My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 22



Irza membaringkan tubuh Valerie di atas ranjang dengan perlahan. Wanita itu tersenyum canggung karena dia sedikit gugup dengan apa yang akan mereka lakukan.


Irza membuka satu persatu kancing kemeja nya. Valerie melihat hal itu dan itu begitu seksi di mata nya.


" Kau mau ku bantu?" tanya Irza dengan seringai tipis di bibirnya.


Valerie tersenyum dan memalingkan wajahnya. Dia merasa malu dan pipinya bersemu merah.


Irza terkekeh saat melihat ekspresi wajah Valerie yang menurut nya sangat lucu. Lalu dia menghampiri wanita nya di atas ranjang, dia membuka jubah tipis yang menutupi tubuh Valerie.


Pria itu mendekat kan wajahnya kearah bahu indah Valerie yang kini mulai terlihat. Dia menyusurinya dengan ciuman lembut dan hal itu langsung membuat tubuh Valerie bereaksi.


Irza menghentikan kegiatannya dan menatap netra indah Valerie. Mereka berpandangan lama hingga Irza pun kembali membuka suara nya.


" Maaf ... jika belakangan ini aku sudah mengabaikan mu," ucap Irza sambil membelai wajah cantik Valerie yang ada di bawah kungkungan nya.


" Aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Aku cukup mengerti apa yang kau rasakan," sahut Valerie sambil memberanikan diri dengan mengalungkan lengannya di leher kokoh irza.


Pria itu tersenyum tipis yang membuat Valerie semakin terpesona dengan ketampanan sang suami.


" Jangan terlalu sering tersenyum seperti itu jika sedang tak bersama ku," ucap Valerie yang membuat Irza mengerutkan keningnya.


" Kenapa?" sahut Irza.


" Oh my. Apa kau tak sadar akan ketampanan mu, Tuan? kau bahkan bisa langsung memikat hati para wanita jika kau tersenyum seperti itu," jawab Valerie.


Irza terkekeh dan dia merasa gemas dengan sang istri. Dia langsung menciumi seluruh wajah cantik Valerie dan juga area leher nya hingga membuat Valerie kegelian.


" Stop ... please stop, Irza! itu geli," pekik Valerie sambil menahan kepala Irza dengan kedua tangannya.


Irza menghentikan kegiatannya dan menatap lekat mata Valerie. Mereka kembali bertatapan, hal itu membuat dada Valerie berdebar dan jantung nya berdegup begitu kencang.


Irza mengalihkan pandangannya kearah bibir mungil Valerie. Dia mulai mendekatkan bibirnya dan mulai memagut nya secara perlahan.


Valerie memejamkan matanya dan menikmati ciuman nya itu. Dia mengalungkan tangannya ke leher Irza dan membalas ciuman nya.


Mereka berciuman lama dan dengan begitu intens. Bahkan tangan Irza mulai masuk kedalam dress berbahan satin yang masih melekat di tubuh Valerie.


Pria itu menyingkap nya hingga terlihat lah benda segitiga di bawah sana. Dia mulai mengusap lembut paha mulus Valerie dan membuat gairah mereka semakin tersulut.


Irza mulai mengangkat dress itu ke atas dan melepaskan pagutannya. Hingga kini hanya tersisa pakaian dalam nya saja.


Valerie membiarkan pria itu menatap tubuh sintal nya. Nafasnya yang mulai memburu membuat dadanya bergerak naik turun dan itu semakin menggoda di mata Irza.


Satu tangan nya membuka pengait bra yang ada di bagian depan, hingga langsung membuat benda kenyal itu lolos seketika.


Valerie menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh sang suami. Dia ingin memberikan pelayanan terbaik nya untuk Irza yang sudah resmi menjadi suami nya.


Tak ada yang luput dari sentuhan bibir Irza. Pria itu menyapu setiap jengkal tubuh polos sang istri hingga tak ayal membuat wanita meliukkan tubuhnya seperti cacing kepanasan.


Hingga tibalah mereka di bagian inti dari kegiatan itu. Irza menatap lekat wajah sayu Valerie, dia mengecup kening nya dengan begitu dalam sebelum melakukan penyatuan nya di malam pertama yang sudah tertunda itu.


Valerie memejamkan matanya dan tersenyum saat Irza dengan kelembutan nya mencium keningnya dengan penuh perasaan.


" Kau siap, Sweety?" tanya Irza dan di jawab anggukan kepala oleh Valerie.


" Just relax, Oke?"


Valerie kembali mengangguk kan kepalanya sambil menggigit kecil bibirnya.


Irza kini memfokuskan diri pada pelaksanaan kegiatan itu. Dia mendorong dengan perlahan miliknya namun gagal.


Ternyata sangat susah membobol gawang sang istri. Dia mencoba beberapa kali namun tetap tak berhasil.


Hingga membuat Valerie meringis.


" Honey ... Berikan aku jalan untuk masuk, kau tidak perlu tegang, Oke?"


Valerie menghela nafas nya dan mengangguk perlahan. Sementara Irza kembali menyapa bibir mungil Valerie agar wanita itu menjadi lebih relaks.


Mereka berciuman dan dalam ciuman itu Irza masih berusaha untuk melakukan penyatuan nya.


Hingga akhirnya Valerie terpekik saat mulai merasakan sesak dalam diri nya. Bahkan rasa perih pun juga menghampiri nya.


Irza melepaskan pagutannya dan menatap wajah cantik Valerie.


" Sakit? just relax, sweety. Aku akan melakukan nya dengan perlahan," ucap Irza.


Valerie tak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya. Irza kembali menautkan kedua tangannya dengan tangan Valerie dan mulai bergerak.


" Aaaahh ... Irza."


Suara seksi itu lulus seketika dengan menyebut kan nama pria nya.


" Oouuhh ... Valerie. Ini sangat sempit, Sweety."


Irza terus mendorongnya kuat senjatanya dengan begitu dalam. Mereka melakukan percintaan panas itu dengan durasi yang cukup lama.


Namun Irza hanya melakukan nya sekali, karena ini adalah pengalaman pertama bagi Valerie.