My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 4



Ke esokan harinya. Pagi-pagi sekali Gita sudah bangun dan bersiap untuk menemui sang daddy di rumah sakit.


Dia bahkan membangun kan Arkana dan Dimas karena dia ingin buru-buru melihat kondisi Ardo di rumah sakit.


Bahkan dia meminta pelayan untuk menyiapkan bekal. Dia juga memasak makanan sehat untuk Ardo di rumah sakit.


" Apa semua sudah siap, Bik?" tanya Gita saat keluar dari kamar nya.


" Iya, Nona. Semua sudah saya siapkan," sahut pelayan.


" Baiklah, dimana Arkana?" tanya Gita yang hanya melihat Dimas di ruang tengah.


" Dia sedang ingin buang air, Sayang. Tunggulah sebentar," kata Dimas sambil fokus dengan ponselnya.


Gita menghembuskan nafasnya dan duduk di samping Dimas.


Kini mereka sedang ada dalam perjalanan menuju rumah sakit. Gita terlihat begitu cemas sebelum dia bertemu dengan Ardo.


Dimas menggenggam tangan nya dan mengusap nya.


" Tenanglah. Kau terlihat sangat tegang," kata Dimas sambil tersenyum pada sang istri.


" Hmm ... aku hanya ingin segera melihat keadaan Daddy. Siapa tahu hari ini dia terlihat lebih baik," sahut Gita.


Dimas tersenyum dan tak menjawab perkataan Gita. Dia hanya mengusap punggung Gita dan mencium punggung tangan nya.


.


.


Kini Dimas dan Gita tiba di rumah sakit. Mereka bergandengan tangan masuk kedalam dan langsung menuju ruang perawatan Ardo.


Saat melewati ruangan ICU.


" Bukankah itu uncle Irza, Mom?" kata Arkana melihat om nya sedang tertidur pulas bersama seorang wanita cantik di samping nya.


Gita langsung menoleh dan melihat Irza di kursi tunggu.


" Sepertinya dia sedang mendekati wanita itu," sahut Dimas. Mereka menghampiri Irza yang tengah terlelap.


" Uncle Ir!!!" teriak Arkana sambil mengguncang tangan Irza.


Pria itu terkejut dan terbangun. Valerie yang menyandarkan kepalanya di pundak Irza juga ikut terbangun dan mengerjapkan matanya.


" Sedang apa kau disini, Ir? bukannya kau menemani Momy dan daddy kau malah ada disini," omel Gita.


Irza menggeliat kan tubuhnya sambil meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku. Dan merangkul bahu Valerie di depan Gita dan Dimas.


" Aku bicara padamu tapi kau malah bersikap seperti ini," omel Gita sambil menarik telinga Irza.


" Sakit ... sakit kak," rintih Irza hingga melepaskan tangan yang merangkul bahu Valerie.


Valerie dan Arkana pun tertawa. Dan Dimas hanya menggeleng kan kepalanya.


" Jadi kau semalaman cuma pacaran disini? dan membiarkan Momy menjaga daddy sendiri? begitu?" omel Gita lagi tanpa melepas tangan nya di telinga Irza.


Lalu Gita melepaskan tangan nya di telinga Irza. Pria itu langsung menggosok telinga nya yang memerah.


" Jelaskan pada ku apa yang kau lakukan disini?" tanya Gita sambil mendekap tangan di dadanya.


" Menggoda wanita ini agar mau menikah dengan ku," jawab Irza jujur.


Dan lagi-lagi hal itu membuat Arkana dan Valerie tertawa cekikikan.


Dimas dan Anggita sama-sama menghembuskan nafasnya dan menggeleng kan kepalanya.


" CK. Kondisi daddy sedang lemah kau malah asik mencari wanita?" sahut Gita menggeleng kan kepalanya.


" Ini karena permintaan daddy dan Momy, Kak! mereka menyuruhku segera menikah! Momy juga memaksa ku agar menuruti permintaan terakhir Daddy!" tegas Irza keceplosan.


Gita begitu terkejut saat mendengar perkataan dari Irza. Dia mengerutkan keningnya dan menatap kearah Dimas.


" Apa maksudmu permintaan terakhir Daddy, Ir? Daddy tak apa-apa kan? kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu dariku tentang keadaan Daddy, kan?" sahut Gita khawatir.


Irza langsung mendapatkan tatapan tajam dari Dimas karena sudah keceplosan pada Gita.


' Jadi kak Dimas belum memberi tahu kak Gita tentang kondisi daddy?' batin Irza menundukkan kepalanya.


" Jawab aku, Irza!" tegas Gita.


Valerie pun terkejut saat mendengar Gita yang terlihat marah.


' Sepertinya dia kakak ipar yang galak,' batin Valerie ikut menundukkan kepalanya.


" Maaf, Kak. Aku tidak punya keberanian untuk mengatakan kondisi daddy padamu. Kakak bisa bertanya pada kak Dimas, atau langsung bertanya pada dokter yang menangani daddy," sahut Irza.


Gita langsung menatap tajam kearah Dimas. Lalu mereka melanjutkan perjalanan nya menuju ruangan Ardo.


Irza mengikuti langkah Gita. Namun setelah beberapa langkah dia berbalik dan kembali menghampiri Valerie yang tengah menatapnya.


' Kenapa dia malah kembali?' batin Valerie heran. Dia hanya menatap kearah pria yang kembali berjalan kearahnya.


Pria itu langsung menangkup wajah nya.


" Tunggu aku disini, aku akan segera kembali untuk mengenal kan mu pada Momy dan kakak ku," ucap Irza sambil menatap mata Valerie.


Wanita itu hanya terpaku dan menganggukkan kepalanya.


CUP


Irza langsung mencium kening Valerie dengan begitu dalam hingga membuat wanita itu memejamkan matanya.


Lalu tersenyum pada wanita cantik itu sambil mengusap lembut pipi nya. Dan pergi dari tempat itu menyusul kakak nya.


Valerie masih terpaku menatap punggung pria itu yang sudah menjauh dari pandangan nya.


" Oh my. Bisa-bisa aku langsung jatuh hati pada nya jika dia bersikap semanis ini pada ku," gumamnya.