
" Kau melamar ku?" sahut Valerie sambil tersenyum miring.
" Anggap saja begitu. Daddy memintaku untuk segera menikah, dan Momy juga menyuruhku untuk memenuhi permintaan daddy," sahut Irza dan melepaskan pelukannya.
" Akan ku pikirkan," jawab Valerie.
Irza menatap tajam sambil mengerutkan keningnya pada wanita itu.
" Apa yang harus kau pikirkan lagi, Nona! aku sudah membayar mu pada Madam tadi 100jt dan aku sudah membiayai pengobatan adik mu! kalau kau menolak lamaran ku maka kau harus mengembalikan semua uang ku!!" tegas Irza.
" Heii ... kenapa kau jadi perhitungkan sekali!" sahut Valerie.
" Aku sudah mengeluarkan uang banyak untuk mu tapi kau malah masih ingin berpikir untuk menerima lamaran ku!" tegas Irza.
" Itu artinya kau membeli diriku bukan melamar ku!!" tegas Valerie.
" Mau tidak mau kau harus menerima lamaran ku!! kalau tidak aku mau uang ku kembali sekarang juga!" tegas Irza yang membuat Valerie kesal.
Wanita itu tampak berpikir keras.
" Baiklah-baiklah. Terpaksa aku harus menerima lamaran mu karena aku memang tak punya uang sebanyak itu. Kau sudah memanfaatkan ku, Tuan!" sahut Valerie kesal.
" Kalau memang kau bisa di manfaatkan, kenapa tidak? lagian aku juga terpaksa karena permintaan daddy," jawab Irza mengalihkan pandangannya.
" Kalau begitu kau bisa cari wanita lain untuk bisa kau nikahi," sahut Valerie yang juga mengalihkan pandangannya dan mendekap tangan di dadanya.
" Kalau begitu kau harus mengembalikan uang ku dulu," sahut Irza tanpa melihat kearah wanita itu.
" CK. Kenapa aku bisa bertemu dengan pria menyebalkan dan perhitungan seperti dia," kata Valerie.
" Kalau kau tak bertemu dengan ku, aku tidak bisa bayangkan bagaimana dirimu saat ini. Adikmu dalam keadaaan kritis dan kau harus melayani pria mesum dengan tidur dengan nya. Bukankah kau harus nya bersyukur telah bertemu dengan ku?" kata Irza.
Valerie menoleh kearah pria yang duduk di sebelah nya dengan pandangan nya yang penuh amarah.
Tapi dia tak berani menjawab karena apa yang di katakan oleh pria itu memang benar adanya. Bahkan dia sendiri tak bisa membayangkan bagaimana nasibnya jika tak bertemu dengan pria itu.
Wanita itu terdiam sejenak.
' Dia benar. Dia sudah menyelamatkan adikku dan juga menyelamatkan aku dari Madam,' batin Valerie.
Mereka sama-sama terdiam. Kemudian Valerie menatap kearah pria di sebelah nya yang kini sudah menutup mata nya.
" Thank you."
Irza tersenyum miring dan membuka satu matanya melihat kearah wanita yang duduk di sampingnya dan menundukkan kepalanya.
" Hmmm," sahut Irza dengan penuh kemenangan.
" Kau benar. Harusnya aku bersyukur karena bertemu dengan mu," lanjut Valerie.
" Aku bersedia menikah dengan mu. Tapi aku tak mau mempermainkan sebuah pernikahan, aku akan menjadi istri mu yang sah dan tanpa perjanjian apapun atau kontrak apapun," kata Valerie serius.
" Hmmm," sahut Irza malas.
" Heii ... aku sedang serius! apa kau mendengar ku bicara?" kata Valerie kesal.
" Hmmm," sahut Irza lagi dan itu membuat Valerie sangat kesal.
Wanita itu langsung menarik telinga Irza dengan keras hingga pria itu merintih kesakitan.
" Lepaskan telinga ku!! Nona!! lepaskan nanti telinga ku copot!!" teriak Irza.
" Biarin, biar kau tahu rasa!" sahut Valerie kesal.
" Heii ... Jika telinga ku copot kau akan memiliki suami yang aneh yang hanya memiliki satu telinga!!" sahut Irza sambil terus menahan di sakit di telinga nya.
" Itu tak masalah yang penting kau menafkahi ku dan adikku," sahut Valerie dengan tangan yang masih menarik telinga Irza.
" Iyaa iya. Aku mendengar kan perkataan mu tadi! sekarang lepaskan telinga ku!"
Valerie langsung melepaskan telinga Irza. Pria itu tampak menggosok telinga nya karena rasa panas yang dia rasakan.
" Jadi kau ingin menjadi istri ku seutuhnya?" tanya Irza dengan mendekatkan kepalanya ke kepala Valerie.
" Iiiiishh ... jangan mendekat," kata Valeri menjauhkan kepala Irza yang bersandar ke kepala nya.
" Ayo jawab pertanyaan ku? kau siap menjadi istri ku?" tanya Irza lagi yang sekarang sudah memeluk pinggang Valerie dan mendarat kan kepalanya di bahu wanita itu.
" Huuuft ... Iya iya. Aku tidak mau mempermainkan sebuah pernikahan. Dan menikah dengan mu ... tidak begitu buruk. Kau tampan dan juga kaya raya," sahut Valerie sambil tersenyum smirk.
" Dasar wanita materialistis," sahut Irza melepaskan pelukannya.
" Heii ... semua di dunia ini membutuhkan duit, sayang. Jadi aku hanya berpikir realistis," sahut Valerie.
" Hmmm ... Baiklah. Kita sepakat menikah?" sahut Irza mengulurkan tangannya.
Valerie menoleh dan melihat kearah tangan Irza.
" Ya. Kita sepakat menikah!"
Valerie menjabat tangan Irza dan mereka sama-sama saling tersenyum dan menatap.
Dan akhirnya Irza bernafas lega karena sudah menemukan wanita untuk di nikahinya dan segera memenuhi permintaan daddy nya.
Begitupun dengan Valerie. Dia sudah lega karena semua biaya pengobatan sang Adik sudah di tanggung oleh Irza dan tanpa harus menjual tubuh nya.