menggenggamnya.


" Aku merestui hubungan kalian," kata Yosi sambil tersenyum.


Gita tampak terkejut dan tak bisa berkata-kata, dia menoleh pada sang suami dengan tatapan yang penuh haru.


" Apa yang aku dengar itu benar, Honey?" tanya Gita.


Dimas menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


" Benarkah itu, Uncle ... eh, Daddy?" tanya Gita.


" Ya, aku menerima mu menjadi menantu di keluarga kami. Dan kau harus cepat memberikan ku seorang cucu penerus keluarga Ganendra," sahut Yosi lalu memeluk Gita sang menantu.


" Terimakasih, Dad. Terimakasih," ucap Gita sambil membalas pelukan dari Yosi.


Semua tampak terharu melihat pemandangan itu, dan Dimas pun bergabung memeluk keduanya.


.


.


Di kamar Alina, Zea tampak merebahkan tubuhnya yang terasa lelah setelah selesai membersihkan tubuhnya.


" Kak, apa kak Dev tak keberatan jika kakak tidur dengan ku?" tanya alina yang duduk di depan meja riasnya.


" Tidak akan. Jika dia marah padamu, bilang padaku. Aku akan menghajarnya," kata Zea sambil menutup matanya yang terasa berat.


Alina tertawa mendengar ucapan dari sang kakak ipar. Lalu menoleh pada Zea yang sudah memejamkan matanya.


" Kau hebat, Kak. Kau bertarung dengan kak Dev dengan sangat gesit, aku jadi ingin belajar bela diri seperti kakak. Agar aku bisa menghajar para pria yang mengganggu ku di sekolah," kata Alina dengan semangat.


Tapi dia tidak mendapatkan jawaban dari Zea, dan hanya terdengar suara dengkuran yang keluar dari mulut kakak iparnya itu.


" Iiishh, dia sudah tertidur." Alina langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Dan langsung bergabung dengan Zea di ranjangnya setelah keluar dari kamar mandi.


.


.


Dev masuk kedalam kamar nya, tapi dia tak melihat sang istri di ruangan itu. Dia mencoba mencari di kamar mandi tapi dia tetap tak menemukan nya.


" Diman dia," gumamnya.


Lalu kembali masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Beberapa menit kemudian, Dev keluar dari kamar mandi dan tetap tak melihat Zea di kamar nya. Dia langsung membuka lemari dan mengambil pakaian nya.


Dev mencari Zea di semua ruangan di resort itu tapi dia tetap tak menemukan sang istri.


" Kemana dia," gumam Dev.


Lalu Dev mencoba memeriksa Zea di lantai bawah, dan dia bertemu dengan sang Momy yang sedang mengambil minuman.


" Mom, kau belum tidur?" tanya Dev.


" Dev, setelah ini aku akan tidur. Momy hanya sedang mengambil air putih," sahut Abel.


" Dev, apa kau sedang mencari seseorang?" tanya Abel melihat sang putra yang tampak mengedarkan pandangannya yang terlihat sedang mencari seseorang.


" Aku mencari Zea, Mom. Dia tidak ada di kamar, apa Momy melihat nya?" kata Dev.


" Tidak, aku tidak melihatnya. Coba kamu cari dia di kamar alina, mungkin saja dia sedang bersama adik mu yang manja itu."


Abel langsung pergi meninggalkan Dev dan masuk kedalam kamar nya.


" Kenapa aku melupakan gadis manja itu," gumam Dev.


Dia langsung naik kelantai 2, dimana kamar alina berada.


CEKLEK


Dev membuka perlahan pintu kamar alina. Dan benar saja, dia melihat dua wanita yang di sayangi nya sedang tertidur pulas di ranjang itu.


Dev perlahan masuk kedalam kamar alina dan mendekati ranjang itu. Dia menatap wajah dua wanita itu lalu mengecup keningnya secara bergantian.


" Aku sangat menyayangi kalian, Oouuwh aku seperti sedang memiliki dua istri," kata Dev lalu merebahkan tubuhnya di sofa lebar yang ada di kamar itu.


Dev memilih tidur di kamar alina, dia tidak ingin mengganggu tidur nyenyak dua wanita itu jika dia membangun kan Zea.


Lalu Dev pun ikut tertidur di kamar alina.


.


Sementara di kamar pasangan pengantin baru yang lain, tepatnya di kamar Gita dan Dimas.


Pasangan pengantin itu baru masuk kedalam kamarnya setelah mengantarkan Yosi keluar dari resort untuk langsung pulang ke mansion nya.


Gita sudah menawarkan mertuanya itu untuk menginap di resort karena hari sudah malam. Tapi Yosi tetap ingin pulang.


Dimas langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, sedangkan Gita langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Beberapa menit kemudian, Gita keluar dari kamar mandi dengan menggunakan lingerie seksi di tubuhnya.


Dimas melihat kearah sang istri yang sedang berjalan menuju meja riasnya untuk melakukan ritual perawatan wajah nya yang selalu dia lakukan.


" Honey, kemarilah." Dimas merentangkan tangannya pada Gita.


Gita menoleh pada sang suami. " Aku ingin tidur setelah ini, Honey. Jadi jangan menggangguku," kata Gita sambil memakai rangkaian skincare nya.


Dimas tertawa mendengar ucapan dari sang istri. " Aku tidak akan menggangu mu, aku janji." kata Dimas menghampiri Gita.


Dia langsung menggendong Gita.


" Dimas, apa yang kau lakukan. Aku belum menyelesaikan perawatan ku," kata Gita dalam gendongan sang suami.


" Aku hanya ingin tidur dengan memeluk tubuh istriku," kata Dimas lalu mendudukkan Gita di tepi ranjang.


Gita berdiri dan mendekatkan tubuhnya pada sang suami.


" Aku lebih suka kalau kau tak memakai bajumu jika tidur dengan ku," kata Gita membuka kancing kemeja pria itu.


Lalu Dimas merengkuh pinggang Gita agar lebih menempel pada tubuhnya.


" Apa kau yakin hanya ingin tidur dengan ku?" kata Dimas mencoba menggoda Gita dengan menciumi leher jenjang nya.


Lalu Gita melepaskan kemeja yang melekat pada tubuh kekar sang suami, dan mengecupi dadanya.


" Jangan salah kan aku. Karena kau yang menggoda ku, Honey." tanpa basa-basi lagi, Dimas langsung mendorong pelan tubuh sang istri hingga dia terjatuh terlentang di atas ranjang.