My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza



" Jika dia tidak mau, tolong jangan di paksa!" tegas Irza berdiri di depan wanita yang disebut Madam itu.


" Jangan ikut campur! kau hanyalah orang luar yang baru saja bertemu dengan wanita ini, kan?" sahut wanita itu.


" Ya. Aku memang baru bertemu dengan nya!" sahut Irza.


Lalu wanita itu memberi kode pada bodyguard nya untuk membawa paksa Valerie dari tempat itu.


" Aku tidak mau!! lepaskan aku!!" teriak Valerie sambil berontak.


Rumah sakit itu tak terlalu banyak orang dan teriakan Valerie langsung di dengar oleh security yang sedang berkeliling di dalam rumah sakit.


" Heii ... jangan membuat keributan disini!!" bentak security itu sambil menghampiri Valerie.


" Kita hanya ingin menjemput anak kami, pak. Tolong beri kesempatan agar kami bisa membawa nya," kata Madam itu.


Valerie hanya menangis. Dia menggeleng kan kepalanya karena tak mau meninggalkan rumah sakit itu.


" Cepat bawa dia!" tegas Madam.


Lalu 2 pria yang berbadan besar itu menggotong tubuh Valerie keluar dari rumah sakit. Satu bodyguard itu membekap mulut Valerie hingga wanita itu tak bisa lagi berteriak.


" Terimakasih, pak security." Madam langsung pergi dari tempat itu.


Irza tak tinggal diam. Dia mengikuti langkah kaki wanita itu dan juga para bodyguard nya.


"LEPASKAN DIA!!" teriak Irza saat sudah ada di parkiran.


Para bodyguard dan Madam itu menghentikan langkahnya saat mendengar teriakkan dari Irza.


Wanita yang disebut Madam itu menoleh pada Irza.


" Lepaskan dia. Aku akan membayar berapapun pada kalian agar melepaskan wanita itu," kata Irza.


Wanita paruh baya itu tersenyum miring saat mendengar perkataan dari Irza.


" Kau harus membayar mahal untuk wanita ini, karena ini adalah tugas pertamanya bekerja padaku. Aku yakin kau tidak akan kecewa dengan pelayanannya," sahut Madam.


" Lepaskan dulu wanita itu dan aku akan langsung mentransfer uangnya," sahut Irza.


Lalu Madam langsung memberi kode pada dua bodyguard-nya untuk melepaskan Valeri.


" Kau harus membayar 100 juta untuk wanita ini, karena aku harus mengembalikan uang dari pria yang sudah memboking nya," sahut Madam.


Dengan cepat Irza langsung mentransfer uang sejumlah yang diminta oleh wanita itu bahkan lebih. Dan memberikan ponselnya pada wanita itu untuk menuliskan nomor rekening nya.


" Done," kata Irza setelah mentransfer uang itu ke rekening milik Madam.


Wanita itu langsung mengecek ponselnya dan betapa terkejutnya dia saat melihat nominal angka yang di transfer oleh Irza.


" Apa kau tak salah mentransfer uang sebanyak ini untukku," tanya Madam.


" Tidak. aku tidak salah mentransfer uang itu, karena aku ingin membeli wanita ini untukku dan kau tak boleh mengganggunya lagi karena dia sudah ku beli darimu," sahut Irza.


Hal itu membuat Valeri menoleh dan menatap tajam ke arah Irza.


" Baiklah, Deal. Aku tidak akan mengganggu wanitamu lagi dan kau bisa mengembalikannya padaku jika kau sudah bosan dengannya," sahut wanita itu dan pergi dari tempat itu bersama para bodyguard-nya.


" Kenapa kau harus berurusan dengan wanita itu? apa kau sudah kehilangan akal hingga kau mau menjual tubuh mu sendiri?" tanya Irza geram.


" Itu bukan urusanmu!" sahut Valeri kesal.


Wanita itu langsung meninggalkan Irza yang masih terpaku di tempatnya.


.


Kini Valerie sudah ada di depan ruangan IGD dimana adiknya masih di tangani oleh dokter.


Lalu seorang dokter keluar dari ruangan itu. Valerie langsung menghampiri nya.


" Bagaimana dengan keadaan adik ku, Dokter?" tanya Valerie cemas.


" kondisi adikmu lumayan parah kita harus segera mengoperasinya," sahut dokter itu.


Irza menghampiri mereka dan langsung berdiri di samping wanita yang sudah menangis sambil menundukkan kepalanya.


" Lakukan yang terbaik untuk anak itu, Dokter. Jika memang perlu di operasi maka lakukanlah sekarang juga!" tegas Irza.


Valerie langsung menoleh pada Irza yang berdiri di sampingnya. Namun pria itu tetap fokus menatap dokter di hadapan nya.


" Baiklah. Kau harus mengurus administrasi nya dulu," sahut dokter itu.


" Ya. Aku akan mengurus administrasi nya dan segera lakukan operasi nya!!" sahut Irza.


Pria itu langsung berjalan menuju tempat administrasi dan Valeri mengikutinya dari belakang.


Setelah mengurus semua administrasi itu Irza membalikkan tubuhnya dan melihat Valeri di hadapannya.


" Terimakasih, aku akan melayanimu sepuasmu di dimana pun dan kapan pun kau membutuhkan ku, kau tidak akan kecewa dengan pelayananku," kata Valeri.


Irza tersenyum miring saat mendengar ucapan dari wanita cantik itu.


" Sayangnya aku tidak tertarik dengan tubuhmu," sahut Irza.


Pria itu langsung meninggalkan tempat administrasi itu dan berjalan menuju lift untuk naik ke atas di mana ruangan daddy nya dirawat.


Valerie masih mengikuti langkah pria itu hingga masuk ke dalam lift.


" Apa maumu, Tuan? Aku tak akan bisa mengembalikan uangmu yang banyak itu dan aku hanya bisa membayarmu dengan tubuhku," kata Valerie.


Irza tak menjawab. Dia hanya terus menatap ke arah wajah wanita cantik itu dengan tangan yang ada di saku celananya.


" Katakan padaku, Tuan. Apa aku harus menjadi pelayanmu? aku rela menjadi simpananmu jika kau memang memiliki Seorang istri," kata wanita cantik itu yang membuat Irza langsung meledakkan tawanya.


" Aku sedang mencari seorang istri. Apa kau mau menjadi istri bayaran untuk ku?" tanya Irza saat menghentikan tawanya.


" A-apa maksud mu, Tuan? aku tak mengerti," sahut Valerie.


Irza hanya menatap lekat wanita itu sambil tersenyum miring.