
" BAYIKU!!!" teriak Zea histeris.
Wanita itu terus menangis di atas ranjang itu.
Semua tampak terkejut karena ternyata Zea mengetahui kehamilan nya. Zea mendengar hal itu langsung saat dirinya sedang di tangani oleh dokter.
Pada saat itu Zea masih setengah sadar. Matanya terpejam tapi telinga nya masih bisa mendengar pembicaraan orang-orang yang ada di sekitar nya.
Lalu Lisa memeluk tubuh Zea. Dia mengusap lengan wanita itu.
" Tenanglah, sayang. Mungkin ini sudah takdir dari tuhan," kata Lisa menenangkan Zea.
Dev hanya menatap kearah Zea dengan ekspresi datar nya. Pria itu merasa sangat kecewa dengan tindakan gegabah Zea yang mengakibatkan harus kehilangan bayi nya.
" Takdir mempermainkan ku, Mom. Mereka mengambil bayiku bahkan sebelum aku mengetahui kehadiran nya di dalam rahim ku," kata Zea dengan Isak tangisnya.
Dev tak bereaksi apapun saat melihat sang istri yang tampak sangat terpukul atas kehilangan bayinya. Pria itu langsung keluar dari ruangan itu dengan mengepalkan tangannya.
Adi melihat kepergian Dev. Dia menyadari pasti ada sesuatu di balik semua ini hingga dia bersikap seolah tak perduli dengan kondisi mental Zea.
Lalu dia mengikuti Dev keluar dari ruangan itu.
" Dev ..." panggil Adi.
Dev menghentikan langkahnya dan tanpa menoleh. Lalu Adi menghampiri pria itu.
" Ada apa? Zea baru sadar dan kau malah meninggalkan nya," kata Adi.
" Aku hanya ingin memberi pelajaran pada pria yang sudah membuat kami kehilangan bayi kami, Pah," kata Dev menyembunyikan kekecewaan nya pada Zea.
" Baiklah. Selesai kan urusan itu, serahkan orang itu pada pihak yang berwajib. Aku akan menjaga Zea disini," kata Adi sambil menepuk pundak Dev.
Pria itu hanya menganggukkan kepalanya dan langsung pergi dari sana. Ketika sudah berada di dalam mobilnya, Dev memukul kemudinya bertubi-tubi.
" Aaaarrgghhhh!!!" teriak Dev frustasi.
" Kau mengecewakan ku, Ze. Aku sangat kecewa dengan tindakan mu!!" teriak Dev.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi.
" Hallo."
" Bos. Kami sudah menyekap mereka di markas kita," kata Jack melaporkan pekerjaan nya.
" Aku akan segera kesana."
Dev langsung mengakhiri panggilan itu dan melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tak butuh waktu lama untuk tiba di markas besarnya. Hanya dalam waktu 20 menit Dev sudah sampai disana.
Pria itu langsung turun dari mobilnya dan langsung berjalan menuju gudang tempat pelaku di sekap.
Semua anak buahnya menundukkan kepalanya saat melihat raut wajah Dev yang terlihat sangat menyeramkan dan aura mencekam pun terasa saat Dev memasuki gudang itu.
" D-dev ..." lirih Zidane dengan terbata-bata.
" Kau mengenal ku? tapi sayangnya aku tak mengenal mu," sahut Dev dengan nada dingin dan tatapan membunuh nya.
" A-aku tidak tahu kalau wanita itu adalah istri mu," sahut Zidane gugup.
" Benarkah?" sahut Dev sambil berjongkok di hadapan Zidane.
Pria itu langsung mengangguk kan kepalanya dengan cepat.
BUG
Dev langsung melayangkan pukulannya pada wajah pria yang sudah terlihat babak belur itu hingga dia tersungkur ke belakang.
Lalu Dev berjongkok di hadapan pria yang sudah menusuk perut Zea.
" M-maaf,Tuan. Aku hanya di bayar," kata pria itu dengan gugup.
" Karena uang kau melukai seseorang hingga merenggut nyawa yang ada di dalam rahimnya!!" bentak Dev dan langsung memukul keras wajah pria itu.
" Maaf kan aku, Tuan. Maafkan aku," kata pria itu yang langsung berlutut di kaki Dev.
Dev menghempaskan pria itu hingga tersungkur ke belakang. Lalu Dev menindih tubuhnya dan menghajarnya.
BUG BUG BUG BUG
Dengan brutal Dev menghajar pria itu. Dia seakan meluapkan amarahnya pada pria itu hingga tak sadarkan diri.
Lalu Dev menghampiri pria Zidane dan langsung menghajar nya secara brutal sampai pria itu juga tak sadarkan diri.
" KARENA KALIAN AKU KEHILANGAN BAYI KU!! AAAARRGGH!!!" teriak Dev frustasi lalu terduduk di lantai.
Pria itu menundukkan kepalanya. Air matanya kembali menetes, dan anak buahnya melihat betapa frustasi nya sang big bos saat ini.
Mereka terlihat sangat geram karena melihat sang bos yang harus kehilangan bayinya. Dan mengerubungi Zidane beserta pria suruhan nya dan menghajarnya meskipun yang di hajar sudah sangat lemah.
" Bos. Apa yang akan aku lakukan pada mereka?" kata Jack yang berjalan mengikuti langkah Dev.
" Serahkan mereka ke pihak yang berwajib. Dan pasti kan mereka mendapatkan hukuman yang sangat berat," kata Dev tanpa menghentikan langkahnya.
" Baik, Bos," sahut Jack.
" Hancur kan semua perusahaan keluarga Zidane sampai tak tersisa," lanjut Dev.
" Baik, Bos."
Lalu Jack berbalik untuk menghentikan keributan samua anak buahnya di dalam.
Dev masuk kedalam mobilnya dan langsung melaju dengan kecepatan tinggi menuju mansion nya untuk berganti baju.
Saat tiba di mansionya. Ponsel Dev berbunyi, dia langsung mengangkat nya.
" Hallo, Dimas."
" Dev ... bagaimana keadaan Zea?" tanya Dimas.
" Dia baik-baik saja," sahut Dev datar.
" Benarkah? aku ingin pulang untuk melihat kondisi nya, Dev," sahut Gita karena Dimas menyalakan load speaker nya.
" Tidak perlu. Dia baik-baik saja, kalian jangan khawatir. Lanjutan honeymoon kalian, bye."
Dev langsung memutuskan panggilan itu.
Dan masuk kedalam mansion nya.
.
.
Di rumah sakit. Zea terlihat sudah kembali tertidur pulas setelah mendapatkan suntikan penenang dari dokter.
Wanita itu terus histeris sambil mengamuk karena kehilangan bayinya. Hingga membuat Adi terpaksa memanggil dokter untuk menangani Zea.
Dan dokter pun langsung menyuntikkan obat penenang agar wanita itu bisa tenang serta tertidur.
" Bagaimana kondisi mental putri ku, Dokter?" tanya Adi yang terlihat khawatir dengan kondisi Zea.
" Dia hanya sedikit trauma dengan kejadian ini. Dia sangat kecewa karena harus kehilangan bayinya," sahut dokter itu.
" Apa aku harus memanggil kan seorang psikolog?" tanya Adi.
" Ya. Kau bisa meminta bantuan dari dokter Nadin, Permisi." Dokter itu langsung pergi dari ruangan Zea.
CEKLEK
Pintu terbuka dan tampak Cleo berdiri di ambang pintu dengan tangisnya.
" Uncle ... bagaimana keadaan Zea?" tanya Cleo masuk kedalam ruangan dan menghampiri ranjang Zea.
" Dia sudah baik-baik saja, Cleo. Hanya sedikit shock karena harus kehilangan bayinya," kata Adi.
" Ya. Dia pasti sangat terpukul dengan apa yang terjadi," sahut Cleo sambil mengusap punggung tangan Zea.
" Cleo. Bisakah kau menjaga nya sebentar? aku ingin menemui dokter dulu dan akan makan siang di kantin," kata Lisa.
" Baiklah, Aunty. Aku akan menjaga Zea disini," sahut Cleo.
Lalu Adi dan Lisa keluar dari ruangan Zea.
Cleo menatap kearah Zea yang tengah berbaring di atas ranjang.
" Ini semua terjadi gara-gara aku. Seharusnya aku tak menceritakan hal itu padamu," kata Cleo sendu.
CEKLEK
Pintu kembali terbuka. Lalu Nampaklah seorang pria tampan yang berperawakan seperti pria brandalan dengan beberapa tato yang terlihat di lengan nya.
" Siapa kau? apa kau kerabat Zea?" tanya Cleo.
Pria itu tersenyum miring melihat wanita cantik di hadapannya.
" Ya. Aku sahabat dari Zea. Apa kau temannya?" tanya pria itu berjalan masuk kedalam ruangan itu.
" Ya. Aku teman kuliah nya," sahut Cleo sambil melihat kearah Zea.
" Apa kau yang bernama Cleo?" tanya Reza sambil duduk di sofa.
Cleo menoleh pada pria yang sedang bersandar di sofa.
" Bagaimana kau bisa tahu namaku?" sahut Cleo.